Sosok Pembalap Tian Ngantung dan Jeritan Penonton Drag Race di Kotamobagu Sulawesi Utara
Sinta Darmastri August 10, 2026 11:54 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Sore itu, Minggu (9/8/2026), raungan mesin di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, mendadak berubah menjadi jerit histeris. Ajang drag race yang semula disambut antusias warga Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, berakhir menjadi peristiwa kelam yang merenggut banyak nyawa.

Di pusat perhatian insiden maut ini ada sosok Tian Ngantung, joki balap muda yang mengemudikan Honda Jazz milik tim Pangeran 05 McJoe. Dalam sebuah foto yang beredar, Tian tampak duduk di sekitar area paddock dengan rambut hitam pendeknya yang tertata rapi ke atas. Dibalut jaket balap kombinasi merah, putih, dan hitam, sorot matanya tajam dan dahinya sedikit mengernyit menatap kamera tak menyangka beberapa saat kemudian takdir pahit bakal menghampirinya.

Detik-Detik Honda Jazz Hilang Kendali di Garis Finis

Ajang balapan yang diikuti 590 starter motor dan 337 starter mobil ini awalnya berlangsung normal. Tian yang turun di kelas Free For All (FFA) memacu kendaraannya menyusuri lintasan.

Akan tetapi, petaka justru mengintai usai garis akhir. Setelah melintasi garis finis dan masuk ke zona pengereman sejauh kurang lebih 100 meter, mobil yang dikendarai Tian mendadak hilang kendali (crash) dan menghantam kerumunan penonton yang berdiri rapat di tepi arena.

Kepanikan luar biasa seketika pecah. Balapan langsung dihentikan total saat warga dan petugas berhamburan mengevakuasi para korban. Mobil Honda Jazz milik Tian yang ringsek kini telah disita dan diamankan di Mapolres Kota Kotamobagu sebagai barang bukti.

Baca juga: Bikin Turis Manado Takjub! Eksotisme Gua Kete Kesu di Pantanakan Lolo, Kesu, Toraja Utara, Sulsel

Joki Balap Menderita Luka Serius dan Harus Dilarikan ke Manado

Tak hanya penonton yang menjadi korban, Tian Ngantung sendiri mengalami cedera parah pascakecelakaan hebat tersebut. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Monompia. Namun demi alasan keamanan dan perawatan yang lebih intensif, Tian akhirnya dipindahkan.

Saat dihubungi Tribunmanado.co.id pada Minggu (9/8/2026), Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi menceritakan kondisi terkini sang pembalap yang wajahnya terbalut penuh perban.

"Pebalapnya sempat dirawat juga di RSU Monompia. Tapi karena disana juga banyak keluarga korban, maka yang bersangkutan kita pindahkan," kata dia.

"Jadi saat ini pebalapnya sudah dirujuk ke Manado," ucap dia.

Waafi menegaskan sang pebalap belum menjalani pemeriksaan.

"Pastinya akan kita periksa. Tapi saat ini belum bisa karena masih dalam perawatan," tuturnya.

"Tadi saat dirujuk ke Manado, semua wajah pebalap penuh dengan perban," beber Waafi.

Duka Mendalam di Bilalang: 7 Nyawa Melayang, Belasan Luka-Luka

Dampak benturan keras mobil balap tersebut berakibat fatal. Hingga Senin (10/8/2026) dini hari, tercatat 7 orang meninggal dunia dan belasan lainnya menderita luka-luka. Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), menjadi wilayah yang paling terpukul karena mayoritas korban berasal dari sana.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bolmong, Ma'rief Mokodompit, mengonfirmasi kabar duka tersebut.

"Untuk korban meninggal di Kecamatan Bilalang ada 5 orang dan luka berat 4 orang," ucap Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bolmong Ma'rief Mokodompit, Senin (10/8/2026) dini hari.

Ma'rief merinci bahwa korban tewas dari Bilalang tersebar di Desa Bilalang Baru (1 orang), Desa Bilalang 4 (1 orang), dan Desa Bilalang 3 (3 orang).

"Totalnya ada 9 orang baik itu luka ataupun yang meninggal dunia dari Kecamatan Bilalang," ucapnya.

Suasana haru menyelimuti ruang perawatan saat pimpinan daerah turun langsung menengok para korban.

"Bupati juga sudah berada di rumah sakit bersama dengan wali kota sekaligus memberikan ucapan belasungkawa kepada para korban," tandasnya.

Baca juga: Cara Mudah Membuat Tinoransak Khas Manado, Sulawesi Utara, Kuncinya Bumbu Rica dan Daun Kemangi

Data Lengkap Identitas Korban

Daftar Korban Meninggal Dunia:

  1. Januni Pusung (P, 35 tahun) – Desa Bilalang Baru, Bolmong
  2. Harianti Mokoginta (P) – Bilalang 3, Bolmong
  3. Lisma Mokoginta (P, 38 tahun) – Bilalang III, Bolmong
  4. Ali Ponamon (L, 65 tahun) – Desa Pontodon, Kotamobagu
  5. Bio Mokoagow (P, 74 tahun) – Bilalang 3, Bolmong
  6. Nilawati Mokodongan (P) – Pontodon Induk, Kotamobagu
  7. Rugaina Manangin (P) – Bilalang 4, Bolmong

Daftar Korban Luka-Luka:

Rawat Inap di RS Monompia, Kabupaten Bolmong:

  1. Hadi Toisi – Pangian Tengah, Bolmong (Luka Berat)
  2. Ali Jojang – Bilalang 4, Bolmong (Luka Berat)
  3. Murdani Pobela – Bilalang Baru, Bolmong (Luka Berat)
  4. Muxin Dondo – Pontodon Timur, Kotamobagu (Luka Berat)
  5. Arhan Mokoginta – Bilalang 3, Bolmong (Luka Berat)
  6. Rapiska Mokodongan – Genggulang (Luka Berat)
  7. Enjelia Lito – Bilalang 3, Bolmong (Luka Berat)
  8. Prasetio Mokodongan – Pontodon, Kotamobagu (Luka Ringan)

Rawat Inap di RS Pobundayan Kotamobagu:

  1. Rina Longkun – Bilalang Baru, Bolmong (Luka Berat)

Polisi Turun Tangan, Fokus Pemulihan Korban

Satreskrim Polres Kotamobagu bergerak cepat mengusut tuntas penyebab kecelakaan tragis ini. Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi mengonfirmasi bahwa penanganan kasus kini berada sepenuhnya di bawah kendali markas kepolisian setempat.

"Iya sudah kita tangani," katanya via telepon.

Meski begitu, perwira dua balok ini menegaskan belum ada yang diperiksa.

"Kalau diperiksa belum ada," ucapnya.

"Saat ini kita masih fokus untuk pemulihan para korban," tegas dia.

Aparat kepolisian saat ini tengah membedah berkas perizinan serta regulasi ajang tersebut, sembari mencari tahu penyebab teknis utama yang membuat kendaraan Tian keluar dari jalurnya.

"Kalau soal itu kita masih cari tahu," tuturnya.

Tali Plastik Jadi Pembatas: Keamanan Arena Dikritik Pedas

Tragedi ini memantik gelombang protes warga dan organisasi kepemudaan. Banyak pihak menyayangkan sistem keamanan sirkuit jalanan Upai yang dinilai asal-asalan. Pembatas antara area penonton dan lintasan mobil berkecepatan tinggi diketahui hanya menggunakan tali plastik.

"Pembatasan tepian jalan hanya menggunakan tapi plastik. Ini sangat tidak aman bagi warga yang menonton balapan," ujar Rifan salah seorang warga ketika ditemui Tribunmanado.co.id di kelurahan Upai.

"Harusnya hal seperti ini diperhatikan. Akhirnya sekarang ada korban," katanya lagi.

Kritik tajam juga dilayangkan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bolaang Mongondow Raya (BMR). Ketua Umum HMI Cabang BMR, Fadli Korompot, mendesak agar kasus ini tidak diselesaikan sebatas musibah di arena balap semata, melainkan harus ada pemeriksaan terhadap tanggung jawab penyelenggara.

“Kami meminta panitia bertanggung jawab secara moral dan administratif atas penyelenggaraan kegiatan,' tegasnya.

"Jangan sampai setelah kejadian seperti ini, tanggung jawab hanya berhenti pada kecelakaan kendaraan. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan yang diterapkan,” tegas Fadli.

Fadli menambahkan bahwa tahun 2025 lalu, Polres Kotamobagu sebenarnya sempat mengecek lokasi sirkuit dan memperingatkan aspek keselamatan penonton. Ia menuntut kepolisian bertindak tegas jika ditemukan adanya unsur kelalaian panitia.

“Kami mendukung penuh proses hukum yang dilakukan kepolisian. Kalau dalam pemeriksaan ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran, siapapun yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum,” katanya.

Panitia Penyelenggara Menyatakan Siap Tanggung Jawab Penuh

Menanggapi gelombang sorotan dan duka para korban, pihak panitia penyelenggara menyatakan tidak akan lepas tangan. Ketua Panitia, Lucky Sugeha, terlihat mendatangi langsung para korban di rumah sakit dengan raut wajah terpukul.

“Saya sudah berada di sini, di rumah sakit. Kami siap bertanggung jawab atas para korban yang masih dalam perawatan,” ujar Ketua Panitia Lucky Sugeha.

Ia menegaskan pihak panitia bakal menanggung seluruh pembiayaan perawatan medis para korban sampai pulih.

"Intinya kami siap bertanggungjawab penuh atas kejadian ini," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.