Mahasiswa KKN Unhas Sulap Kebun Posyandu Bonto Tallasa Jadi Lahan Produktif
Sudirman August 08, 2026 09:21 PM

Citizen Reporter: Rifda Dwi Ananda Savitri

Mahasiswa KKN Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - Kebun Posyandu Bonto Tallasa, Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Maros, dikembangkan menjadi lahan produktif oleh mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pengembangan kebun dilakukan melalui program kerja individu berupa penyuburan tanah dan penanaman tanaman produktif melibatkan ibu-ibu kader Posyandu, Minggu (26/7/2026).

Mahasiswa memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar, di antaranya humus bambu dan batang pisang, sebagai bahan untuk meningkatkan kesuburan media tanam.

Pemanfaatan bahan organik ini dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi Kebun Posyandu Bonto Tallasa sebagai lahan percontohan (demo plot) bagi masyarakat.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi mengenai pengelolaan limbah organik rumah tangga dan limbah pertanian agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyubur tanah.

Program tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 26 Juli 2026 dengan kegiatan pengolahan dan penyuburan tanah.

Mahasiswa bersama kader Posyandu mengolah media tanam dan mencampurkannya dengan bahan organik lokal untuk meningkatkan kandungan nutrisi tanah secara alami.

Tahap berikutnya dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 dengan menanam sejumlah tanaman produktif, seperti cabai, tomat, kangkung, dan daun bawang.

Jenis tanaman tersebut dipilih karena relatif mudah dibudidayakan serta dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.

Sebelum praktik, mahasiswa memberikan edukasi kepada kader Posyandu mengenai pentingnya menjaga kesuburan tanah dengan memanfaatkan bahan organik.

Para kader kemudian diajak mempraktikkan langsung proses penggemburan tanah, pencampuran bahan organik, hingga teknik penanaman bibit.

Penanggung jawab program kerja, Rifda Dwi Ananda Savitri, mengatakan Kebun Posyandu Bonto Tallasa diharapkan tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat.

"Kami berharap Kebun Posyandu Bonto Tallasa dapat menjadi sarana percontohan bagi ibu-ibu kader. Dengan mempelajari teknik penyuburan tanah organik dan penanaman ini, kader dapat mengaplikasikannya secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing guna mendukung ketahanan pangan," ujarnya.

Para kader Posyandu terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka terlibat langsung dalam mengolah tanah, mencampurkan bahan organik, hingga menanam bibit.

Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Unhas berharap kebun tersebut dapat dikelola dan dirawat secara berkelanjutan oleh para kader Posyandu.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat desa.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.