Dipindahkan oleh
Pemantauan Roshn: Al-Hilal, "Galacticos" palsu yang butuh tambahan kekuatan!
Sang kapten menghadapi tugas yang sulit
Di atas kertas, Al-Hilal memiliki semua yang diinginkan tim pemburu gelar: nama-nama mendunia, pemain bintang yang sarat pengalaman, dan skuad yang mampu menentukan hasil laga apa pun. Namun sepak bola tidak diukur hanya dari banyaknya bintang. Semuanya bergantung pada seberapa cocok peran-peran itu tersusun dan bagaimana tiap posisi saling melengkapi.
Di sinilah paradoks yang dihadapi "Sang Pemimpin" menjelang musim baru. Al-Hilal memiliki nama-nama yang bisa membuat sebagian orang menyebut mereka "Galacticos", tetapi skuad ini masih memiliki lubang yang jelas di sejumlah posisi. Masalah lain bahkan telah mengeras menjadi krisis nyata, baik karena sulitnya melepas beberapa pemain maupun kegagalan menemukan pengganti yang tepat.
Terjepit di antara tuntutan Simone Inzaghi, keinginan manajemen untuk membentuk ulang skuad, dan kesulitan memasarkan beberapa kontrak, Al-Hilal menghadapi bursa transfer yang bukan sekadar soal menambah satu bintang baru. Ini adalah soal mengkalibrasi ulang skuad yang lebih membutuhkan solusi ketimbang nama-nama baru.
Sayap kanan: kepingan yang hilang
Posisi sayap kanan tampak menjadi salah satu persoalan paling mendesak yang memerlukan intervensi cepat di Al-Hilal, terutama dengan pemain Brasil Malcom yang dikaitkan dengan kepindahan pada periode saat ini.
Malcom memiliki kualitas dan pengalaman untuk mengisi peran itu. Namun ketidakjelasan soal masa depannya membuat Al-Hilal menghadapi kemungkinan kehilangan salah satu opsi penting mereka di sisi kanan, tepat ketika Inzaghi ingin menambah winger asing baru yang mampu memberi perbedaan.
Di sinilah masalahnya. Jika Malcom pergi tanpa datang pengganti yang sepadan, tim akan kekurangan pilihan di lini serang. Bersaing memperebutkan gelar menuntut lebih dari sekadar satu pemain yang mampu menempati posisi yang sama.
Benzema: krisis yang tidak diinginkan Inzaghi
Berkas kedua menyangkut Karim Benzema dari Prancis, yang tampaknya belum mendapat dukungan penuh dari Inzaghi, menurut perkembangan terbaru di sekitar skuad dan kebutuhan teknis tim.
Baca juga: Bagaimana pasar transfer Saudi mengendalikan kesepakatan Rodri dan Barcelona?
Masalahnya, Benzema sendiri tidak ingin pergi, dan itu membuat Al-Hilal berada dalam dilema nyata. Sang pelatih memandang lini serang dengan cara berbeda. Sementara sang pemain bersikeras untuk tetap bertahan.
Kehadirannya di dalam skuad bukanlah krisis karena nama besar atau kemampuannya. Persoalannya adalah, mempertahankannya berarti tetap menyimpan satu pemain asing di posisi ketika Al-Hilal perlu mengatur ulang slot mereka, terutama dengan masalah yang lebih pelik yang membayangi dalam sosok Darwin Nunez.
Nunez: kontrak yang telah menjadi beban
Keputusan Al-Hilal merekrut Darwin Nunez termasuk salah satu perjudian terbesar mereka, dan itu tidak membuahkan hasil. Penyerang Uruguay tersebut gagal membenarkan besarnya nilai kesepakatan maupun ekspektasi yang menyertainya.
Tidak butuh waktu lama bagi Nunez untuk keluar dari rencana domestik klub. Sosok yang dulu dinanti sebagai rekrutan menyerang kini justru berubah menjadi masalah yang ingin disingkirkan manajemen, terutama karena keberadaannya menghabiskan satu slot pemain asing yang sebenarnya bisa dipakai untuk memperkuat area lain di lapangan.
Upaya melepas kontraknya sejauh ini terbukti terlalu sulit. Al-Hilal tidak bisa membentuk ulang skuad mereka selama ia masih bertahan, dan krisis itu hanya semakin dalam dari pekan ke pekan.
Bek tengah: bahaya yang tidak terlihat dalam gambar
Jika nama-nama di lini serang yang memberi Al-Hilal citra "Galacticos", maka lini belakang menceritakan kisah yang berbeda.
Di posisi bek tengah, Al-Hilal membutuhkan tambahan yang jelas. Cedera menimpa Kalidou Koulibaly dan Hassan Tambakti, dan masih ada keraguan apakah keduanya akan benar-benar bugar untuk awal musim.
Satu cedera tambahan lagi bisa membuat Inzaghi hanya memiliki sangat sedikit pilihan, padahal pada musim ini Al-Hilal akan memburu prestasi di lebih dari satu ajang. Karena itu, merekrut satu bek tengah baru tampak bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan untuk menjaga keseimbangan pertahanan.