Disdik Sulbar Janji Bantu SMAN 1 Bulu Taba, Dua Ruang Kelas Dapat Meja dan Kursi
Abd Rahman August 10, 2026 03:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan bantuan sarana dan prasarana untuk SMA Negeri 1 Bulu Taba, Kabupaten Pasangkayu, yang mengalami keterbatasan meja dan kursi di sejumlah ruang kelas.

Bantuan tersebut rencananya mulai direalisasikan pada 2026.

Namun, pengadaan dilakukan secara bertahap karena pemerintah provinsi harus menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran dan kebutuhan sekolah lain di Sulawesi Barat.

Kepala Bidang SMA Disdik Sulbar, Imran, mengatakan pihaknya telah mengetahui kondisi sarana dan prasarana di SMAN 1 Bulu Taba yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

Baca juga: Kebakaran 1 Hektar Lahan Kakao dan Sawit di Mahahe Mateng, Kerugian Capai Rp20 Juta

Baca juga: Pemprov Sulbar Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan Jelang HUT ke-81 RI, Perkuat Semangat Persatuan

“Insya Allah kita upayakan untuk tahun ini dua dulu, dua ruangan dulu,” kata Imran saat ditemui di Kantor Disdik Sulbar, Kompleks Kantor Gubernur Sulbar, Senin (10/8/2026).

Dua ruang kelas tersebut akan menjadi prioritas pengadaan meja dan kursi pada tahun ini. Sementara kebutuhan sarana untuk ruang kelas lainnya akan diupayakan melalui pengadaan pada 2027.

Dalam satu rombongan belajar atau rombel terdapat sekitar 36 siswa. Artinya, dua rombel membutuhkan sedikitnya 72 meja dan 72 kursi untuk siswa.

Selain meja dan kursi siswa, Disdik Sulbar juga akan mengupayakan kebutuhan pendukung lainnya, seperti meja dan kursi guru serta lemari untuk ruang kelas.

Imran menjelaskan, pemerintah tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan sarana sekolah sekaligus. Anggaran yang tersedia harus dibagi untuk sekolah-sekolah lain yang juga mengalami persoalan serupa.

“Tidak bisa langsung semua kita penuhi karena ada sekolah lain yang juga membutuhkan. Jadi kita lihat berdasarkan tingkat kebutuhan dan kemampuan anggaran,” ujarnya.

Data Dapodik Jadi Dasar

Imran juga meminta pihak sekolah aktif memperbarui data sarana dan prasarana melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Menurutnya, data tersebut menjadi salah satu acuan pemerintah dalam menentukan sekolah yang membutuhkan bantuan sarana dan prasarana.

“Operator Dapodik harus rutin memperbarui data. Dari data itulah kita bisa melihat kondisi sekolah dan menentukan mana yang menjadi prioritas,” katanya.

Saat ini, kata Imran, terdapat sekitar 95 SMA di Sulawesi Barat yang menjadi perhatian pemerintah provinsi terkait kebutuhan sarana dan prasarana.

Dengan jumlah sekolah yang cukup banyak dan keterbatasan anggaran, pemenuhan sarpras harus dilakukan secara bertahap.

Pemerintah akan menentukan prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan masing-masing sekolah serta hasil verifikasi di lapangan.

Untuk SMAN 1 Bulu Taba, bantuan dua ruang kelas menjadi langkah awal. Kekurangan sarana lainnya akan kembali diupayakan pada tahun berikutnya sesuai kemampuan anggaran pemerintah provinsi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.