Puncak Kemarau Agustus, Damkar Rejang Lebong Minta Warga Waspadai Kebakaran
Ricky Jenihansen August 09, 2026 03:53 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Aktivitas membakar sampah kembali menjadi perhatian di tengah puncak musim kemarau Agustus 2026.

Di Rejang Lebong, sebuah gudang berukuran 4x5 meter di Jalan Bakti OSIS 1, Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, terbakar pada Sabtu (8/8/2026) siang.

Kebakaran tersebut diduga bermula dari aktivitas membakar sampah di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Rejang Lebong, Andy Ferdian, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan api selama musim kemarau.

Menurut Andy, kondisi cuaca yang kering dapat meningkatkan risiko api membesar dan menyebar, terutama jika masyarakat membakar sampah atau lahan tanpa pengawasan.

"Kita menghimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi terjadinya kebakaran di tengah musim kemarau yang sedang terjadi," sampai Andy kepada TribunBengkulu.com pada Minggu (9/8/2026).

Gudang Terbakar Saat Bakar Sampah

Andy menjelaskan, peristiwa kebakaran pada Sabtu (8/9/2026) itu terjadi sekitar pukul 13.46 WIB dan dilaporkan oleh masyarakat.

Petugas Damkar Rejang Lebong langsung merespons laporan tersebut dengan waktu tanggap sekitar tiga menit.

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Gudang yang terbakar berukuran sekitar 4x5 meter dan merupakan milik Mabrul, seorang dosen berusia sekitar 46 tahun.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, asal api diduga dari aktivitas membakar sampah," sampai Andy.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 juta.

Puncak Kemarau, Risiko Kebakaran Meningkat

Andy mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena saat ini memasuki periode kemarau.

Informasi BMKG menyebutkan Agustus 2026 menjadi periode puncak musim kemarau.

Pada kondisi cuaca kering, sampah, rumput, dedaunan, dan material mudah terbakar lainnya lebih mudah tersulut api.

Karena itu, Damkar Rejang Lebong mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun lahan, terutama tanpa pengawasan.

"Dalam kondisi kemarau seperti ini, masyarakat harus lebih berhati-hati. Jangan membakar sampah atau lahan karena api bisa menyebar ke material yang kering," himbau Andy.

Puntung Rokok hingga Tungku Kayu Bakar

Dari informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, sebelumnya juga terdapat sejumlah kejadian nyaris kebakaran yang diduga berkaitan dengan kelalaian terhadap sumber api.

Sumber potensi kebakaran tersebut tidak hanya berasal dari aktivitas membakar sampah.

Ada pula kejadian yang diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Selain itu, terdapat kejadian yang diduga terjadi karena warga lupa mematikan api saat menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu di bagian belakang rumah.

Andy mengingatkan masyarakat untuk memastikan seluruh sumber api benar-benar padam setelah digunakan.

Termasuk memastikan bara api dari pembakaran sampah sudah mati dan tidak meninggalkan sumber panas yang dapat menyulut material di sekitarnya.

Warga Diminta Segera Lapor

Andy juga meminta masyarakat tidak menunda laporan apabila melihat kebakaran maupun sumber api yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Menurutnya, kecepatan laporan sangat berpengaruh terhadap proses penanganan di lapangan.

"Semakin cepat laporan kami terima, semakin cepat pula petugas dapat melakukan pemadaman. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau agar risiko kebakaran dapat dicegah sejak dini," ujar Andy.

Untuk mempercepat penanganan, Disdamkar Rejang Lebong menyiagakan layanan pengaduan yang dapat dihubungi masyarakat selama 24 jam.

Berikut nomor layanan darurat Damkar Rejang Lebong:

Mako Damkar Curup: (0732) 21113

Pos Kota Padang: 0812-6881-1849

Pos Padang Ulak Tanding (PUT): 0878-8163-4446

Pos Binduriang: 0856-5890-2140

Pos Selupu Rejang: 0895-3084-3872

Pos Bermani Ulu: 0822-6902-4140

Damkar mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu api membesar sebelum melapor.

Apabila melihat kebakaran atau sumber api yang berpotensi menyebar, masyarakat diminta segera menghubungi petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.