TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sejumlah pedagang di kawasan GOR Haji Agus Salim Padang berharap proses pembongkaran dan pembangunan kembali stadion dapat segera diselesaikan agar aktivitas perekonomian warga sekitar kembali normal.
Harapan tersebut disampaikan Lasmi, salah seorang pedagang di kawasan tersebut.
Ia mengaku ingin proses pengerjaan Stadion Haji Agus Salim segera tuntas supaya masyarakat kembali ramai berkunjung.
"Harapannya segera selesai. Karena juga cepat juga stadion dibangun. Biar masyarakat kembali ramai datang ke sini. Agar jualan kami kembali laku. Kalau saat ini masyarakat jarang lewat sini karena dibongkar," ungkap Lasmi, Minggu (9/8/2026).
Baca juga: Wako Fadly Amran Salurkan Paket Bantuan Wapres dan BNPB untuk Korban Bencana di Padang
Senada dengan Lasmi, Abuyar (47), pedagang lainnya di sekitar GOR, menyebutkan bahwa pekerjaan pembongkaran sejauh ini sudah menunjukkan kemajuan pesat dan hampir rampung.
"Pembongkaran ini sudah 90 persen. Tinggal sedikit lagi, mungkin menjelang akhir bulan sudah tuntas. Sudah hampir satu bulan pekerjaan ini. Mungkin sebentar lagi akan mulai pekerjaan (pembangunan)," jelas Abuyar.
Ia menambahkan, pada hari Minggu pekerja memang tidak tampak beraktivitas di lokasi.
"Hari ini mereka tidak bekerja. Kemarin masih bekerja mereka. Mungkin besok kembali bekerja," tambahnya.
Berdasarkan pantauan TribunPadang.com di lokasi pada Minggu (9/8/2026), proses pembongkaran Stadion Haji Agus Salim memang telah memasuki tahap akhir.
Baca juga: Pembongkaran Stadion Haji Agus Salim Padang Hampir Tuntas, Tribun Penonton Sudah Rata dengan Tanah
Area Tribun Timur, Selatan, Utara, hingga Barat terlihat sudah rata dengan tanah.
Sementara itu, bangunan Tribun VIP masih tampak berdiri meski bagian atapnya sudah dibongkar total.
Papan skor LED, rumput lapangan, serta tiang gawang juga masih terpasang di lokasi. Sejumlah alat berat dan kendaraan operasional tampak terparkir di kawasan stadion meski sedang tidak ada aktivitas pengerjaan.
Sebelumnya, pembongkaran Stadion Haji Agus Salim Padang resmi dimulai sejak Senin (6/7/2026).
Sebanyak tiga alat berat diterjunkan untuk merobohkan stadion yang telah menjadi ikon olahraga Sumatera Barat selama lebih dari empat dekade tersebut.
Pantauan TribunPadang.com pada Kamis (9/7/2026), dua alat berat tampak bekerja membongkar struktur bangunan stadion, sementara satu alat berat lainnya melakukan penggalian tanah di kawasan tribun suporter.
Di lokasi, satu truk juga disiagakan untuk mengangkut material hasil pembongkaran keluar dari area stadion.
Sejumlah fasilitas seperti kursi penonton dan lampu stadion juga telah dilepas.
Sementara itu, hamparan rumput lapangan masih terlihat utuh dan belum dibongkar.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat, Mahdianur, mengatakan proses pembongkaran dimulai setelah pemenang lelang peruntuhan stadion ditetapkan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
"Alhamdulillah pihak KPKNL sudah mengumumkan pemenang lelang peruntuhan stadion. Setelah seluruh administrasi dengan KPKNL maupun Pemerintah Provinsi selesai, mereka mulai melakukan pembongkaran sejak Senin kemarin," kata Mahdianur saat diwawancarai TribunPadang.com, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, Dispora Sumbar terus berkoordinasi dengan pihak pemenang lelang sebagai pengguna aset agar proses pembongkaran berjalan sesuai ketentuan.
Baca juga: Siap Harumkan Nama Daerah, 60 Anggota Pramuka Tanah Datar Bertolak ke Jamnas XII
Mahdianur menyebutkan, pihak kontraktor telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk kesiapan alat berat dan kendaraan pendukung untuk mempercepat pekerjaan.
"Dari koordinasi di lapangan ada tiga alat berat yang bekerja. Selain itu juga ada kendaraan untuk mobilisasi material. Persyaratan terkait ketersediaan alat berat sudah mereka penuhi dan proses pembongkaran berjalan sesuai standar," ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pembongkaran diproyeksikan berlangsung selama dua hingga tiga bulan.
Setelah seluruh bangunan diratakan, area tersebut akan diserahkan kepada kontraktor pembangunan stadion baru.
"Insya Allah proyeksinya sekitar dua sampai tiga bulan. Setelah lahannya bersih, akan dilanjutkan dengan pembangunan oleh pihak pemenang tender konstruksi," katanya.
Baca juga: Daftar Lengkap 12 Tokoh Penerima Pin Emas HJK Padang ke-357, Ada Polisi Tim Klewang hingga Akademisi
Mahdianur berharap selama proses pembongkaran tidak terjadi kendala sehingga tahapan pembangunan stadion baru dapat segera dimulai sesuai jadwal.
"Kita berharap proses ini berjalan optimal, tanpa hambatan di lapangan, sehingga area stadion bisa segera clean and clear untuk diserahkan kepada pelaksana pembangunan," ucapnya.
Ia menjelaskan, kawasan Stadion Haji Agus Salim memiliki luas sekitar 7,6 hektare.
Namun, area yang menjadi fokus pembangunan stadion diperkirakan sekitar 4 hektare.
Sementara lahan lainnya akan ditata untuk mendukung aktivitas masyarakat, seperti area parkir, pujasera, hingga ruang bagi cabang-cabang olahraga di bawah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Tak hanya membangun stadion baru, Pemprov Sumbar juga berencana melakukan penataan kawasan secara menyeluruh.
Mahdianur mengatakan penataan dilakukan atas arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat agar kawasan Stadion Haji Agus Salim menjadi lebih tertata dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
"Kami mohon maaf apabila selama proses pembangunan nanti ada masyarakat yang merasa terganggu. Ini merupakan bagian dari penataan kawasan agar lebih baik ke depan," katanya.
Menurutnya, penataan tidak hanya difokuskan pada sarana olahraga, tetapi juga sektor pariwisata, kuliner, hingga ruang usaha bagi para pedagang.
Ia memastikan para pedagang akan diupayakan kembali menempati lokasi yang telah disiapkan setelah penataan selesai.
Baca juga: Lolos Seleksi Ketat, Puluhan Pelajar Sijunjung Resmi Masuk Karantina Paskibraka 2026 di Bukit Gadang
"Insya Allah para pedagang akan kita fasilitasi kembali di lokasi yang telah disiapkan. Penataan ini dilakukan agar pembinaan olahraga berjalan baik, sekaligus mendukung pariwisata, kuliner, dan aktivitas masyarakat," tuturnya.
Sebagai informasi, Stadion Haji Agus Salim mulai dibangun pada 1983 dan diresmikan pada 1985 untuk mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XIII.
Stadion yang berada di kawasan Rimbo Kaluang, Kota Padang, itu kemudian menjadi markas Semen Padang FC dan PSP Padang serta menjadi pusat berbagai kegiatan olahraga di Sumatera Barat.
Kini, stadion yang telah berdiri selama lebih dari 40 tahun tersebut dibongkar untuk digantikan dengan stadion baru yang diharapkan mampu menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih modern dan representatif.(*)