Warga Takalar Hilang Usai KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Pesan Terakhir Bustan Bikin Keluarga Cemas
Ansar August 09, 2026 03:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Bustan Sanusi Daeng Nappa, warga Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, hingga kini belum ditemukan setelah KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur.

KMP Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar mengalami kebakaran di perairan utara Sumenep pada Minggu pagi, 2 Agustus 2026.

Kapal yang mengangkut ratusan orang tersebut kemudian diduga tenggelam di kedalaman sekitar 50 meter.

Proses pencarian korban hingga kini masih dilakukan oleh tim terkait, sementara kondisi bangkai kapal menjadi tantangan dalam proses pencarian dan investigasi.

Bustan Sanusi Daeng Nappa diperkirakan lahir pada 1975 dan diketahui berasal dari Dusun Bontomanai, Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Saat Tribun-Timur.com menyambangi kediaman Bustan di Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang Minggu (9/8/2026), istrinya, Syamsiah, menceritakan komunikasi terakhir dengan suaminya.

Menurut Syamsiah, Bustan bekerja sebagai sopir mobil ekspedisi dan rutin menggunakan kapal untuk perjalanan Surabaya-Makassar.

Perjalanan tersebut disebut dilakukan Bustan sekitar satu kali dalam sepekan karena tuntutan pekerjaannya sebagai sopir ekspedisi.

Syamsiah mengatakan Bustan berangkat seorang diri dari kantor ekspedisinya dan tidak didampingi rekan kerja dalam perjalanan tersebut.

Komunikasi terakhir keluarga dengan Bustan terjadi pada Minggu (2/8/2026) Pagi sekitar Jam 09.00 Wita, ketika kondisi kapal yang ditumpanginya mengalami keadaan darurat.

Dalam situasi tersebut, Bustan sempat menghubungi anaknya, Jaswan, melalui telepon seluler untuk menyampaikan kabar mengenai kebakaran kapal.

Bustan juga sempat menyampaikan pesan kepada anaknya agar menjemput ibunya sebelum komunikasi akhirnya terputus.

"Dia menelpon anaknya, Jaswan. Dia bilang, 'Jaswan, pergi jemput mamamu. Karena kapal yang saya tumpangi ini terbakar,'" kata Syamsiah.

Menurut Syamsiah, setelah percakapan tersebut keluarga berusaha kembali menghubungi Bustan melalui telepon seluler.

Namun, nomor telepon Bustan sudah tidak aktif ketika keluarga mencoba menghubunginya kembali.

Sejak saat itu, keluarga belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Bustan Sanusi Daeng Nappa.

Syamsiah mengatakan informasi mengenai musibah tersebut kemudian diperoleh keluarga dari rekan kerja Bustan dan pihak kantor ekspedisi tempat suaminya bekerja.

Keluarga berharap proses pencarian oleh Basarnas dan pihak terkait terus dimaksimalkan, termasuk dengan melibatkan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Madura.

"Harapan kami kepada Basarnas agar pencarian betul-betul dilanjutkan. Siapa tahu ada penumpang yang belum ditemukan terdampar di pulau-pulau kecil atau ditemukan oleh nelayan di sekitar Madura," ujar Syamsiah.

Bustan meninggalkan seorang istri dan tiga anak, yakni Jaswan berusia 26 tahun, Jawarman berusia 22 tahun yang menempuh pendidikan pelayaran, serta Anjas berusia 19 tahun yang baru menyelesaikan pendidikan SMA.

Hingga Minggu (9/8/2026), keluarga masih menunggu kabar mengenai keberadaan Bustan dan berharap pencarian terus dilakukan hingga ada kepastian mengenai kondisi korban. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.