TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaksanaan Mahasabha XIII PHDI akan digelar pada 8 - 11 Oktober 2026 di Jakarta.
Jelang pelaksanaan Mahasabha, dilakukan beberapa rangkaian FGD pra Mahasabha di beberapa daerah termasuk di Bali.
Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak menyebut, pelaksanaan FGD di Bali yang dipusatkan di UNHI Denpasar berjalan sangat antusias baik langsung maupun daring.
Terkait Mahasabha, PDHI Bali berharap agar bukan hanya menjadi ajang kontestasi, melainkan juga penguatan PHDI.
Baca juga: Kebakaran Bromo Meluas, PHDI Bali Imbau Umat Hindu Tunda Tirta Yatra hingga Kondisi Normal
"Kami berharap ada paradigma baru, agar Mahasabha bukan sekadar kontestasi, tapi bagaimana mengimplementasikan ajaran Weda," kata Kenak, Senin, 10 Agustus 2026.
Kenak menyebut selain Bali, FGD juga akan menyasar wilayah lain seperti NTB, Palu, hingga Palangkaraya sebelum digelar Mahasabha di Jakarta.
Ia menyebut, Mahasabha akan digelar di Hotel Grand Sahid Jakarta dengan peserta 700 hingga 800 dan undangan ribuan orang.
Salah satu yang akan dikawal oleh Bali dalam Mahasabha ini yakni persyaratan Dharma Adyaksa.
"Biar tidak baru madiksa, besok jadi Ketua Sabha Pandita, harus ada jenjangnya," paparnya.
Ia juga berharap perbedaan dalam pelaksanaan Mahasabha bisa dihargai dan berlangsung demokratis.
Jangan sampai jika ada usulan yang tak sejalan dianggap sebagai permusuhan.
Untuk perwakilan dari PHDI Bali, akan dihadiri oleh tiga orang yakni sulinggih, sabha walaka, dan pengurus harian.
Meski begitu, ia menyebut banyak perwakilan Bali yang duduk di kepengurusan PHDI Pusat.
"Kami dari PHDI Bali saat ini sedang menyusun laporan pertanggungjawaban perjalanan organisasi di Bali," ungkapnya.
Terkait calon, Kenak menyebut memang ada survei yang memunculkan nama-nama potensial.
Bahkan ada calon yang saat ini tengah menghangat untuk menjadi calon ketua.
Akan tetapi Kenak tak mau menyebutkan nama.
Baginya, saat ini ada banyak tokoh nasional yang mumpuni yang bisa menjadi calon ketua.
Namun untuk PHDI Bali, saat ini masih melihat potensi masing-masing tokoh tersebut.
"Kami masih menunggu perkembangan selanjutnya. Karena ada banyak tokoh nasional yang mumpuni di bidangnya. Kami masih pelajari dan akan mencari yang memang betul-betul mau ngayah. Tapi intinya, Mahasabha ini bukan sekadar ajang kontestasi, tapi juga mencari masukan dan pembenahan," paparnya. (*)