TRIBUNNEWS.COM - Samsung memperkenalkan sensor gambar terbaru, ISOCELL HPC, yang sedang dikembangkan untuk smartphone flagship generasi berikutnya.
ISOCELL HPC membawa resolusi ultra-tinggi 200 MP sekaligus teknologi baru untuk meningkatkan kemampuan menangkap cahaya dan menghasilkan foto dengan rentang dinamis lebih luas.
Sensor ini menjadi bagian dari pengembangan teknologi ISOCELL Samsung di kelas sensor 200 MP.
Tidak hanya mengejar jumlah piksel, ISOCELL HPC mengandalkan teknologi DeepPix yang diklaim menjadi yang pertama di industri untuk meningkatkan kemampuan sensor dalam menangkap cahaya, terutama pada area terang dan gelap dalam satu frame.
Samsung juga membekali ISOCELL HPC dengan dukungan HDR 16-bit single-frame, HDR pada beberapa tingkat zoom, serta kemampuan perekaman video hingga 4K 180 fps.
Kombinasi tersebut membuat sensor ini tidak hanya dirancang untuk menghasilkan foto beresolusi tinggi, tetapi juga meningkatkan kualitas gambar dalam berbagai kondisi pencahayaan.
ISOCELL HPC memiliki resolusi efektif 16.384 x 12.288 piksel, atau setara dengan 200 MP.
Resolusi sebesar itu memberikan sensor kemampuan menangkap detail dalam jumlah sangat tinggi.
Dalam kondisi tertentu, resolusi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan foto dengan detail lebih kaya atau melakukan cropping tanpa terlalu cepat kehilangan ketajaman.
Baca juga: Samsung Galaxy F70 Pro 5G Bawa Fitur Galaxy AI, Cocok untuk Kreator Konten
Sensor ini memiliki ukuran piksel 0,6 μm dengan format optik 1/1,3 inci.
Meski ukuran piksel individualnya relatif kecil karena sensor mengemas 200 juta piksel, Samsung menggunakan sejumlah teknologi untuk meningkatkan kemampuan setiap piksel dalam menangkap dan mengolah cahaya.
ISOCELL HPC menggunakan pola warna Tetra⊃2;pixel berbasis Bayer RGB, yang memungkinkan sensor menggabungkan informasi dari beberapa piksel untuk meningkatkan performa pencitraan, terutama ketika digunakan pada resolusi lebih rendah.
Salah satu teknologi utama yang diperkenalkan Samsung pada ISOCELL HPC adalah DeepPix.
Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan Full Well Capacity (FWC), yakni kemampuan sebuah piksel menampung muatan cahaya sebelum mencapai batas saturasi.
Semakin tinggi kapasitas tersebut, semakin banyak informasi cahaya yang dapat ditangkap sebelum detail pada area terang hilang.
Samsung memanfaatkan teknologi Front Deep Trench Isolation (FDTI) untuk memperbesar kapasitas fotodioda sekaligus meningkatkan kapasitas floating diffusion.
Hasilnya, Samsung mengklaim FWC piksel tunggal pada ISOCELL HPC meningkat hingga 60 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Peningkatan tersebut terutama ditujukan untuk menghasilkan area highlight yang lebih terjaga, bayangan yang lebih kaya, serta gambar dengan noise lebih rendah.
ISOCELL HPC juga membawa kemampuan HDR 16-bit single-frame.
HDR atau High Dynamic Range memungkinkan sensor mempertahankan detail pada area sangat terang dan sangat gelap dalam satu gambar.
Teknologi ini sangat berguna ketika kamera menghadapi kondisi dengan perbedaan pencahayaan ekstrem, seperti memotret seseorang dengan sumber cahaya terang di belakangnya.
Dengan pemrosesan 16-bit, sensor dapat menyimpan informasi tonal dan warna yang jauh lebih banyak dibandingkan sistem dengan kedalaman bit lebih rendah.
Samsung menyebut teknologi ini mampu menghadirkan ekspresi warna hingga empat kali lebih kaya dibandingkan HDR konvensional.
Hasil akhirnya ditujukan untuk menghasilkan foto dengan gradasi warna yang lebih halus, detail bayangan yang lebih baik, serta highlight yang tidak mudah kehilangan informasi.
Salah satu fitur menarik lainnya adalah kemampuan mempertahankan HDR pada berbagai tingkat pembesaran.
Pada banyak sensor smartphone, kemampuan HDR dapat berbeda tergantung tingkat zoom yang digunakan.
ISOCELL HPC dirancang untuk mendukung single-frame HDR pada 1x, 1,5x, 2x, 3x, dan 4x.
Samsung memanfaatkan teknologi in-sensor intelligent downscaling untuk mempertahankan performa HDR pada berbagai rasio zoom tersebut.
Artinya, pengguna tidak hanya mendapatkan HDR ketika mengambil gambar pada pembesaran standar 1x, tetapi juga dapat mempertahankan kemampuan rentang dinamis tersebut ketika melakukan pembesaran hingga 4x.
Selain meningkatkan kemampuan sensor melalui struktur piksel, Samsung juga memperhatikan sisi optiknya.
ISOCELL HPC menggunakan High Precision Microlens (High-P) yang memanfaatkan material dengan indeks bias tinggi untuk membantu mengarahkan lebih banyak cahaya menuju fotodioda.
Pada sensor gambar, mikrolensa berfungsi mengarahkan cahaya yang masuk ke area sensitif piksel.
Semakin efektif cahaya diarahkan, semakin besar pula jumlah cahaya yang dapat dimanfaatkan untuk membentuk gambar.
Teknologi ini dipadukan dengan High Transmittance ARL (High-T) yang dirancang untuk mengurangi refleksi dan hamburan cahaya.
Dengan lebih banyak cahaya yang mencapai fotodioda, efisiensi kuantum atau quantum efficiency (QE) sensor juga dapat ditingkatkan.
ISOCELL HPC menggunakan teknologi Tetra⊃2;pixel, yang memungkinkan sensor bekerja pada beberapa tingkat resolusi dan kecepatan pemotretan.
Pada resolusi penuh 200 MP, sensor mampu menghasilkan gambar hingga 7,5 frame per detik.
Ketika digunakan pada resolusi 50 MP, kecepatannya meningkat menjadi 30 fps, sedangkan pada resolusi 12,5 MP dapat mencapai 180 fps.
Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa sensor tidak semata-mata ditujukan untuk mengambil foto 200 MP.
Penggabungan piksel memungkinkan sensor menghasilkan gambar dengan resolusi lebih rendah tetapi berpotensi menawarkan sensitivitas cahaya dan kecepatan pemrosesan yang lebih baik.
Untuk kebutuhan videografi, ISOCELL HPC mendukung perekaman video hingga 8K 30 fps.
Sensor ini juga mampu merekam video 4K hingga 180 fps serta Full HD hingga 360 fps tanpa autofocus.
Kemampuan 180 fps pada resolusi 4K memberikan ruang yang lebih besar bagi produsen smartphone untuk menghadirkan video gerak lambat dengan resolusi tinggi.
Sementara itu, perekaman hingga 360 fps pada Full HD dapat digunakan untuk menghasilkan efek slow motion yang jauh lebih ekstrem.
Dengan demikian, ISOCELL HPC tidak hanya berorientasi pada fotografi beresolusi tinggi, tetapi juga menawarkan kemampuan videografi yang cukup fleksibel.
Samsung juga membekali sensor ini dengan sistem autofocus Super QPD (Quad Phase Detection).
Teknologi phase detection autofocus memungkinkan kamera mendeteksi perbedaan fase cahaya untuk memperkirakan apakah objek sudah berada dalam fokus.
Super QPD dirancang untuk meningkatkan kemampuan fokus otomatis sehingga kamera dapat lebih cepat mengunci objek.
Fitur ini menjadi semakin penting ketika sensor digunakan untuk mengambil gambar bergerak atau merekam video.
Dalam pengolahan HDR, ISOCELL HPC menggunakan teknologi Smart-ISO Pro yang memanfaatkan metode seperti intra-scene dual conversion gain (iDCG) dan DSG.
Teknologi tersebut memungkinkan sensor mengoptimalkan sensitivitas dalam kondisi pencahayaan berbeda.
Tujuannya adalah mempertahankan detail pada area terang sekaligus meningkatkan informasi pada area gelap.
Dengan kombinasi Smart-ISO Pro dan DeepPix, Samsung berupaya meningkatkan kualitas HDR tanpa hanya mengandalkan penggabungan beberapa frame.
Untuk pengguna profesional dan produsen smartphone yang membutuhkan fleksibilitas lebih dalam pemrosesan gambar, ISOCELL HPC mendukung berbagai format keluaran RAW.
Sensor ini mendukung RAW10, RAW12, RAW14, hingga RAW16.
Dukungan RAW dengan kedalaman hingga 16-bit memberikan lebih banyak informasi gambar untuk diproses oleh image signal processor (ISP).
Dalam praktiknya, kemampuan ini dapat membantu produsen smartphone melakukan pengolahan warna, HDR, dan detail gambar secara lebih fleksibel.
Kehadiran ISOCELL HPC menunjukkan bahwa perkembangan sensor kamera smartphone kini tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan jumlah megapiksel.
Resolusi 200 MP memang menjadi salah satu daya tarik utama, tetapi teknologi seperti DeepPix, FDTI, High-P Microlens, High-T ARL, Smart-ISO Pro, dan Tetra2pixel justru menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas gambar.
Dengan FWC yang diklaim meningkat hingga 60 persen, HDR 16-bit single-frame, HDR yang dapat dipertahankan hingga 4x zoom, serta kemampuan video hingga 4K 180 fps, ISOCELL HPC dirancang untuk menghadirkan sensor yang mampu bekerja pada berbagai skenario.
Pada akhirnya, kualitas kamera smartphone yang menggunakan sensor ini tetap akan bergantung pada kombinasi sensor, lensa, ISP, algoritma pemrosesan gambar, dan tuning dari masing-masing produsen.
Namun dari sisi kemampuan sensor, ISOCELL HPC menunjukkan bagaimana Samsung berupaya membawa pencitraan 200 MP ke level yang lebih tinggi, bukan hanya melalui resolusi, tetapi juga melalui kemampuan menangkap cahaya, HDR, zoom, autofocus, dan videografi.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)