TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA - Marbot masjid berinisial AS (65) ditemukan tewas bersimbah darah di sekitar gerbang Masjid Al-Muhajirin pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan pelaku ditangkap di rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian tanpa memberikan perlawanan.
Polisi menyita sebilah pedang, celurit, serta pakaian yang diduga digunakan pelaku saat melakukan aksi.
Berdasarkan penyelidikan sementara, pembunuhan diduga telah direncanakan dan dipicu rasa sakit hati karena pelaku mengaku tersinggung dengan ucapan korban yang dianggap menyinggung kondisi ekonominya.
Rekaman CCTV menunjukkan korban tengah bersiap mengumandangkan azan Zuhur ketika pelaku datang membawa pedang di tangan kanan dan celurit di tangan kiri, lalu langsung menyerang korban di area gerbang masjid.
Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian dan jumlah luka yang dialami korban. Pelaku dijerat pasal tentang pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Terduga pelaku diketahui berinisisal FS. Berdasarkan keterangan warga, FS telah lama meresahkan warga sekitar.
Ketua RT setempat, Zulkarnain, mengatakan perilaku pelaku sehari-hari terlihat biasa. Namun, menurutnya, pelaku memiliki kebiasaan melempari rumah warga yang disebut terjadi hampir setiap hari.
"Kalau kesehariannya dia biasa saja, cuma tiap hari itu dia selalu nembukin rumah tetangga," ujar Zulkarnain kepada Tribunjabar.id, Kamis (6/8/2026).
Ia mengungkapkan, aksi pelaku sudah berlangsung cukup lama. Warga bersama aparat lingkungan bahkan sempat beberapa kali berupaya melakukan pembinaan dengan melibatkan Babinsa, namun perilaku tersebut belum berubah.
Baca juga: Sosok Pelaku Pembunuhan Marbot Masjid di Purwakarta, Sakit Hati dengan Ucapan Korban
"Kalau kondisinya sudah cukup lama. Kita juga sudah pernah ngobrol dengan Babinsa, warga juga sudah dikumpulkan semua, tapi tindakannya belum bisa maksimal," katanya.
Menurut Zulkarnain, pelaku juga kerap membawa senjata tajam sehingga membuat warga merasa resah dan khawatir.
"Sering membawa sajam," ucapnya.
Tak hanya rumah warga lain, rumah milik Zulkarnain pun pernah menjadi sasaran lemparan batu oleh pelaku.
"Rumah saya juga sama ditimbuk," katanya.
Meski demikian, Zulkarnain mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan pelaku kerap melakukan aksi tersebut maupun motif hingga akhirnya menyerang korban.
"Saya juga kurang paham. Posisi saya lagi di luar, ditelpon warga, pas datang warga sudah pada kumpul," ujarnya.
Informasi pertama yang diterimanya hanya menyebutkan telah terjadi aksi pembacokan di sekitar Masjid Al-Muhajirin.
Baca juga: Marbot Masjid di Purwakarta Diduga Jadi Korban Pembunuhan, Polisi Temukan Pedang Katana
"Info yang saya dapat cuma dibacok doang, di sebelah pintu masjid," katanya.
Korban diketahui merupakan marbot Masjid Al-Muhajirin yang sehari-hari bertugas menjaga kebersihan dan mengurus aktivitas masjid.
Warga menyebut pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.
Namun, polisi belum dapat memastikan kondisi kejiwaan pelaku. Berdasarkan pemeriksaan sementara, Fajar masih dapat diajak berkomunikasi dan memberikan keterangan kepada penyidik.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.
“Untuk pelaku sementara masih bisa diajak berkomunikasi ketika kita periksa. Namun apabila ada kejiwaan, nanti akan kita lakukan pemeriksaan kejiwaan ke dokter kejiwaan,” ujar Made kepada Tribunjabar.id di Polres Purwakarta, Sabtu (8/8/2026).
Polisi juga mulai mengungkap dugaan pemicu aksi penganiayaan yang berujung tewasnya korban.
Made menyebut, pelaku diketahui sedang menghadapi persoalan ekonomi dan belum memiliki pekerjaan.
Diduga, perkataan korban yang berkaitan dengan kondisi ekonomi pelaku membuat Fajar tersinggung hingga akhirnya melakukan aksi kekerasan.
Baca juga: Kronologi Penemuan Uang Rp 86 Juta di Balik Pintu Masjid, Ternyata Tabungan Marbot
"Untuk itu terkait dengan kondisi ekonomi pelaku, di mana posisi pelaku ini masih tidak mendapatkan pekerjaan. Dan adanya ini korban ada perkataan yang mungkin tidak bisa kita sampaikan di sini karena itu berkaitan dengan pelaku juga, privasi pelaku. Itu yang mungkin membuat pelaku melakukan hal tersebut," katanya.
Dari pemeriksaan sementara, kata Made, diketahui Fajar juga telah bercerai dan kini tinggal bersama orang tuanya.
Sementara itu, lanjut dia, senjata tajam yang digunakan untuk menyerang korban disebut telah dimiliki pelaku sebelumnya.
dan
Terungkap Kondisi Pelaku Pembunuhan Marbot Masjid di Purwakarta, Polisi Siapkan Pemeriksaan Kejiwaan