Masalah Sidebuk-debuk Tak Kunjung Selesai, Warga Pertanyakan Sikap Tegas Jenderal Bintang 1
Angel aginta sembiring August 09, 2026 08:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Masalah pemandian air panas Sidebuk-debuk tak kunjung selesai, warga pertanyakan sikap tegas jenderal polisi bintang 1, yakni Brigjen Pol Antonius Ginting sebagai bupati.

Adapun warga mempertanyakan sikap tegas Bupati Brigjen Pol Antonius Ginting dalam permasalahan Sidebuk-debuk yang tak kunjung selesai.

Seperti diketahui baru-baru ini jalur akses masuk ke pemandian air panas Sidebuk-debuk yang berada di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka kembali diblokir warga.

Informasi yang didapat, aksi pemblokiran ini terjadi di seputar Desa Doulu, Kecamatan Berastagi. 

Hingga saat ini, diketahui keributan yang terjadi di jalur masuk ke Sidebuk-debuk sudah terjadi untuk kesekian kalinya.

Namun, hingga sekarang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo di bawah pimpinan sang Jendral belum juga dapat terselesaikan. 

Baca juga: DPRD Sebut Siantar Zoo Masih Lebih Baik di Tangan Pihak Ketiga, Takut Seperti Medan Masih Kurang

Diketahui, keributan yang terjadi malam tadi di kawasan Desa Doulu disebabkan karena adanya kelompok masyarakat yang tak terima terkait adanya tiga orang warga yang diamankan tim gabungan Polres Karo dan Satpol PP Pemkab Karo.

Dimana, ketiga orang tersebut diduga melakuan aksi Pungutan Liar (Pungli) kepada wisatawan yang akan berkunjung ke Sidebuk-debuk. 

JALUR SIDEBUK-DEBUK DIBLOKIR - Kondisi pemblokiran jalur masuk ke objek wisata Sidebuk-debuk, Kabupaten Karo, diblokir warga, Sabtu (8/8/2026) malam. Aksi pemblokiran ini, diketahui disebabkan karena protes warga sebab tiga orang terduga pelaku pungli diamankan tim gabungan.
JALUR SIDEBUK-DEBUK DIBLOKIR - Kondisi pemblokiran jalur masuk ke objek wisata Sidebuk-debuk, Kabupaten Karo, diblokir warga, Sabtu (8/8/2026) malam. Aksi pemblokiran ini, diketahui disebabkan karena protes warga sebab tiga orang terduga pelaku pungli diamankan tim gabungan. (IST)

Padahal, belum lama ini Gubsu Bobby Nasution sudah menginstruksikan kepada Pemkab Karo agar tak ada lagi pengutipan bagi wisatawan.

Hal ini, dilakukan untuk mencegah adanya keributan susulan akibat permasalahan retribusi yang hampir selalu jadi polemik di tengah masyarakat. 

Melihat hal ini, tentunya masyarakat terutama wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Karo mempertanyakan sikap tegas dari Pemkab Karo khusunya Bupati Karo yang diketahui sebagai jendral bintang satu itu.

Menurut warga, arahan yang disampaikan oleh gubernur kepada Bupati Karo untuk menyelesaikan permasalahan ini tak kunjung diselesaikan. 

"Padahal sudah jelas arahan gubernur, bupatinya pun jendral. Masa yang gini enggak bisa juga diatasi, sudah banyak keluhan dari wisatawan," ujar salah satu wisatawan, Andre, Minggu (9/8/2026). 

Baca juga: Sinandong dan Sakralitas Melayu Deli Medan, Dayang Nan Tujuh Bikin Panggung Jakarta Terpukau

Dikatakannya, permasalahan yang ada saat ini memang harus dilakukan dengan tegas oleh semua lini.

Khususnya dari Pemkab selaku pemerintah daerah yang harus tegas kepada warganya, memberikan edukasi tak lagi melakukan aksi Pungli. 

"Kalau ribut terus gini kan yang jelek Pemkab juga, kasihan wisatawan sama pengusaha yang ada di dalam," katanya. 

Selain itu, ia juga meminta Pemkab memberikan sarana kepada masyarakat sekitar untuk bisa diberdayakan dalam aktivitas wisata yang ada di daerahnya. Sehingga, masyarakat juga tak merasa seperti dianaktirikan yang mana diketahui jalur masuk ke objek wisata Sidebuk-debuk melintasi kawasan Desa Doulu. 

"Maunya masyarakat diberikan ruang untuk bisa terlibat, entah jadi petugas parkir atau membuka peluang wisata lainnya. Supaya masyarakat juga ibaratnya enggak kebagian abu saja," ungkapnya. 

Warga Blokir Jalan Masuk

Sebelumnya warga blokir jalur masuk pemandian air panas Sidebuk-debuk, Karo, pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Adapun jalur masuk ke pemandian air panas Sidebuk-debuk, di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo ricuh kembali.

Keributan ini, diduga disebabkan karena warga sekitar Desa Doulu melakukan pemblokiran jalan masuk ke objek wisata. 

Informasi yang didapat, diduga keributan dan aksi pemblokiran ini disebabkan karena protes warga terkait pengutipan retribusi masuk ke objek wisata yang bersumber dari mata air Gunung Sibayak ini.

Dikabarkan, pada malam tadi tim gabungan dari Polres Karo bersama Satpol PP Pemkab Karo mengamankan tiga orang warga setempat yang kedapatan melakukan Pungutan Liar (Pungli).

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Berastagi Kompol Henry DB Tobing membenarkan jika aksi tersebut bermula dari protes warga yang tak terima adanya warga yang diamankan. 

Baca juga: Nasib Pria Disekap dan Dianiaya Tetangga Selama 3 Hari Tanpa Busana, Dipicu Utang Rp300 Juta

"Warga protes karena ada masyarakat yang diamankan tadi malam, yang mengamankan tim dari Polres sama Satpol PP.

Ada tiga orang yang diamankan," ujar Henry, Minggu (9/8/2026). 

Akibatnya, warga sekitar yang tak terima warganya itu diamankan tim gabungan sontak membuat aksi spontan memprotes tindakan pengamanan tiga orang itu.

Dampaknya, warga langsung memblokade jalan mauk ke objek wisata tersebut sejak malam tadi. 

Dari aksi ini, berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber warga sempat melakukan blokade jalan dengan menempatkan meja untuk menutupi jalan.

Tak hanya itu, warga juga sempat membuat api unggun untuk bermalam di satu-satunya akses masuk dan keluar ke kawasan itu. 

Karena aksi ini, wisatawan yang ingin berkunjung ke pemandian air panas Sidebuk-debuk tak bisa melintas.

Tak hanya wisatawan yang akan masuk, bahkan wisatawan yang sudah selesai berwisata dan akan keluar dari kawasan tersebut juga terpaksa tak dapat melintas. 

Saat ditanya menganai kondisi terkini, Henry mengaku jika sampai siang ini kondisi di titik berkumpulnya warga sejak malam tadi masih sama. Dimana, akses jalan juga masih ditutup warga dan belum bisa dilalui oleh warga luar desa. 

"Masih ditutup (akses jalan)," katanya. 

Lebih lanjut, dirinya mengaku saat ini tim dari Polres Karo berencana akan berangkat ke desa untuk membicarakan permasalahan ini dengan warga desa.

Sehingga, akses jalan akan segera bisa dibuka dan dilalui kembali oleh masyarakat maupun wisatawan. 

(*/Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.