Laris Manis di MTQ Kalbar! UMKM Pulau Maya Pamerkan Madu Kelulut hingga Kerupuk Udang di Sukadana
Rivaldi Ade Musliadi August 09, 2026 03:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara tidak hanya menjadi ajang pamer kebolehan seni baca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi panggung unjuk gigi bagi sektor ekonomi kreatif daerah.

Produk UMKM lokal unggulan buatan masyarakat Kecamatan Pulau Maya turut memikat perhatian ribuan pengunjung yang memadati pameran di kawasan arena utama MTQ, Pelataran Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Beragam produk olahan khas pesisir tersebut dipamerkan secara apik melalui stand pameran Pondasi Rumah Hijau, sebuah lembaga pendamping Perhutanan Sosial yang bekerja sama dengan program Project Delta Kapuas.

Ketua Pondasi Rumah Hijau, Zulhiar, mengungkapkan bahwa keikutsertaan pihaknya pada ajang tingkat provinsi ini merupakan wujud nyata komitmen pendampingan program Perhutanan Sosial (PS) untuk mendongkrak perekonomian warga di sekitar kawasan hutan desa.

Saat ini, Pondasi Rumah Hijau secara konsisten mendampingi lima desa di wilayah Kecamatan Pulau Maya, yaitu Desa Tanjung Satai, Desa Dusun Besar, Desa Dusun Kecil, Desa Satai Lestari, serta Desa Kamboja.

"Pondasi ini bergerak di bidang pendampingan Perhutanan Sosial atau Perhutanan Sosial. Pendampingan terhadap lima hutan desa di Pulau Maya kami fokuskan pada tiga pilar utama, yaitu kelola lembaga, kelola kawasan, dan kelola usaha," ujar Zulhiar saat diwawancarai Tribun Pontianak di arena pameran Sukadana, Sabtu 8 Agustus 2026 malam.

Variasi Usaha: Dari Olahan Pangan hingga Peternakan Kambing dan Bebek

Zulhiar menjelaskan bahwa pola pendampingan usaha yang dijalankan bersama masyarakat Pulau Maya tidak melulu berfokus pada sektor kuliner atau makanan kemasan semata.

Lebih luas dari itu, kelompok masyarakat di lima desa pendampingan tersebut juga diajak mengembangkan potensi peternakan terpadu berbasis kemandirian desa.

• Dominasi 7 Tahun Mempawah Terhenti! Kubu Raya Sabet Juara Umum MTQ XXXIV Kalbar di Kayong Utara

Dari lima desa yang masuk dalam jangkauan pendampingan, empat desa di antaranya kini sukses mengelola usaha peternakan kambing. 

Sementara untuk Desa Dusun Besar difokuskan pada pengembangan budidaya ternak bebek petelur guna memenuhi kebutuhan telur lokal.

"Untuk UMKM sendiri, memang ada beberapa yang masih berkembang di desa masing-masing. Terkait pendampingan usaha, kami tidak bergerak hanya pada produk makanan saja, tetapi kami juga masuk ke sektor peternakan warga," terang Zulhiar.

Pada perhelatan MTQ XXXIV Kalbar tahun 2026 ini, pihak panitia pameran membawa berbagai komoditas pangan olahan laut dan hasil hutan unggulan Pulau Maya.

Di antaranya kerupuk udang khas racikan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Desa Dusun Besar, madu kelulut asli hasil panen KUPS Desa Kamboja, olahan tradisional pedak gembong, udang ebi, udang kering, ikan asin talang, hingga produk telur bebek segar.

"Khusus pada ajang MTQ kali ini, kami menghadirkan deretan produk olahan terbaik dari Project Delta Kapuas. Kami membawa kerupuk udang khas KUPS Dusun Besar, madu kelulut KUPS Desa Kamboja, hingga ebi dan ikan asin talang," paparnya.

Tembus Pasar Luar Daerah hingga Laris Manis Diserbu Pengunjung

Istimewanya, beberapa produk lokal rintisan masyarakat Pulau Maya ini ternyata sudah menembus jaringan pasar di luar wilayah Kabupaten Kayong Utara maupun Kalimantan Barat.

Zulhiar membeberkan bahwa komoditas madu kelulut asli dari Desa Kamboja kini telah memiliki jaringan pelanggan tetap hingga ke Pulau Sumatera.

Kehadiran arena pameran MTQ di Sukadana menjadi momentum emas untuk semakin memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan potensi besar Kecamatan Pulau Maya kepada para tamu kafilah dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar.

Seluruh omzet dan perputaran uang dari hasil penjualan produk-produk di stand pameran dipastikan akan disalurkan kembali secara utuh kepada kelompok masyarakat pengelola.

"Hasil penjualan dari produk-produk ini nantinya kembali lagi seratus persen ke masyarakat. Karena seluruh komoditas yang dijual di sini memang murni hasil keringat masyarakat yang kami dampingi," lugasnya.

Selama sepekan ajang MTQ berlangsung, respon para pengunjung terhadap stand Pulau Maya terpantau sangat tinggi. 

Produk kerupuk udang khas Desa Dusun Besar dan udang ebi khas Desa Dusun Kecil menjadi dua komoditas paling favorit yang diserbu pembeli.

Bahkan, kedua produk olahan udang tersebut dilaporkan beberapa kali habis terjual (sold out) sehingga stok di stand harus dipasok ulang langsung dari desa.

Komitmen Pendampingan Berkelanjutan dan Kelestarian Hutan Desa

Menutup keterangannya, Zulhiar menegaskan bahwa Pondasi Rumah Hijau bersama Project Delta Kapuas akan terus memperkuat pembinaan kelembagaan dan pendampingan ekonomi warga di lima desa Pulau Maya secara jangka panjang.

Pendampingan tidak hanya disiapkan untuk berburu keuntungan ekonomi semata, namun juga mengedukasi warga agar mampu menjaga kelestarian kawasan hutan desa secara berkelanjutan (sustainable).

Melalui pola tata kelola Perhutanan Sosial yang baik, hutan desa diharapkan terlindungi dari perusakan, sementara masyarakat setempat tetap memetik manfaat ekonomi yang sejahtera.

"Selagi ada kesempatan dan ruang pameran terbuka seperti perhelatan MTQ ini, kami akan terus mempromosikan produk-produk lokal Pulau Maya. Harapan besar kami, perekonomian warga semakin meningkat dan produk unggulan daerah kita semakin dikenal luas di tingkat nasional," pungkas Zulhiar optimistis. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.