Pentagon Pacu Produksi Senjata Besar-besaran, Persediaan Rudal Patriot dan THAAD Menyusut
Ansari Hasyim August 10, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM – Pentagon bergerak cepat untuk memulihkan stok persenjataan Amerika Serikat yang menyusut setelah perang Iran. Departemen Pertahanan AS kini memerintahkan perusahaan-perusahaan pertahanan mempercepat produksi dan pengiriman berbagai sistem senjata strategis.

Langkah tersebut terungkap dalam memo Wakil Menteri Pertahanan AS Steve Feinberg yang dikirim kepada para pemimpin industri pertahanan pada Rabu. Dalam memo itu, Pentagon memberi waktu hanya 21 hari bagi perusahaan untuk menyampaikan rencana percepatan produksi.

Feinberg meminta industri pertahanan menyusun strategi guna mempercepat jadwal pengiriman serta meningkatkan kapasitas produksi bagi kemampuan militer yang dianggap sangat penting.

Baca juga: AS Bantah Stok Amunisi Menipis, Persediaan Rudal Patriot dan THAAD di Level Mengkhawatirkan?

"Siklus pengembangan selama bertahun-tahun tidak dapat diterima. Kita harus secara dramatis mempercepat jadwal program kita dan memperluas kapasitas produksi kita sekarang," tulis Feinberg.

Menurut laporan The Washington Post, arahan tersebut muncul setelah konflik dengan Iran menguras persediaan sejumlah amunisi utama Amerika Serikat, termasuk rudal pencegat Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).

Data dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) menunjukkan stok global rudal Patriot diperkirakan turun dari sekitar 2.200 unit sebelum perang menjadi kurang dari 827 unit. Sementara itu, persediaan sistem THAAD disebut menyusut dari 452 unit menjadi kurang dari 278 unit.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pentagon juga tengah mengupayakan perjanjian kerja sama dengan kontraktor pertahanan besar dan perusahaan teknologi guna memperluas kapasitas produksi senjata.

Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala. Perjanjian yang disiapkan belum bersifat mengikat dan masih bergantung pada persetujuan pendanaan dari Kongres AS.

"Hampir tidak ada yang dikontrak, dan itulah masalahnya," ujar Direktur Proyek Pertahanan Rudal CSIS, Tom Karako.

Juru Bicara Pentagon Sean Parnell membenarkan adanya memo dari Feinberg. Menurutnya, arahan tersebut akan menjadi dasar penyusunan anggaran pertahanan tahun fiskal 2028 yang akan diajukan ke Kongres.

Parnell menegaskan langkah itu sejalan dengan upaya pemerintah Amerika Serikat untuk membangun kembali basis industri pertahanan nasional dan memastikan kesiapan militer menghadapi berbagai ancaman di masa mendatang.

Meski demikian, percepatan produksi senjata masih dibayangi ketidakpastian karena rancangan undang-undang belanja pertahanan senilai 1,15 triliun dolar AS hingga kini masih tertahan di Kongres. Kondisi itu berpotensi menghambat rencana Pentagon dalam mempercepat pemulihan stok persenjataan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.