Cuaca Jakarta Senin 10 Agustus 2026 Diprediksi Berawan
Jaisy Rahman Tohir August 10, 2026 01:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca Jakarta pada Senin (10/8/3036) akan berawan di seluruh wilayah.

Sementara, suhu udara diperkirakan berada di rentang 24 sampa 34 derajat celcius.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, Jakarta sudah memasuki musim kemarau dan diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober 2026 mendatang.

Untuk antisipasi hal tersebut, berbagai upaya bakal dilakukan Pemprov DKI Jakarta, salah satunya dengan menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan sebanyak satu hingga dua kali setiap pekan.

Pramono bilang, keputusan itu diambil setelah menggelar rapat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terkait antisipasi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino.

Menurut Pramono, berdasarkan data yang diterima, puncak El Nino kali ini diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun 2023.

“Dari data yang ada, puncak El Nino itu akan panjang, mungkin salah satu yang terpanjang dibandingkan dengan tahun 2023 pada waktu itu. Puncaknya kurang lebih nanti akhir September atau minggu pertama-kedua, Oktober baru akan ada hujan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Pemprov DKI telah memberikan persetujuan agar OMC dilakukan secara rutin setiap pekan. 

Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada keberadaan awan yang bisa disemai.

Menurutnya, tantangan saat ini adalah kondisi langit yang minim awan sehingga hujan buatan tidak selalu dapat dilakukan.

“Jadi intinya tadi saya sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca kalau ada awan. Karena ini akan berlangsung lama,” ujarnya.

Selain menyiapkan hujan buatan, Pramono juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang biasanya meningkat saat musim kemarau.

Pemprov DKI, kata dia, akan menggencarkan kampanye pencegahan kebakaran sekaligus mengantisipasi kebutuhan air bersih selama musim kering.

Pramono juga meminta aparat di tingkat RT dan RW memastikan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan masing-masing.

“Karena ini pasti cepat atau lambat karena suasananya kering dan juga kemungkinan untuk terjadi ISPA,” kata Pramono.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.