Fakta Baru Mobil Tabrak Penonton Drag Race di Upai Kotamobagu Sulut, Total Korban Hingga Izin Acara
Dewangga Ardhiananta August 10, 2026 03:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini fakta baru kecelakaan mobil drag race tabrak penonton di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu 9 Agustus 2026.

Total korban meninggal 8 orang.

Polda Sulut pun bakal menginvestigasi kasus ini secara mendalam.

Kejadian tragis ini menyisakan duka yang mendalam.

Banyak ucapan duka dan sorotan di media sosial.

Bagaimana fakta selengkapnya?

Simak yang telah dirangkum Tribun Manado di sini.

Fakta Mobil Tabrak Penonton Drag Race di Upai Kotamobagu

8 Orang Meninggal

Berikut update korban tabrakan mobil drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Sulut, Senin (10/8/2026).

Sebelumnya Minggu (9/8/2026) hingga pukul 21.00 WITA korban meninggal dunia tercatat menjadi 7 orang.

Ketujuh korban tersebut dari dua rumah sakit berbeda yakni 5 orang di RSUD Kotamobagu Kelurahan Pobundayan dan 2 di RSUD Monompia.

Terbaru, pada dini hari tadi satu korban luka berat di RSUD Monompia juga dinyatakan meninggal.

"Dini hari tadi 1 korban luka berat yang ditangani dan dalam perawatan RSUD Monompia juga sudah meninggal," ucap Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kotamobagu Wahdania Mantang.

Korban kedelapan laki-laki asal Desa Bilalang 4.

"Korban meninggal dunia yakni Ali Jojang warga Desa Bilalang 4," jelasnya.

Berikut identitas para korban meninggal:

Korban Meninggal:

1. Januni Pusung: perempuan, 35 tahun. Alamat, Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolmong

2. Harianti Mokoginta: perempuan. Alamat: Bilalang 3, Kabupaten Bolmong

3. Lisma Mokoginta: perempuan, 38 tahun. Alamat: Bilalang III, Bolmong

4. Ali Ponamon: laki laki, 65 tahun. Alamat: Desa Pontodon, Kota Kotamobagu

5. Bio Mokoagow: perempuan, 74 tahun. Alamat: Bilalang 3, Bolmong

6. Nilawati Mokodongan: perempuan. Alamat: Pontodon Induk, Kotamobagu

7. Rugaina Manangin: perempuan. Alamat: Bilalang, Bolmong

8. Ali Jojang, Laki-laki, Alamat Bilalang 4.

Korban Luka:

Dirawat di RS Monompia, Kabupaten Bolmong

1. Hadi Toisi. Alamat: Pangian Tengah, Bolmong (LB)

2. Murdani Pobela. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB)

3. Muxin Dondo. Alamat: Pontodon Timur, Kotamobagu (LB)

4. Arhan Mokoginta. Alamat: Bilalang 3, Bolmong (LB)

5. Rapiska Mokodongan. Alamat: Genggulang (LB)

5. Enjelia Lito. Alamat: Bilalang 3, Bolmong  (LB) .

7. Prasetio Mokodongan. Alamat: Pontodon, Kotamobagu (LR) .
 
Dirawat di RS Pobundayan Kotamobagu

1. Rina Longkun. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB)

Polda Sulut Investigasi Mendalam

Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie memberikan keterangan terkait tragedi drag race yang terjadi di Kotamobagu dan mengakibatkan sejumlah orang menjadi korban. 

Tragedi maut dalam ajang balap drag race di Kotamobagu terjadi pada, Minggu (9/8/2026).

Irjen Pol Roycke Langie menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga korban yang ditinggalkan.

“Yang pertama saya tentunya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang telah terjadi. Saya turut prihatin dan saya menyampaikan duka cita kepada keluarga. Sudah delapan orang yang meninggal dunia,” ujar Irjen Pol Roycke, kepada awak media di Manado, Senin (10/8/2026).

Kapolda menegaskan, aparat kepolisian langsung melakukan langkah-langkah penanganan di lokasi kejadian.

Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap secara jelas faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan maut tersebut.

“Hari ini saya akan melakukan penelitian dan penyelidikan yang intensif dan mendalam, hal-hal apa yang menyebabkan sehingga terjadi crash atau kecelakaan ini,” tegasnya.

Menurutnya, proses penyelidikan bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan seluruh fakta dan aspek hukum dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut terungkap.

“Bukan mencari kesalahan ya, tapi tentunya kita kan harus melihat kalau ada pelanggaran hukum, saya harus proses. Karena ini bagian daripada pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Setelah menyampaikan pernyataan, Kapolda bersama rombongan langsung menuju ke Kotamobagu.

Kapolda akan menjenguk secara langsung para korban yang sementara dirawat di beberapa rumah sakit.

Izin penyelenggaraan

Warga pun bertanya-tanya terkait izin penyelenggaraan drag race yang digelar di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunmanado.co.id, Senin 10 Agustus 2026, izin penyelenggaraan drag race tersebut dikeluarkan oleh Polda Sulut.

Hal ini dikatakan salah seorang panitia berinisial SP.

Menurutnya, sebelum penyelenggaraan drag race tersebut panitia melakukan permohonan izin ke Polda Sulut.

Setelah izin dikeluarkan, panitia kemudian berkonsultasi dengan Polres Kotamobagu.

"Izinnya dari Polda Sulut, kalau di Polres Kotamobagu hanya pengamanan," beber dia.

Ia membeberkan pelaksanaan drag race di Kotamobagu sudah direncanakan sejak empat bulan lalu.

Bahkan saat pembukaan ikut dihadiri oleh Wali Kota dan Kapolres Kotamobagu.

"Kami mendapatkan dukungan dari pemerintah dan kepolisian dalam kegiatan ini. Tapi tak ada yang mau kecelakaan itu terjadi," ucapnya.

Duka Wali Kota Kotamobagu

Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib menyampaikan duka mendalam bagi para korban drag race Kelurahan Upai, Kotamobagu Utara, Sulawesi Utara, Senin (10/08/2026).

Ungkapan duka mendalam ini dikatakan Wali Kota saat melayat sekaligus menghadiri pemakaman korban tragedi Drag Race Upai yang meninggal dunia.

Saat turun, wali kota turut didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran pemerintah daerah. 

Kehadiran tersebut menjadi bentuk kepedulian serta penghormatan terakhir kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Pada kesempatan tersebut Weny Gaib menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban, serta keluarga yang tengah berduka atas musibah tersebut.

"Atas nama Pemerintah Kota Kotamobagu, kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga para korban mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ucapnya.

Wali Kota juga menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian nahas yang terjadi dalam pelaksanaan event balapan tersebut hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Menurutnya, tragedi ini menjadi duka bersama, khususnya bagi masyarakat Kota Kotamobagu dan keluarga para korban.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengambil pelajaran dari kejadian tersebut, terutama dalam memastikan aspek keselamatan dan keamanan menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat dan penonton.

“Saya berharap kejadian ini pertama dan terakhir di daerah kita. Ini harus menjadi pembelajaran bagi kita bersama,” tandasnya.

Pebalap Dirujuk ke Manado

Tian Ngantung pebalap yang terlibat lakalantas dalam drag race maut di kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kotamobagu, kini dirawat di Manado.

Saat dihubungi Tribunmanado.co.id Minggu 9 Agustus 2026, Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi mengatakan bahwa pebalap yang terlibat dalam drag race maut tersebut juga mengalami luka cukup serius.

Menurutnya, Tian Ngantung sempat dirawat di RSU Monompia usai kecelakaan.

"Pebalapnya sempat dirawat juga di RSU Monompia. Tapi karena disana juga banyak keluarga korban, maka yang bersangkutan kita pindahkan," kata dia.

"Jadi saat ini pebalapnya sudah dirujuk ke Manado," ucap dia.

Waafi menegaskan sang pebalap belum menjalani pemeriksaan.

"Pastinya akan kita periksa. Tapi saat ini belum bisa karena masih dalam perawatan," tuturnya.

"Tadi saat dirujuk ke Manado, semua wajah pebalap penuh dengan perban," beber Waafi.

Polres Kotamobagu Ambil Alih Kasus

Satreskrim Polres Kotamobagu mengambil alih kasus drag race maut di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Minggu 9 Agustus 2026. 

"Iya sudah kita tangani," kata Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi via telepon.

Meskipun begitu, perwira dua balok ini menegaskan belum ada yang diperiksa. 

"Kalau diperiksa belum ada," ucapnya.

"Saat ini kita masih fokus untuk pemulihan para korban," tegas dia. 

Mantan Katim Resmob Polda Sulut ini menegaskan masih akan mempelajari soal regulasi dari kegiatan tersebut.

Waafi juga belum mengetahui soal alasan sang pebalap keluar dari jalur. 

"Kalau soal itu kita masih cari tahu," tuturnya.

Tuai Sorotan

Drag race maut yang terjadi di kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kotamobagu, Minggu 9 Agustus 2026, langsung menuai sorotan. 

Pasalnya kecelakaan satu mobil balap yang keluar dari lintasan tersebut sudah menewaskan tujuh orang korban.

Sorotan datang dari keamanan lintasan balapan yang ada di jalan Upai tersebut. 

Banyak warga Kotamobagu menyoroti soal pembatas penonton yang hanya menggunakan tali plastik.

"Pembatasan tepian jalan hanya menggunakan tapi plastik. Ini sangat tidak aman bagi warga yang menonton balapan," ujar Rifan salah seorang warga ketika ditemui Tribunmanado.co.id di kelurahan Upai. 

Ia menegaskan panitia seakan membiarkan hal ini. 

Bahkan di tepian jalan yang jadi lintasan pebalap, para penonton sangat dekat. 

"Harusnya hal seperti ini diperhatikan. Akhirnya sekarang ada korban," katanya lagi. 

Sorotan juga datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bolaang Mongondow Raya (BMR). 

Ketua Umum HMI Cabang BMR, Fadli Korompot menilai peristiwa yang menyebabkan sejumlah penonton menjadi korban tersebut tidak boleh berhenti sebatas kecelakaan di lintasan. 

Menurutnya, peristiwa itu harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan dan tanggung jawab penyelenggara kegiatan.

Fadli meminta pihak panitia penyelenggara memberikan penjelasan secara terbuka mengenai standar keamanan yang diterapkan selama perlombaan.

Khususnya terkait posisi penonton, pembatas lintasan, kesiapan petugas keselamatan, tim medis, serta prosedur ketika kendaraan mengalami kondisi tidak terkendali.

“Kami meminta panitia bertanggung jawab secara moral dan administratif atas penyelenggaraan kegiatan,' tegasnya.

"Jangan sampai setelah kejadian seperti ini, tanggung jawab hanya berhenti pada kecelakaan kendaraan. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan yang diterapkan,” tegas Fadli.

Menurutnya, olahraga otomotif memang memiliki risiko, tetapi risiko tersebut semestinya dikelola melalui sistem keselamatan yang ketat.

Terlebih, kegiatan yang melibatkan kendaraan dengan kecepatan tinggi harus menempatkan keselamatan pembalap dan penonton sebagai prioritas utama.

Sorotan tersebut menjadi semakin penting karena sebelumnya, dalam penyelenggaraan drag race di Kotamobagu pada 2025, Polres Kotamobagu pernah melakukan pemeriksaan terhadap lokasi sirkuit dan menekankan aspek keamanan, termasuk area yang dinilai rawan kecelakaan.

Fadli juga meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap insiden tersebut.

Menurutnya, publik perlu mendapatkan kejelasan mengenai kronologi kecelakaan, kondisi kendaraan, faktor yang menyebabkan mobil keluar dari jalur, hingga standar pengamanan di lokasi saat kejadian.

“Kami mendukung penuh proses hukum yang dilakukan kepolisian. Kalau dalam pemeriksaan ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran, siapapun yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum,” katanya.

Kronologi

Insiden maut tersebut terjadi pada drag bike yang berlangsung di Kelurahan Ipai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu.

Berjarak sekitar 184 km dari Kota Manado, ibu kota Sulawesi Utara.

Kejadian Minggu 9 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 WITA.

Turnamen ini tercatat diikuti 590 starter kelas sepeda motor dan 337 starter kelas mobil.

Sementara mobil yang mengalami kecelakaan tersebut diketahui adalah pebalap dari tim Pangeran 05 McJoe bernama Tian Ngantung.

Ia turun di kelas Free For All (FFA) menggunakan mobil Honda Jazz.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Tian awalnya melaju seperti biasa dalam lintasan balap.

Tidak terlihat adanya kendala saat mobil melaju menuju garis finis.

Namun, setelah melewati garis finis dan memasuki area pengereman sekitar 100 meter, mobil tersebut mengalami crash dan kemudian menabrak sejumlah penonton yang berdiri di sisi arena.

Benturan tersebut menyebabkan sejumlah penonton menjadi korban.

Pasca-insiden, pelaksanaan drag race di lokasi tersebut dihentikan.

Para korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi juga sudah mengamankan mobil jenis Honda Jazz yang terlibat tragedi drag race.

Mobil milik tim Pangeran 05 McJoe yang dikendarai Tian Ngantung itu kini berada di Mapolres Kota Kotamobagu.

Ketua panitia drag race Lucky Sugeha sempat terlihat mendatangi para korban di RS.

Lucky Sugeha menegaskan siap bertanggungjawab atas musibah itu.

Ia juga akan menanggung sepenuhnya biaya pengobatan para korban di rumah sakit.

(TribunManado.co.id/Pin/Fer/Nie)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.