Sambut Baik Aturan Baru BGN, Pihak Sekolah Siap Dukung Keamanan Program MBG
Kemal Setia Permana August 10, 2026 01:11 AM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebijakan baru bakal diterapkan Badan Gizi Nasional atau BGN berupa penempelan batas aman konsumsi makan bergizi gratis atau MBG pada setiap ompreng yang berlaku pekan depan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

Hal itu diungkap Kepala BGN, Sudaryono. Menurutnya, informasi terkait batas waktu akan memberi tanda bagi guru dan siswa untuk memastikan makanan itu layak konsumsi atau tidak. Langkah itu sebagai upaya memperkuat keamanan pangan dalam lancarnya program MBG di sekolah.

Dia juga meminta para guru di sekolah memastikan makanan tidak dimakan bila telah melewati batas waktu yang tercantum pada omprengan. Sebab, menu dalam MBG tak menggunakan bahan pengawet. Katanya, secara umum makanan MBG ini maksimalnya empat jam setelah matang. Sudaryono pun meminta para siswa tak membawa pulang MBG itu.
"Kami mohon sesuai petunjuk teknis, bapak dan ibu semua, MBG ini sebaiknya tidak dibawa pulang. Makan itu di tempat (kelas) pada jam yang memang diperbolehkan," katanya.

Dia menilai, praktek membawa pulang makanan MBG menjadi salahsatu penyebab terjadinya kasus keracunan di sejumlah daerah, yang bahkan korbannya pun orangtua siswa yang ikut konsumsi makanan MBG yang dibawa pulang.

Baca juga: Orangtua di Bandung Sambut Baik Pelabelan di Ompreng MBG, Minta Pemerintah Waspadai SPPG Nakal 

Kepala SMAN 21 Bandung, Dani Wardani, setuju terhadap kebijakan yang akan diterapkan BGN perihal makanan MBG.

"Informasi batas aman yang dicantumkan pada setiap bahan makanan itu sudah pasti harus ada, hal ini demi memastikan makanan tersebut masih bisa atau tidak untuk dikonsumsi dan batas aman akan berbeda-beda tergantung pada jenis dan olahan makanan," katanya saat dihubungi, Minggu (9/8/2026).

Hal senada diungkap Kepala SMA Pasundan 1 Bandung, Cahya. Dia tak terlalu banyak berkomentar dan lebih kepada mengikuti arahan atau kebijakan nanti.

"Saya ikut kebijakannya pemerintah saja. Terpenting, harus tetap dijaga dan terjamin itu kualitas makanannya," kata Cahya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.