Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Ancaman terhadap petani padi di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tak hanya datang dari musim kemarau.
Serangan hama wereng cokelat dan walang sangit juga memangkas hasil panen hingga membuat sejumlah petani mengalami gagal panen.
Kondisi itu salah satunya dirasakan Sarmin (62), petani yang menggarap sawah di wilayah Kecamatan Padaherang.
Pada musim panen kali ini, hasil yang diperolehnya anjlok drastis dibandingkan musim sebelumnya.
Dari lahan seluas 200 bata, kini ia hanya mampu menghasilkan gabah padi sekitar 2,5 kuintal. Padahal, musim panen sebelumnya, lahan yang sama sempat menghasilkan sekitar 1,3 ton lebih.
"Sekarang panen gak maksimal. Dari dua ratus bata paling dapat 2,5 kuintal. Dulu sempat dapat 1,3 ton. Jadi, ya kita gagal panen," ujar Sarmin kepada Tribun Jabar di Padaherang, Senin (10/8/2026) siang.
Menurutnya, penurunan produksi tidak semata-mata akibat kekurangan air di musim kemarau. Serangan hama yang terjadi sepanjang masa tanam ikut membuat tanaman padi rusak dan bulir tidak terisi sempurna.
Baca juga: Kejari Karawang Lelang 25 Motor dan 5 Mobil Barang Rampasan
"Sekarang banyak hama walang sangit dan wereng coklat. Jadi, habis sama hama. Ada yang sudah berbuah tapi kosong, terus batangnya ada yang kuning dan akhirnya mati," katanya.
Kepala Desa Paledah, Yanto, membenarkan persoalan hama menjadi satu keluhan yang banyak disampaikan petani di wilayahnya.
Dari berbagai jenis hama yang muncul, wereng cokelat menjadi yang paling banyak diperbincangkan petani tahun ini.
"Kalau saat ini kami belum mendengar. Cuma yang dibahas sekarang ramai di masyarakat dari petani itu wereng, wereng cokelat. Yang lain-lain belum. Dulu pernah ada kupu-kupu putih, ada lagi semacam ulat. Tapi untuk tahun ini yang ramai baru wereng," ucap Yanto.
Sementara itu, Kepala Desa Maruyungsari, Tusiman, mengatakan serangan hama walang sangit juga masih menjadi ancaman bagi tanaman padi, terutama ketika memasuki fase pengisian bulir.
"Hama walang sangit itu ada, dan biasanya diatasi dengan disemprot petani," ujarnya.
Menurutnya, serangan walang sangit sejauh ini masih dapat ditangani petani. Namun, keberadaan hama tersebut tetap menjadi kekhawatiran karena berpotensi menekan produktivitas tanaman padi.
"Jadi, meskipun sekarang tidak kebanjiran, hama walang sangit menjadi bayangan bagi petani. Tapi insyaallah masih bisa ditangani," kata Tusiman. (*)