Kebakaran Lahan di Gunung Gede Diduga Faktor Alam, BBTNGGP Masih Terus Dalami Penyebab Pasti
Naufal Fauzy August 10, 2026 01:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kebakaran lahan di kawasan Gunung Gede hingga kini masih terus didalami Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP).

Namun dari dugaan awal, kebakaran itu diduga karena faktor alam.

Mengingat ketika kebakaran terjadi, kemarau sedang melanda.

Selain itu, dari pantauan CCTV juga tidak ditemukan aktivitas manusia sebelum kebakaran.

Karena kawasan yang terbakar merupakan kawasan yang juga tidak diperuntukkan untuk wisatawan sehingaa minim aktivitas manusia.

Diketahui, kebakaran ini pertama kali terpantau melalui kamera pengawas atau CCTV milik Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ciloto Cianjur sekitar pukul 03.00 WIB pada Jumat (7/8/2026).

Berdasarkan pemantauan petugas BBTNGGP bersama relawan yang masih bersiaga di Alun-alun Suryakencana, api diketahui membakar vegetasi berupa semak belukar dan rerumputan di sekitar kawah.

BBTNGGP langsung mengoordinasikan upaya penanganan dengan melibatkan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan para relawan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Sadtata Noor Adirahmanta, mengatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman.

Namun, berdasarkan pemantauan awal, terdapat indikasi kuat bahwa kebakaran dipicu oleh faktor alam. 

“Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman. Namun, berdasarkan hasil pemantauan awal, terdapat indikasi kuat bahwa kebakaran dipicu oleh faktor alam," ujar Sadtata, dalam keterangan rilisnya yang diterima Tribunjabar.id, Minggu (9/8/2026). 

"Kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi mengering serta suhu tinggi di sekitar kawasan kawah diduga menjadi faktor pemicu terjadinya kebakaran,” imbuhnya.

Sadtata menjelaskan Kawah Wadon merupakan zona inti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas wisata maupun pendakian. 

Dengan kondisi tersebut, aktivitas manusia di lokasi sangat minim.

“Rekaman CCTV milik PGA Ciloto tidak menunjukkan adanya keberadaan manusia di lokasi sebelum kejadian,” katanya.

Hasil identifikasi sementara menunjukkan vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar dan rerumputan. 

BBTNGGP memastikan tidak terdapat tanaman edelweiss pada area yang terdampak kebakaran.

“Berdasarkan hasil identifikasi sementara, vegetasi yang terbakar didominasi oleh semak belukar dan rerumputan. Tidak terdapat tanaman edelweiss pada area yang terdampak kebakaran,” ujar Sadtata.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.