Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih Bronze Medal pada 3rd International Student Competition yang diselenggarakan bekerja sama dengan Faculty of Agro-Industry, Chiang Mai University, Thailand, di Bangkok, pada 8–9 Agustus 2026.
Prestasi tersebut diraih melalui gagasan bertajuk Spot The Trap yang mengangkat isu job scam atau penipuan kerja, persoalan yang dinilai semakin marak dan relevan di kalangan generasi muda pada era digital.
Tim USK terdiri atas Syaakira Alaika sebagai ketua tim, Fawwaz Zulfikar sebagai presenter, serta Raviya Putra Irwansyah, Fatih Rahmah Risyanti, dan Syifa Alya sebagai anggota.
Baca juga: SDN 9 Tapaktuan Raih Juara Umum Brilliant Student Competition VII
Melalui Spot The Trap, tim menghadirkan konsep edukatif yang membantu generasi muda mengenali berbagai modus penipuan dalam tawaran pekerjaan. Peserta diajak memahami potensi jebakan job scam melalui simulasi berbasis cerita, aktivitas interaktif, serta ruang berbagi pengalaman.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya anak muda, agar mampu melakukan verifikasi sebelum menerima tawaran pekerjaan.
Ketua Tim, Syaakira Alaika, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras dan kekompakan seluruh anggota tim dalam mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
"Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan Bronze Medal di ajang internasional ini. Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya sebuah medali, tetapi juga menjadi apresiasi terhadap kerja keras tim dalam membawa isu job scam yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda," ujar Syaakira.
Presenter Tim USK, Fawwaz Zulfikar, mengaku bangga dapat mempresentasikan gagasan tersebut di hadapan peserta dan dewan juri internasional. Menurutnya, tampil di ajang internasional menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi tim untuk memberikan penampilan terbaik.
"Kami tentu merasa sangat senang dan bangga dengan Bronze Medal ini. Ada rasa gugup ketika harus tampil di panggung internasional, apalagi membawa nama USK dan Indonesia. Tetapi kami menjadikan rasa gugup itu sebagai energi untuk memberikan penampilan terbaik," kata Fawwaz.
Sementara itu, dosen pendamping tim, Aditya Rivaldy SH LLM, mengapresiasi capaian para mahasiswa tersebut. Menurutnya, prestasi itu menunjukkan kemampuan mahasiswa USK dalam melahirkan gagasan kreatif yang relevan dengan persoalan masyarakat, sekaligus membuktikan kemampuan mereka bekerja sama, menyampaikan ide, dan berkomunikasi di tingkat internasional.
"Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa USK lainnya. Jangan takut membawa ide dan gagasan ke tingkat internasional. Dengan persiapan yang baik, kerja keras, kolaborasi, dan semangat belajar, mahasiswa kita mampu bersaing dan berprestasi," ujarnya. (*)