BANGKAPOS.COM -- Mobil Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, terjebak di jalanan rusak di wilayah Desa Helau, Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, Sabtu (8/8/2026).
Momen tersebut terekam lewat kamera seorang warga yang kini menjadi viral.
Dalam video yang berdurasi lebih dari 2 menit, mobil Bupati terlihat melewati jalan berbatu dan dipenuhi lubang.
Mobil berpelat merah itu nampak dikawal sejumlah petugas saat melintasi jalan yang kondisinya memprihatinkan.
Seorang perempuan yang merekam kejadian lantas menyampaikan keluhan kepada Radityo.
Baca juga: Sosok Kombes Teddy Fanani, Eks Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Babel Diduga Pukul Sopir di Padang
"Pak, mohon perhatiannya. Tolong jalan diperbaiki, Pak. Sudah lama. Katanya terakhir sentuhan renovasi itu 2007, Pak," ujar perempuan tersebut.
Ia bahkan meminta Bupati merasakan langsung kondisi jalan yang selama ini harus dilalui warga.
"Kan Bapak aja ngeri, Pak? Mobil bagus, Pak," lanjutnya.
Pada video itu, Egi tampak meminta maaf pada warga soal jalan yang rusak.
Sambil berpamitan dengan warga yang berebut salaman, ia menyampaikan permohonan maaf.
"Maaf ya jalannya belum bagus ya, nanti kita bagusin ya," kata Egi ke warga
Radityo Egi merupakan Bupati Lampung Selatan 2025–2030.
Ia lahir pada 20 Juli 1988.
Radityo Egi menikahi Zita Anjani pada 2012 lalu.
Zita Anjani dikenal sebagai politikus Indonesia, Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 dan 2024-2029.
Pada periode 2019-2024, Zita menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Amanat Nasional.
Zita merupakan anak dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
Di sisi lain, Egi merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Geodesi.
Usai lulus sarjana, ia kemudian melanjutkan pendidikannya sebagai Master of Business Administration (MBA) dari Middlesex University, London.
Karier Radityo dimulai sebagai penguasaha. Ia merintis bisnis di bidang properti yang kemudian berkembang ke sektor lain.
Baca juga: Sosok Candra Waskito, Bos Royal Phone Ambarawa Tewas Dibunuh, Motif Ingin Kuasai Harta Korban
Egi sempat menjadi developer dengan omzet ratusan miliar.
Kini ia juga terjun ke dunia pendidikan hingga mendirikan sebuah yayasan pendidikan.
Ia juga ikut andil dalam membangun Jokowi Learning Center di SMA Kebangsaan, Lampung Selatan, Lampung.
Pria yang biasa disapa Egi itu kini juga menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat.
Radityo Egi Pratama bersama M Syaiful Anwar dideklarasikan sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan pada Pilkada 2024.
Egi diusung oleh Golkar, Gerindra, PAN, PKB, Nasdem, Demokrat, PPP, PSI, Garuda, Gelora, dan Partai Ummat.
Alhasil, mereka terpilih sebagai kepala daerah Lampung Selatan saat ini.
Mobil dinas Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama harus memperlambat lajunya ketika melintasi jalan yang rusak parah di wilayah Desa Helau, Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, Sabtu (8/8/2026).
Video mobil Raditya melintasi jalan tersebut viral di media sosial usai direkam warga.
Dalam rekaman berdurasi lebih dari 2 menit itu, mobil tersebut terlihat melewati jalan berbatu dan dipenuhi lubang.
Nampak mobil berpelat merah itu dikawal sejumlah petugas saat melintasi jalan yang kondisinya memprihatinkan.
Salah seorang perempuan yang merekam kejadian lantas menyampaikan keluhan kepada Radityo.
"Pak, mohon perhatiannya. Tolong jalan diperbaiki, Pak. Sudah lama. Katanya terakhir sentuhan renovasi itu 2007, Pak," ujar perempuan tersebut.
Ia bahkan meminta bupati merasakan langsung kondisi jalan yang selama ini harus dilalui warga.
"Kan Bapak aja ngeri, Pak? Mobil bagus, Pak," lanjutnya.
Akibat kondisi jalan yang rusak, tak sedikit warga merasa kesulitan saat beraktivitas. Bahkan, ada warga yang jatuh hingga pingsan akibat kondisi jalan itu.
"Sudah benar-benar, Pak, korbannya. Sampai ada yang pingsan. Di atas lebih parah lagi, Pak. Tolong Pak, jangan janji-janji saja. Susah sekali kami di sini, Pak," katanya.
Mobil dinas Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama melintasi jalan rusak parah di Desa Baru Ranji.
Radityo nampak membuka kaca jendela ketika mendengar keluhan warga.
Adapun ruas jalan rusak yang dilaluinya merupakan akses warga Desa Tanjung Baru dan Desa Baru Ranji.
Dikonfirmasi terpisah, Radityo membenarkan dirinya melintasi jalan tersebut saat melakukan kunjungan ke lapangan.
Berdasarkan keterangan masyarakat, ruas jalan itu terakhir diperbaiki pada 2007.
Menurut Radityo, perbaikan ruas jalan tersebut sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah untuk 2026.
"Bismillah, akhir tahun ini ada perbaikan," kata Radityo kepada Kompas.com, Minggu (9/8/2026).
Ia mengakui, kerusakan jalan menjadi persoalan besar yang dihadapi Lampung Selatan. Kondisi jalan kabupaten sangat beragam.
Sementara, kemampuan anggaran daerah terbatas, sehingga pemerintah harus menentukan prioritas perbaikan infrastruktur.
"Jalan di Lampung Selatan 30 persen rusak, 70 persen rusak banget," ujarnya.
Radityo mengaku terkejut setelah melihat langsung kondisi jalan tersebut. Sebelumnya, dirinya tidak pernah mendapatkan laporan yang menggambarkan tingkat kerusakan nyata.
"Kalau saya enggak ke sini, saya enggak ngerti, Bu, kalau jalanannya separah itu," katanya.
"Saya ampunan pisan. Kalau memang belum ada sentuhan di sini, pikiran saya enggak separah ini. Saya enggak tahu, betul. Karena saya enggak pernah dapat laporan dari lapangan," lanjutnya.
"Makanya tadi saya tegur camat, saya marah betul, karena saya enggak tahu separah itu jalanannya." ujarnya.
Ia meminta laporan tidak hanya berupa informasi tertulis, tetapi juga dilengkapi dokumentasi kondisi jalan dan dampaknya terhadap warga.
"Kalau perlu, kalau pas ada masyarakatnya jatuh, kirim foto, gitu loh. Jadi saya ngerti kalau situasinya jalanannya benar-benar parah," katanya.
Radityo menambahkan, luasnya wilayah Lampung Selatan membuat kebutuhan anggaran pembangunan infrastruktur cukup besar. Sementara, anggaran yang tersedia terbatas.
"Karena gini, mungkin kalau belum kebagian, karena Lampung Selatan kan luas, cuma duitnya terbatas. Jadi harus pintar-pintar saya membagi jatah," ujarnya.
Ia menganalogikan kondisi tersebut dengan mengatur kebutuhan rumah tangga ketika penghasilan terbatas.
"Kayak di dapur rumah Bapak-Ibu. Kebutuhannya banyak, uang dapurnya terbatas. Kan harus pintar-pintar membagi," kata Radityo.
Meski demikian, ia memastikan ruas jalan yang dilintasi saat kunjungan tersebut telah masuk dalam perencanaan perbaikan.
Pemerintah daerah juga akan memetakan titik-titik jalan yang dinilai paling mendesak untuk ditangani.
(Bangkapos.com/Kompas.com/TribunnewsBogor.com)