TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagi Ranti Kamasaan, suasana di arena drag race Kotamobagu pada hari itu berubah menjadi kepanikan yang sulit dilupakan
Di tengah riuhnya perlombaan, kabar bahwa suaminya, Hadi Toisi, menjadi korban tabrakan membuat langkah Ranti seolah tak lagi terarah.
Hadi merupakan salah satu korban yang mengalami luka berat dalam tragedi drag race tersebut.
Kondisinya yang sempat tak sadarkan diri membuat Ranti diliputi kecemasan.
Baca juga: Fakta Baru Mobil Tabrak Penonton Drag Race di Upai Kotamobagu Sulut, Total Korban Hingga Izin Acara
Sebagai seorang istri, ia hanya bisa berharap suaminya segera mendapatkan pertolongan dan kembali sadar.
Kepanikan semakin terasa ketika Ranti melihat kondisi Hadi setelah insiden terjadi.
Bagi dirinya, Hadi bukan sekadar korban dalam sebuah kecelakaan. Ia adalah suami, sekaligus sosok yang menjadi tumpuan keluarga.
“Dia kepala keluarga,” ujar Ranti, menggambarkan kekhawatirannya saat melihat kondisi sang suami kepada Tribun Manado,Com, di depan gedung IGD RSUP Kandou Manado, Senin (10/8/202).
Di tengah situasi darurat, yang ada dalam pikiran Ranti bukan hanya soal luka yang dialami Hadi, tetapi juga bagaimana kondisi tersebut akan berdampak pada keluarga mereka.
Ranti mengaku panik ketika melihat Hadi dalam kondisi tidak sadarkan diri. Situasi yang berlangsung cepat membuatnya sulit berpikir jernih.
Harapan agar Hadi segera mendapat penanganan medis menjadi satu-satunya yang bisa ia pegang.
Bagi keluarga, insiden tersebut bukan sekadar peristiwa yang terjadi di arena perlombaan. Ada kekhawatiran tentang keselamatan Hadi dan masa depan keluarga yang kini ikut dipertaruhkan.
Bagi Ranti, hari itu meninggalkan ketakutan yang tidak mudah dilupakan. Melihat suaminya tak berdaya menjadi pengalaman yang mengguncang, terlebih Hadi merupakan sosok penting dalam kehidupan keluarganya.
Kini, harapan Ranti sederhana: Hadi dapat melewati masa kritis, menjalani proses pemulihan, dan kembali berkumpul bersama keluarga.
Sebab bagi seorang istri, keselamatan suami bukan sekadar tentang pulih dari luka.
Ada keluarga yang menunggu, ada kehidupan yang harus kembali dijalani, dan ada sosok kepala keluarga yang sangat mereka nantikan untuk kembali pulang.
Kata Yanti, beruntung suaminya itu segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat dan langsung di rujuk ke RSUP Kandou Manado.
“Hari ini kita menunggu semoga suami saya bisa cepat pulih,” tuturnya.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini