Pembongkaran Stadion Agus Salim Capai 85 Persen, Tribun Timur hingga Barat Sudah Rata dengan Tanah
Rezi Azwar August 09, 2026 08:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pembongkaran Stadion Haji Agus Salim Padang kini memasuki tahap akhir.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat, Mahdianur, menyebut proses pembongkaran stadion tersebut saat ini telah mencapai 85 persen.

"Untuk pembongkaran, Insya Allah sudah 85 persenan," kata Mahdianur kepada TribunPadang.com, Minggu (9/8/2026).

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, Minggu (9/8/2026), menunjukkan Tribun Timur, Selatan, Utara hingga Barat sudah rata dengan tanah.

Baca juga: Wako Padang Minta Maaf Bencana Susulan Masih Terjadi, Tegaskan Penanganan Hulu Sungai Jadi Prioritas

PEMBANGUNAN STADION GHAS- Penampakan kondisi Stadion Haji Agus Salim Padang, Minggu (9/8/2026). Sejumlah tribun sudah rata dengan tanah dalam proses pembongkaran stadion.
PEMBANGUNAN STADION GHAS- Penampakan kondisi Stadion Haji Agus Salim Padang, Minggu (9/8/2026). Sejumlah tribun sudah rata dengan tanah dalam proses pembongkaran stadion. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Sementara itu, bangunan Tribun VIP masih tampak berdiri, meski bagian atapnya telah dibongkar total.

Selain itu, papan skor LED, rumput lapangan, dan tiang gawang masih terlihat terpasang di lokasi.

Sejumlah alat berat dan mobil juga tampak berada di kawasan stadion. Namun, tidak terlihat aktivitas pekerjaan di lokasi.

Abuyar (47), salah seorang pedagang di sekitar GOR Haji Agus Salim, menyebut pekerja pembongkaran stadion tidak bekerja pada Minggu.

Baca juga: Jualan Bendera Merah Putih Sejak 2012, Pedagang di Padang Sebut Daya Beli Masyarakat Kini Berkurang

"Hari ini mereka tidak bekerja. Kemarin masih bekerja mereka. Mungkin besok kembali bekerja," jelasnya.

Ia menyebut proses pembongkaran Stadion Haji Agus Salim sudah hampir selesai.

"Pembongkaran ini sudah 90 persen. Tinggal sedikit lagi, mungkin menjelang akhir bulan sudah tuntas," jelasnya.

Menurutnya, proses pembongkaran tersebut telah berlangsung hampir satu bulan.

Baca juga: Pedagang GOR Haji Agus Salim Padang Berharap Pembongkaran dan Pembangunan Stadion Segera Tuntas

"Sudah hampir satu bulan pekerjaan ini. Mungkin sebentar lagi akan mulai pekerjaan," tegasnya.

Pedagang lainnya, Lasmi, juga berharap proses pembongkaran dan pembangunan Stadion Haji Agus Salim dapat segera selesai.

"Harapannya segera selesai. Karena juga cepat juga stadion dibangun," jelasnya.

Ia mengaku ingin Stadion Haji Agus Salim Padang segera selesai agar aktivitas berjualan dapat kembali normal.

"Harapannya stadion segera siap. Biar masyarakat kembali ramai datang ke sini. Agar jualan kami kembali laku. Kalau saat ini masyarakat jarang lewat sini karena dibongkar," harapnya.

Pembongkaran Dimulai Sejak Juli

Sebelumnya, pembongkaran Stadion Haji Agus Salim Padang resmi dimulai sejak Senin (6/7/2026).

Sebanyak tiga alat berat diterjunkan untuk merobohkan stadion yang telah menjadi ikon olahraga Sumatera Barat selama lebih dari empat dekade tersebut.

Pantauan TribunPadang.com pada Kamis (9/7/2026), dua alat berat tampak bekerja membongkar struktur bangunan stadion, sementara satu alat berat lainnya melakukan penggalian tanah di kawasan tribun suporter.

Di lokasi, satu truk juga disiagakan untuk mengangkut material hasil pembongkaran keluar dari area stadion.

Baca juga: Daftar Lengkap 12 Tokoh Penerima Pin Emas HJK Padang ke-357, Ada Polisi Tim Klewang hingga Akademisi

Sejumlah fasilitas seperti kursi penonton dan lampu stadion juga telah dilepas.

Sementara itu, hamparan rumput lapangan masih terlihat utuh dan belum dibongkar.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat, Mahdianur, mengatakan proses pembongkaran dimulai setelah pemenang lelang peruntuhan stadion ditetapkan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

"Alhamdulillah pihak KPKNL sudah mengumumkan pemenang lelang peruntuhan stadion. Setelah seluruh administrasi dengan KPKNL maupun Pemerintah Provinsi selesai, mereka mulai melakukan pembongkaran sejak Senin kemarin," kata Mahdianur saat diwawancarai TribunPadang.com, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, Dispora Sumbar terus berkoordinasi dengan pihak pemenang lelang sebagai pengguna aset agar proses pembongkaran berjalan sesuai ketentuan.

Mahdianur menyebut pihak kontraktor telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk kesiapan alat berat dan kendaraan pendukung untuk mempercepat pekerjaan.

Baca juga: Bupati Khairunas Tegaskan RTH Padang Aro Jadi Ruang Publik Sehat dan Ramah Anak

"Dari koordinasi di lapangan ada tiga alat berat yang bekerja. Selain itu juga ada kendaraan untuk mobilisasi material. Persyaratan terkait ketersediaan alat berat sudah mereka penuhi dan proses pembongkaran berjalan sesuai standar," ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pembongkaran diproyeksikan berlangsung selama dua hingga tiga bulan.

Setelah seluruh bangunan diratakan, area tersebut akan diserahkan kepada kontraktor pembangunan stadion baru.

"Insya Allah proyeksinya sekitar dua sampai tiga bulan. Setelah lahannya bersih, akan dilanjutkan dengan pembangunan oleh pihak pemenang tender konstruksi," katanya.

Mahdianur berharap selama proses pembongkaran tidak terjadi kendala sehingga tahapan pembangunan stadion baru dapat segera dimulai sesuai jadwal.

"Kita berharap proses ini berjalan optimal, tanpa hambatan di lapangan, sehingga area stadion bisa segera clean and clear untuk diserahkan kepada pelaksana pembangunan," ucapnya.

Ia menjelaskan, kawasan Stadion Haji Agus Salim memiliki luas sekitar 7,6 hektare.

Namun, area yang menjadi fokus pembangunan stadion diperkirakan sekitar 4 hektare.

Baca juga: Menang Sayembara Logo HUT Ke-81 RI, Fajar Novario Berharap Industri Desain Grafis Sumbar Bertumbuh

Sementara lahan lainnya akan ditata untuk mendukung aktivitas masyarakat, seperti area parkir, pujasera, hingga ruang bagi cabang-cabang olahraga di bawah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Tak hanya membangun stadion baru, Pemprov Sumbar juga berencana melakukan penataan kawasan secara menyeluruh.

Mahdianur mengatakan penataan dilakukan atas arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat agar kawasan Stadion Haji Agus Salim menjadi lebih tertata dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

"Kami mohon maaf apabila selama proses pembangunan nanti ada masyarakat yang merasa terganggu. Ini merupakan bagian dari penataan kawasan agar lebih baik ke depan," katanya.

Menurutnya, penataan tidak hanya difokuskan pada sarana olahraga, tetapi juga sektor pariwisata, kuliner, hingga ruang usaha bagi para pedagang.

Ia memastikan para pedagang akan diupayakan kembali menempati lokasi yang telah disiapkan setelah penataan selesai.

Baca juga: Tim Tan Malaka Siap Tempur di Selaju Sampan HJK Padang: Genjot Latihan di GHAS

"Insya Allah para pedagang akan kita fasilitasi kembali di lokasi yang telah disiapkan. Penataan ini dilakukan agar pembinaan olahraga berjalan baik, sekaligus mendukung pariwisata, kuliner, dan aktivitas masyarakat," tuturnya.

Sebagai informasi, Stadion Haji Agus Salim mulai dibangun pada 1983 dan diresmikan pada 1985 untuk mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XIII.

Stadion yang berada di kawasan Rimbo Kaluang, Kota Padang, itu kemudian menjadi markas Semen Padang FC dan PSP Padang serta menjadi pusat berbagai kegiatan olahraga di Sumatera Barat.

Kini, stadion yang telah berdiri selama lebih dari 40 tahun tersebut dibongkar untuk digantikan dengan stadion baru yang diharapkan mampu menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih modern dan representatif.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.