Dugaan Pelecehan Seksual Siswi SD di Banjarmasin, DPPA Sebut Laporan Orangtua Belum Masuk
Ratino Taufik August 09, 2026 05:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dugaan pelecehan seksual dialami seorang siswi SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin, menjadi viral di media sosial.

Kejadian itu masih dalam proses penanganan pihak sekolah, sehingga informasi mengenai kronologi dan fakta lainnya belum terkuak.

Kabid Perlindungan Khusus Anak (PKA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin, Miftah Al-Hajr mengatakan, orang tua korban telah berkomunikasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

Namun, orang tua korban belum mengajukan laporan secara resmi karena masih menunggu upaya penyelesaian yang dilakukan pihak sekolah dan komite.

"Orang tuanya ada bertanya dengan UPTD PPA, tapi belum berani melapor karena masih ada upaya penyelesaian secara internal dari pihak sekolah dan komite," ujar Miftah, Minggu (9/8/2026).

Diungkapkannya, upaya penyelesaian internal tersebut rencananya dilakukan Senin (10/8/2026) nanti.

Meski demikian, UPTD PPA tetap memantau perkembangan kasus tersebut. Komunikasi dengan ibu korban juga telah dilakukan.

Baca juga: Karhutla di Bangkau HSS, Kepala Desa Pastikan Titik Api Masih Jauh dari Sekolah dan Pembatas Sungai

"Dari UPTD kami sudah ada komunikasi dengan ibu korban. Ibu korban masih menunggu iktikad baik dari sekolah," kata dia.

Miftah menegaskan, pendampingan terhadap korban tetap menjadi perhatian. 

Ini sebab, penyelesaian secara kekeluargaan tidak serta-merta menghilangkan dampak psikologis yang mungkin dialami anak.

"Kami terus memantau perkembangannya. Walaupun ada perdamaian, masih ada luka atau trauma yang dialami oleh anak dan orang tuanya," jelasnya.

Ia menyebut pemulihan trauma psikologis pada anak membutuhkan waktu. Proses tersebut juga bergantung pada kondisi dan kesiapan mental masing-masing anak.

Miftah memastikan pihaknya akan tetap memberikan pendampingan apabila dibutuhkan. 

Komunikasi dengan keluarga korban juga terus dilakukan untuk memastikan kepentingan dan kondisi anak tetap menjadi prioritas.

"Terus nanti kita dampingi, karena sudah ada komunikasi aktif dengan ibu korban," ucapnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.