Drone Jatuh Timpa Rumah Warga Sukoharjo Jateng, Plt Bupati Ikut Padamkan Api
Erik S August 08, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, SUKOHARJO - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo turut membantu warga menangani kepulan asap dan api setelah sebuah drone jatuh menimpa rumah warga Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Jumat (7/8/2026) sore.

Sapto dalam momen itu terlihat mengenakan baju putih dan menaiki tangga kayu yang disandarkan ke bagian atap rumah.

Ia bersama warga berupaya mendekati sumber asap yang terlihat membubung dari rumah tersebut.

Aksi itu dilakukan setelah warga dikejutkan suara benturan keras dari atas rumah.

Drone itu jatuh lebih dulu menghantam atap galvalum hingga berlubang sebelum terjatuh ke bagian bawah dan memunculkan asap.

Tangkapan layar Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo saat ikut memadamkan api drone yang jatuh menimpa rumah warga di Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo
Tangkapan layar Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo saat ikut memadamkan api drone yang jatuh menimpa rumah warga di Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo (HO/IST/TribunSolo.com/Istimewa)

"Suaranya keras, karena nimpa galvalum dulu sampai berlubang terus terjatuh. Awalnya saya tidak tahu kalau itu drone, asapnya sudah tinggi," jelas Sapto saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).

Saat kejadian, Sapto bersama warga sekitar belum mengetahui benda yang menghantam rumah tersebut merupakan drone. Kepulan asap yang terlihat cukup tinggi justru sempat membuat warga panik.

Warga bahkan sempat menduga terjadi korsleting listrik atau ada benda berbahaya yang jatuh ke rumah.

Sapto mengaku saat itu juga belum mengetahui secara pasti sumber asap tersebut.

"Pikir kami tidak tahu, apakah itu gas atau apa. Yang pasti sudah terlihat asap di rumah tetangga saya. Apa korsleting atau apa, pikir saya begitu, kebetulan di sebelah rumah," kata Sapto.

Sapto kemudian bersama warga ikut melakukan pemadaman terhadap api yang muncul setelah benda tersebut jatuh. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, warga baru dapat melihat benda yang menjadi sumber kejadian.

Drone Mengalami Kerusakan

Drone yang bentuknya menyerupai pesawat mini itu ditemukan dalam kondisi rusak cukup parah akibat benturan.

Menurut Sapto, bentuk drone tersebut lebih menyerupai prototipe pesawat berukuran kecil dibandingkan drone yang umum digunakan untuk mengambil gambar dari udara.

"Itu bentuknya seperti pesawat, prototipe mainan aerodinamika, model miniatur pesawat. Ada kontrol jarak jauhnya," ungkap Sapto.

Penemuan drone tersebut sekaligus menjawab kebingungan warga mengenai suara benturan keras dan kepulan asap yang sebelumnya memicu kepanikan.

Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Kerusakan terjadi pada bagian atap galvalum rumah warga yang berlubang setelah dihantam benda tersebut. 

Baca juga: KPK Panggil Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo terkait Kasus Pemerasan Etik Suryani

Damai

Pemilik rumah yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut memilih menerima kejadian itu sebagai musibah setelah mengetahui drone tersebut milik tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS).

Kapolsek Mojolaban AKP Askolani Budiyanto mengatakan insiden tersebut menyebabkan pemilik rumah, Ahmad Basuki, mengalami kerugian sekitar Rp1 juta.

Kerusakan terjadi setelah aero modeling jenis fixed wing menghantam bagian atap rumah.

Meski mengalami kerugian, korban tidak memperpanjang persoalan tersebut.

Korban disebut dapat menerima kejadian tersebut dan memilih menyelesaikannya secara baik-baik dengan pihak pemilik drone.

"Korban pemilik rumah mengalami kerugian sebesar Rp1 juta. Namun pihak korban bisa menerima musibah yang terjadi akibat kejadian tersebut," kata Askolani, Sabtu (8/8/2026).

Drone yang jatuh tersebut diketahui merupakan aero modeling jenis fixed wing milik Team Bengawan UNS.

Benda tersebut digunakan untuk keperluan lomba robot terbang dan dikendalikan oleh tim mahasiswa UNS.

Askolani mengatakan pemilik aero modeling tersebut merupakan Team Bengawan yang berada di bawah bimbingan dosen bernama Iwan.

Tim tersebut diketuai Asgia Fikri Mubarok bersama lima mahasiswa lainnya.

“Pemilik aero modeling jenis fixed wing yaitu Team Bengawan dengan dosen pembimbing Dosen Iwan yang diketuai tim atas nama Asgia Fikri Mubarok dan lima teman lainnya. Didapati informasi bahwa aero modeling jenis fixed wing untuk lomba robot terbang,” jelasnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (7/8/2026).

 

dan

Rugi Rp1 Juta Akibat Drone Jatuh Timpa Rumah, Korban dan Pemilik Sepakat Berdamai

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.