Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA), Irwandi Yusuf, menilai pelaksanaan Kongres II PNA yang sedang berlangsung terlalu terburu-buru dan belum berada pada momentum yang tepat.
Irwandi atau yang akrab disapa Bang Wandi tidak menyetujui pelaksanaan kongres tersebut lantaran masih terdapat sejumlah persoalan mendasar di internal partai yang dinilai perlu diselesaikan terlebih dahulu.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian yakni masih adanya struktur DPW PNA kabupaten/kota yang belum terisi. Kondisi itu dinilai menunjukkan proses konsolidasi organisasi belum sepenuhnya tuntas.
“PNA membutuhkan konsolidasi, bukan sekadar percepatan agenda. PNA membutuhkan penyelesaian persoalan, bukan menutupinya melalui forum kongres dan PNA membutuhkan keputusan yang matang, bukan keputusan yang lahir karena terburu-buru,” kata Bang Wandi dalam keterangannya kepada Serambinews.com, Minggu (9/8/2026).
Sebagai pendiri PNA, Bang Wandi menilai pelaksanaan kongres dalam kondisi organisasi yang belum sepenuhnya terkonsolidasi, akan berpotensi melahirkan keputusan yang tergesa-gesa dan menguntungkan salah satu pihak.
Selain persoalan struktur organisasi, ia juga menyoroti sejumlah persoalan internal lainnya, termasuk dugaan penyelewengan atau penggunaan anggaran partai yang menurutnya perlu diklarifikasi melalui mekanisme internal.
Karena itu, kata dia, audit internal terhadap pengelolaan keuangan partai dinilai penting dilakukan untuk memastikan seluruh penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan sesuai aturan organisasi.
“Audit diperlukan bukan untuk mencari-cari kesalahan atau menyudutkan pihak tertentu, tetapi untuk memastikan seluruh penggunaan anggaran partai dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, sesuai aturan organisasi, dan terbebas dari kepentingan pribadi maupun kelompok,” jelasnya.
Baca juga: Rahul Jadi Calon Tunggal Ketum PNA Periode 2026-2031
Lebih lanjut, mantan Gubernur Aceh itu menegaskan, bahwa sikapnya bukan merupakan penolakan terhadap kongres sebagai mekanisme demokrasi partai.
Menurutnya, kongres tetap penting, namun harus dilaksanakan setelah organisasi benar-benar siap dan persoalan internal diselesaikan.
“Kongres bukan sekadar agenda seremonial untuk memilih kepengurusan baru. Kongres merupakan forum tertinggi partai yang akan menentukan arah, kepemimpinan, serta masa depan organisasi,” katanya.
Bang Wandi menambahkan, bahwa PNA harus memastikan seluruh proses menuju kongres berjalan matang, transparan dan demokratis.
“PNA harus berani menyelesaikan permasalahan internal terlebih dahulu sebelum menyelesaikan permasalahan masyarakat,” tegasnya.
Seperti diketahui, Kongres II PNA saat ini sedang berlangsung di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh. Kongres berlangsung selama dua hari, pada 8-9 Agustus 2026.(*)