Liputan6.com, Jakarta - Amalan agar diberi kesembuhan dari penyakit menurut Islam merupakan kombinasi antara ikhtiar lahiriah melalui pengobatan medis dan ikhtiar batiniah melalui doa, zikir, serta ruqyah syar'iyyah. Dalam pandangan Islam, penyakit bukanlah azab, melainkan ujian sekaligus bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Allah berfirman: "Dan apabila aku sakit, maka Dialah (Allah) Yang Menyembuhkan aku." (QS. Asy-Syu'ara: 80). Ayat ini menegaskan bahwa hakikat kesembuhan mutlak berada di tangan Allah, sementara ikhtiar manusia adalah wasilah yang diperintahkan.
Para ulama telah mengumpulkan berbagai amalan dari Al-Qur'an dan Sunnah untuk memohon kesembuhan. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam kitab At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin (Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah) menyusun secara komprehensif doa-doa, ruqyah, dan zikir yang diajarkan Rasulullah SAW bagi orang sakit dan yang tertimpa musibah.
Sementara, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menguraikan berbagai amalan sunnah yang dapat diamalkan sepanjang hari, termasuk saat sakit, sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.
1. Membaca Surah Al-Fatihah
Surah Al-Fatihah merupakan bacaan teragung untuk kesembuhan. Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, diriwayatkan bahwa sekelompok sahabat meruqyah kepala suku yang tersengat kalajengking dengan membaca Al-Fatihah, dan beliau pun sembuh seketika. Rasulullah SAW bersabda, "Bagaimana engkau tahu bahwa Al-Fatihah adalah ruqyah?" (HR. Bukhari & Muslim).
Teks Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ.
Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn.
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa jika seorang hamba memperbagus pengobatan dengan surah Al-Fatihah, maka ia akan melihat pengaruh kesembuhan yang menakjubkan. Beliau mempraktikkan sendiri metode ini dan menyaksikan hasilnya yang luar biasa.
2. Membaca Mu'awwidzaat (Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas)
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Rasulullah SAW apabila sakit, beliau membacakan untuk dirinya Mu'awwidzaat (tiga surah perlindungan) lalu meludah. Dan apabila sakitnya bertambah, Aisyah ikut membacakannya untuk beliau.
Surah Al-Ikhlas:
Teks Arab: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ.
Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya: "Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."
Surah Al-Falaq:
Teks Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ.
Latin: Qul a'ūżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri ghāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."
Surah An-Nas:
Teks Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَٰهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ.
Latin: Qul a'ūżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia."
Ibnu Qayyim dalam muqaddimah tafsirnya menegaskan bahwa kebutuhan hamba kepada kedua surah ini (Al-Falaq dan An-Nas) lebih besar daripada kebutuhannya kepada udara, makanan, minuman, dan pakaian. Kedua surah ini memiliki pengaruh khusus dalam menolak sihir, 'ain, dan seluruh kejahatan.
3. Doa Kesembuhan Umum
Doa ini adalah doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW, diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha:
Teks Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Latin: Allāhumma rabban-nās, adzhibil-ba'sa, isyfi antasy-syāfī, lā syifā'a illā syifā'uka, syifā'an lā yughādiru saqaman.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit."
Syaikh Abdurrazzaq al-Badr menjelaskan bahwa dalam doa ini terdapat tawassul dengan sifat Rububiyah Allah yang melingkupi manusia semuanya. Kalimat "Engkaulah Maha Penyembuh" merupakan pengakuan bahwa hanya Allah yang berkuasa menyembuhkan, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Asy-Syu'ara ayat 80. Sementara kalimat "kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit" mengandung makna permohonan kesembuhan sempurna tanpa bekas atau kecacatan.
4. Doa Ruqyah Jibril
Doa ini diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi SAW ketika beliau sedang sakit:
Teks Arab: بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ
Latin: Bismillāhi arqīka min kulli syai'in yu'dzīka, min syarri kulli nafsin au 'aini ḥāsidin, bismillāhi arqīka.
Artinya: "Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang mengganggumu, dari keburukan setiap hembusan (sihir) atau pandangan mata orang yang dengki. Allah yang menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu."
5. Doa Meletakkan Tangan pada Bagian Tubuh yang Sakit
Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Utsman bin Abil Ash, beliau mengadu kepada Rasulullah SAW perihal penyakit pada tubuhnya sejak masuk Islam. Rasulullah SAW bersabda:
Teks Arab: ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ، وَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
Latin: Waḍa' yadaka 'alallażī ta'allama min jasadika, wa qul: Bismillāhi ṡalāṡan, wa qul sab'a marrātin: A'ūżu bi'izzatiLlāhi wa qudratihī min syarri mā ajidu wa uḥādziru.
Artinya: "Letakkanlah tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit, dan bacalah 'bismillah' tiga kali, kemudian bacalah sebanyak tujuh kali: 'Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan apa yang aku dapati dan aku takutkan.'"
6. Doa Ketika Menjenguk Orang Sakit
Bagi yang menjenguk orang sakit, disunnahkan membaca doa berikut sebanyak tujuh kali:
Teks Arab: أَسْأَلُ اللَّهَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
Latin: As'alullāha rabbal-'arsyil-'aẓīmi an yasyfiyaka.
Artinya: "Aku memohon kepada Allah, Tuhan Pemilik Arsy yang agung, agar berkenan menyembuhkanmu."
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang menjenguk orang sakit yang belum datang ajalnya, kemudian membaca doa ini sebanyak tujuh kali, maka Allah akan menyembuhkannya dari penyakit tersebut." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
7. Doa Memohon Perlindungan dari Penyakit Berat
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW biasa berdoa:
Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَسَيِّئِ الْأَسْقَامِ
Latin: Allāhumma innī a'ūżu bika minal-baraṣi, wal-junūni, wal-judzāmi, wa sayyi'il-asqām.
Artinya: "Ya Allah! Aku berlindung kepada Engkau dari penyakit albinisme, kegilaan, kusta/lepra, dan penyakit-penyakit buruk lainnya."
Doa ini dikutip dari buku Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik oleh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr. Hadits ini menerangkan bahwa Rasulullah SAW memohon perlindungan dari empat hal sebagai bentuk pengikutan terhadap beliau, yang merupakan faktor penting dalam menolak bala.
Syaikh Abdurrazzaq menjelaskan bahwa "doa di hadapan bala bagaikan tameng besi yang melindungi seseorang dari hujanan anak panah".
8. Doa Memohon Kesembuhan dengan Nama Allah "Ya Dza-l Jalaali wa-l Ikraam"
Rabi'ah bin 'Amir meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Teks Arab: يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin: Yā Dzal-Jalāli wal-Ikrām
Artinya: "Wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan!"
Anas bin Malik juga meriwayatkan sabda Nabi SAW: "Perbanyaklah berdoa dengan menyerukan: Yā Dzal-Jalāli wal-Ikrām (Wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan)." (HR. Tirmidzi)
9. Amalan Zikir Sebelum Tidur untuk Perlindungan dari Penyakit
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan beberapa amalan zikir sebelum tidur yang berfungsi sebagai benteng perlindungan, di antaranya:
a. Membaca Ayat Kursi
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ حِينَ يَأْوِي إِلَى فِرَاشِهِ لَمْ يَزَلْ عَلَيْهِ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلَا يَقْرَبُهُ شَيْطَانٌ حَتَّى يُصْبِحَ
Latin: Man qara'a āyat al-Kursī ḥīna ya'wī ilā firāsyihi lam yazal 'alaihi minallāhi ḥāfiẓun, wa lā yaqrabuhu syaithānun ḥattā yuṣbiḥ.
Artinya: "Barangsiapa membaca Ayat Kursi ketika hendak tidur, maka senantiasa ada penjagaan dari Allah dan setan tidak akan mendekatinya hingga pagi." (HR. Bukhari)
b. Membaca Dua Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ...
Latin: Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi min rabbihi wal-mu'minūn... hingga akhir surah.
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca dua ayat terakhir surah Al-Baqarah pada malamnya, maka kedua ayat itu sudah cukup (sebagai penjagaan baginya)." (HR. Bukhari & Muslim)
c. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas lalu menghembuskannya ke telapak tangan dan mengusapkannya ke seluruh tubuh
Aisyah RA mengisahkan: "Biasanya Nabi SAW ketika hendak beranjak menuju tempat tidur pada setiap malamnya, maka beliau akan menggabungkan kedua telapak tangannya, kemudian menghembuskannya seraya membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, kemudian beliau menggunakan telapak tangannya untuk mengusapkan apa yang bisa beliau jangkau dari tubuhnya, dimulai dari kepalanya, lalu wajahnya, dan semua bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan hal itu sebanyak tiga kali." (HR. Bukhari)
1. Penghapus Dosa dan Kesalahan
Sakit merupakan sarana penghapus dosa bagi seorang mukmin. Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kegundahan, kesedihan, gangguan, hingga duri yang mengenainya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya." (HR. Bukhari & Muslim)
2. Pembersih dan Penyucian Jiwa
Sakit berfungsi sebagai pembersih dosa, sebagaimana sabda Nabi SAW kepada seorang Arab Badui yang sedang sakit: "Tidak mengapa, (sakitmu ini sebagai) pembersih dosa insya Allah". Syaikh Abdurrazzaq al-Badr mengungkapkan bahwa makna 'pembersih' yang Rasulullah SAW maksudkan adalah penyakit menjadi pembersih bagi seseorang atas dosa-dosanya.
3. Pengingat akan Kelemahan dan Kembali kepada Allah
Sakit mengingatkan manusia akan kelemahan dan ketergantungannya kepada Allah. Ketika seseorang dalam kondisi sakit, ia akan mudah teringat akan dosa-dosanya, mengetahui kesalahan-kesalahan dan kekurangannya. Oleh karena itu, sakit menjadi teguran bagi dirinya atas kesalahan yang pernah diperbuat, sekaligus sebagai pendorong untuk bertaubat dan berusaha mencari keridhaan Allah.
4. Meningkatkan Derajat dan Pahala
Kesabaran dalam menghadapi sakit mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah. Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh menakjubkan urusan orang beriman, sesungguhnya semua urusannya adalah baik... Apabila ditimpa kesusahan dia bersabar, maka bersabar itu baik baginya." (HR. Muslim). Kesabaran ini menjadi amalan yang mendatangkan pahala besar.
5. Menyadarkan akan Nikmat Kesehatan
Sakit membuat seseorang lebih menghargai nikmat kesehatan yang sering kali tidak disadari. Sebagaimana dijelaskan dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, sudah seharusnya bagi orang yang sehat untuk mengambil nasehat dan pelajaran ketika melihat orang sakit, lalu memuji Allah atas nikmat kesehatan sembari terus memohon kesehatan dan keselamatan kepada Allah, serta mendoakan kesembuhan bagi saudara-saudaranya yang sedang sakit.
1. Apa doa paling mustajab untuk kesembuhan penyakit?
Doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW untuk kesembuhan adalah: "Allāhumma rabban-nās, adzhibil-ba'sa, isyfi antasy-syāfī, lā syifā'a illā syifā'uka, syifā'an lā yughādiru saqaman" (Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit, sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit).
2. Bolehkah berobat ke dokter sekaligus berdoa?
Sangat dianjurkan. Dalam Islam, berobat dan berdoa adalah dua ikhtiar yang saling melengkapi. Rasulullah SAW bersabda: "Berobatlah wahai para hamba Allah. Sesungguhnya Allah tidaklah menciptakan penyakit, melainkan Allah menciptakan juga obatnya." Syaikh Abdurrazzaq al-Badr menjelaskan bahwa berusaha mengobati penyakit tidaklah wajib, namun Nabi SAW juga memerintahkan untuk berobat.
3. Bagaimana cara meruqyah diri sendiri saat sakit?
Caranya adalah dengan membaca surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, lalu menghembuskannya ke telapak tangan dan mengusapkannya ke seluruh tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali, sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW dan diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
4. Apakah membaca Al-Qur'an bisa menyembuhkan penyakit?
Ya. Allah berfirman: "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dari Rabb-Mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada (hati manusia), dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Yunus: 57) Al-Qur'an adalah penyembuhan sempurna dari semua penyakit hati dan fisik.
5. Apa yang harus diucapkan ketika menjenguk orang sakit?
Disunnahkan membaca doa: "As'alullāha rabbal-'arsyil-'aẓīmi an yasyfiyaka" (Aku memohon kepada Allah, Tuhan Pemilik Arsy yang agung, agar berkenan menyembuhkanmu) sebanyak tujuh kali. Rasulullah SAW juga mengucapkan: "Lā ba'sa, ṭahūrun insyā'allāh" (Tidak mengapa, (sakitmu ini sebagai) pembersih dosa, insya Allah).