TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kesempatan melanjutkan pendidikan atau kuliah di luar negeri melalui jalur beasiswa kini menjadi incaran banyak orang, khususnya pelajar di Kota Medan dan sekitarnya. Selain negara-negara Barat, Taiwan menjadi salah satu tujuan yang dilirik pelajar untuk melanjutkan pendidikan.
Peluang untuk menempuh pendidikan di luar negeri pun semakin terbuka bagi masyarakat Sumatera Utara.
Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) Sumatera Utara kembali menghadirkan Taiwan Higher Education Fair (THEFI) 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Mercure Medan, Minggu (9/8/2026) hingga malam hari.
Pameran pendidikan ini mempertemukan masyarakat dengan puluhan universitas terkemuka di Taiwan yang menawarkan berbagai program studi hingga kesempatan memperoleh beasiswa.
“Kalau untuk pameran tahun ini ada 47 kampus yang datang dari Taiwan ke Indonesia. Mereka juga ke kota-kota lain seperti Jakarta, Bandung, Surabaya. Medan ini merupakan kota terakhir dari rangkaian tur pameran pendidikan,” ujar Lindsay selaku Ketua Panitia THEFI 2026.
Lebih dari sekadar pameran pendidikan, THEFI 2026 diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda Medan dan sekitarnya untuk mengenal berbagai peluang studi internasional yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Taiwan dikenal memiliki sistem pendidikan tinggi yang berkualitas, lingkungan belajar yang aman, biaya pendidikan yang kompetitif, serta hubungan ekonomi yang erat dengan Indonesia.
Di tengah pesatnya perkembangan industri teknologi dunia, Taiwan juga menjadi pusat berbagai sektor strategis, seperti Artificial Intelligence (AI), semikonduktor, teknologi informasi, manufaktur canggih, hingga bisnis internasional.
Menurut Lindsay, pendaftaran kuliah ke Taiwan umumnya dibuka pada November. Karena itu, pameran yang berlangsung pada Agustus menjadi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk lebih awal mengenal universitas, program studi, hingga beasiswa yang tersedia.
“Setiap tahun ada pendaftaran kuliah ke Taiwan. Dibuka bulan November. Jadi bulan Agustus ini waktu yang tepat setiap universitas datang memperkenalkan jurusan, program yang ada ataupun beasiswa,” terang Lindsay.
Melalui pameran pendidikan ini, lanjutnya, pengunjung dapat memperoleh informasi langsung mengenai berbagai pilihan program studi, mulai dari teknik dan teknologi, Artificial Intelligence (AI), semikonduktor, bisnis dan manajemen, kedokteran, farmasi, keperawatan, hospitality, pariwisata, hingga desain.
Selain itu, tersedia informasi mengenai berbagai kesempatan beasiswa, seperti MOE Scholarship, Taiwan Scholarship, University Scholarship, hingga berbagai bentuk bantuan biaya pendidikan dan tunjangan hidup.
“Jadi anak SMA kelas 3 saat ini bisa ada gambaran, oh ada universitas ini, ada jurusan misalnya AI, virtual intelligence yang baru. Jadi mereka ada kesiapan mental, dokumen yang diperlukan dipersiapkan dulu, nanti bulan November bisa langsung pendaftaran,” imbuhnya.
Bagi masyarakat Medan, kesempatan menempuh pendidikan di Taiwan tidak hanya memberikan pengalaman akademik bertaraf internasional, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kompetensi global.
Salah satu nilai tambahnya adalah kesempatan menguasai bahasa Mandarin yang kini semakin dibutuhkan di berbagai sektor industri, perdagangan internasional, manufaktur, teknologi, hingga perusahaan multinasional.
Dengan kemampuan akademik yang baik disertai penguasaan bahasa Mandarin, lulusan Taiwan dinilai memiliki peluang lebih luas untuk berkarier, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Hal ini menjadi salah satu alasan semakin banyak pelajar Indonesia memilih Taiwan sebagai destinasi studi.
Sebagai penyelenggara, Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) terus berkomitmen mempererat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Taiwan serta mendorong lahirnya lebih banyak sumber daya manusia Indonesia yang memiliki daya saing global.
Saat ini, ICATI memiliki 10 cabang wilayah, yakni Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat.
Organisasi ini juga didukung oleh 18 cabang ikatan alumni universitas di Taiwan sehingga secara keseluruhan memiliki 28 cabang yang tersebar di Indonesia.
Melalui THEFI 2026, ICATI berharap semakin banyak generasi muda, orang tua, guru, maupun masyarakat umum memperoleh gambaran lebih luas mengenai berbagai kesempatan pendidikan di Taiwan.
Kesempatan memperoleh beasiswa juga dirasakan Jolin, mahasiswi asal Medan yang kini memasuki tahun keempat kuliah di National Taiwan University (NTU).
Jolin memilih NTU karena universitas tersebut dinilainya sebagai salah satu kampus terbaik di Taiwan.
Lulusan Sutomo 1 Medan yang mengambil jurusan Foreign Languages and Literatures itu mengatakan, mahasiswa yang berhasil memperoleh beasiswa dapat terbantu dari sisi biaya pendidikan hingga uang saku.
Selain beasiswa dari kampus, menurutnya terdapat pula beasiswa dari pemerintah Taiwan dengan skema yang berbeda-beda, mulai dari beasiswa penuh hingga parsial.
“Aku dulu milih NTU karena nomor 1 di Taiwan. Keluarga juga kebetulan ada di Taiwan. Kalau untuk nilai jika sudah raih beasiswa, nilai tidak bisa turun,” ujar Jolin.
(cr26/Tribun-medan.com)