Liputan6.com, Jakarta - Pengguna akun ChatGPT gratis kini bisa menikmati obrolan tanpa batas (chat tanpa limit). Berita ini menyedot perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (9/8/2026) kemarin.
Berita lain yang juga populer yaitu mengenai deretan tombol shortcut YouTube yang bikin streaming makin seru dan praktis.
Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.
1. Akun Gratis ChatGPT Kini Bisa Chat Tanpa Limit
OpenAI memperkenalkan banyak pembaruan pada ChatGPT dan membawa angin segar bagi para pengguna, terutama pengguna akun gratis. Kini, mereka dapat menikmati obrolan tanpa batas (chat tanpa limit).
Perusahaan mengatakan pengguna akun gratis tidak lagi mendapat batasan harian untuk menggunakan layanan obrolan berbasis teks. Selain itu, model bawaan akun gratis resmi ditingkatkan ke GPT-5.6 Luna.
Diwartakan Digital Trends, Minggu (8/8/2026), model ini dilengkapi context window raksasa sebesar 1.050.000 token dan basis pengetahuan hingga 16 Februari 2026.
Sifatnya juga multimodal, mampu memproses input teks serta media. Meskipun demikian, sistem ini belum mendukung audio atau video, dan batasan unggahan berkas media untuk akun gratis tetap berlaku.
Tidak hanya itu, OpenAI menawarkan fitur tombol “Think” untuk akun gratis. Fitur ini memungkinkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) beralih ke mode berpikir mendalam saat ditanya pertanyaan rumit yang membutuhkan penalaran beserta penggalian informasi ekstra.

Hal paling merepotkan ketika menonton video YouTube adalah kontrol video. Terkadang terasa mengganggu karena harus memindahkan kursor untuk mengatur volume, melompat ke ke bagian akhir, atau mengubah resolusi.
Terlebih akan sangat menjengkelkan ketika mencari berbagai menu dan tampilan video jadi tertutupi.
Dikutip dari BGR, Minggu (9/8/2026), terdapat cara yang lebih praktis dan efisien dengan menggunakan keyboard shortcut.
Selain tombol play dan pause, YouTube menyimpan puluhan pintasan tersembunyi guna mengubah pengalaman menonton jadi seperti profesional.

Sebuah peristiwa dialami jurnalis teknologi, Ben Wodecki, saat terbang ke Las Vegas pada Juni 2025. Saat itu, ia melihat awak pesawat ketakutan sambari menuju ke bagian belakang pesawat, diikuti dengan asap dan kemunculan penumpang yang panik.
Peristiwa itu terjadi karena ada seorang penumpang menggunakan power bank selama penerbangan, dan perangkat tersebut mengalami panas berlebih hingga berujung terbakar bahkan kursi di dekatnya juga ikut terbakar.
Hal ini menggambarkan alasan di balik kenapa membawa perangkat bertenaga baterai, khususnya baterai litium-ion sangat dilarang dalam penerbangan. Demikian sebagaimana dilaporkan BBC, Minggu (9/8/2026).
Menurut Jonathan Nicholson dari Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) Inggris, baterai litium-ion dalam industri penerbangan, merupakan risiko paling besar selama beberapa tahun terakhir.
Sebuah studi terbaru Amerika Serikat (AS) menunjukkan industri penerbangan seluruh dunia terdampak oleh insiden baterai litium-ion tiap minggunya dengan berbagai insiden.
Pada Januari 2025, pesawat Air Busan remuk saat berada di landasan Bandara Gimhae di Korea Selatan. Penyelidik menyimpulkan alasannya karena power bank yang tertinggal di penyimpanan bagasi kabin.