SURYA.CO.ID LAMONGAN - Festival Dayung Tejoasri keempat di Lamongan kembali meriah dengan 32 tim dari berbagai daerah, sekaligus membuka peluang olahraga tradisional tersebut masuk kalender event Jawa Timur hingga berkembang menjadi ajang nasional.
Festival Dayung Tejoasri keempat kembali digelar di Bendungan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026).
Festival olahraga tradisional tersebut mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Konsistensi penyelenggaraan serta antusiasme peserta dari berbagai daerah membuat Festival Dayung Tejoasri berpotensi masuk dalam kalender event Provinsi Jawa Timur.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang hadir membuka kegiatan mengapresiasi pelaksanaan festival yang dinilai terus berkembang setiap tahunnya.
Baca juga: Bahari Majapahit Dragon Boat Carnival 2025 di Kota Mojokerto Jadi Ajang Lahirkan Atlet Dayung Jatim
Menurut Yuhronur, Festival Dayung Tejoasri bukan sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga tradisional.
Namun, kegiatan tersebut juga menjadi upaya menghidupkan kembali olahraga tradisional sekaligus menjaga kejayaan Bengawan Solo yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
"Setiap tahun lomba ini semakin baik. Festival Dayung Tejoasri tidak hanya menghidupkan olahraga tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kejayaan Bengawan Solo dan mengembangkan potensi yang ada di sekitarnya," kata Yuhronur.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, Festival Dayung Tejoasri diikuti sebanyak 32 tim.
Peserta tidak hanya berasal dari Lamongan, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Tuban, Sidoarjo, Gresik dan daerah lainnya.
Baca juga: TBM Jadi Pusat Latihan Olahraga Dayung, Siswa SMPN 3 Kota Mojokerto Optimalkan Sungai Ngotok
Keterlibatan peserta lintas daerah tersebut menunjukkan Festival Dayung Tejoasri semakin dikenal. Event ini juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang memadukan olahraga dan budaya lokal.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi penyelenggaraan Festival Dayung Tejoasri.
Ia berharap festival tersebut dapat menjadi event tahunan dan masuk dalam kalender event Provinsi Jawa Timur.
"Harapannya kegiatan ini bisa menjadi event tahunan dan masuk kalender event Provinsi Jawa Timur. Pesertanya tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi ke depan mudah-mudahan bisa berkembang menjadi event nasional," ungkap Hadi.
Menurutnya, jika terus dikembangkan, Festival Dayung Tejoasri dapat menjadi salah satu event yang ikut mengangkat nama Kabupaten Lamongan.
"Dengan begitu, Festival Dayung Tejoasri bisa membawa nama Lamongan semakin dikenal secara nasional hingga internasional," imbuhnya.
Harapan tersebut sejalan dengan semakin beragamnya peserta yang mengikuti festival. Kehadiran tim dari luar Lamongan menjadi modal untuk memperluas jangkauan event tersebut pada penyelenggaraan berikutnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tejoasri Yusuf Bachtiar mengatakan Festival Dayung Tejoasri juga menjadi momentum untuk kembali mendekatkan masyarakat dengan Bengawan Solo.
Bengawan Solo, kata dia, sejak dahulu memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.
Karena itu, penyelenggaraan festival diharapkan tidak hanya mempertahankan olahraga tradisional, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan budaya dan potensi wisata lokal.
Dengan memadukan olahraga tradisional, budaya dan potensi wisata, Festival Dayung Tejoasri diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang mampu menarik lebih banyak peserta maupun wisatawan ke Kabupaten Lamongan.