PROHABA.CO, BIREUEN - Tragedi memilukan melanda pekerja kebersihan Kabupaten Bireuen.
Sebuah kecelakaan lalu lintas melibat dua armada berat terjadi di ruas Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, kawasan Desa Ceurucok, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Insiden insiden tersebut melibatkan mobil pengangkut sampah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen jenis Colt Mitsubishi bernomor polisi BL 8071 Z dengan satu unit truk box Mitsubishi bernomor polisi BK 8810 CI.
Tabrakan keras ini merenggut nyawa seorang petugas kebersihan serta menyebabkan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Elak Aceh Utara, Dua Pengendara Motor Tewas
Korban meninggal dunia teridentifikasi bernama Basri Adam (51), warga Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Simpang Mamplam.
Korban menghembuskan napas terakhirnya saat berjuang mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Simpang Mamplam akibat luka parah yang dideritanya.
Sementara itu, tiga rekannya sesama petugas kebersihan yang mengalami luka ringan adalah
M. Husaini (33), Pengemudi truk sampah, warga Desa Meunasah Mamplam, Simpang Mamplam.
Zikrullah (20), Petugas kebersihan, warga Desa Meunasah Mesjid, Simpang Mamplam.
Asnawi Muhammad (47), Petugas kebersihan, warga Desa Pulo Dapong, Simpang Mamplam.
Di sisi lain, pengemudi truk box yakni Muchlis (45) warga Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan dan rekannya Mukhlis (43), warga Kota Medan, Sumatra Utara, dilaporkan selamat saat melintas dari arah Medan menuju Banda Aceh.
Baca juga: Kebakaran Hebat di Jagong Jeget Aceh Tengah, 96 Kios dan Ruko Ludes Dilalap Api, 2 Warga Luka Bakar
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bireuen dikemudikan M Husaini bersama tiga petugas kebersihan lainnya, saat itu bertolak dari kawasan Samalanga menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blang Beruru, Kecamatan Peudada.
Saat melintasi kawasan Desa Ceurucok, truk sampah yang melaju menuju arah Peudada beradu fisik secara frontal dengan truk box yang bergerak dari arah sebaliknya (Medan menuju Banda Aceh).
Benturan keras tak terelakkan hingga merusak parah lambung kanan truk sampah.
Kerasnya hantaman membuat sampah yang diangkut membumbung dan berhamburan menutupi badan jalan nasional, yang sempat memicu kemacetan arus lalu lintas.
Petugas lapangan kebersihan wilayah Samalanga, Mustawa, menceritakan detik-detik pascabenturan.
Saat kejadian, terdapat tiga petugas kebersihan yang bertugas di bak belakang armada.
Ketika tabrakan terjadi, Basri Adam terlempar kencang ke arah depan hingga menghempas keras ke atas permukaan aspal.
"Setibanya di lokasi, saya melihat Pak Basri Adam dalam kondisi sangat kritis.
Korban langsung dievakuasi bersama tiga korban lainnya ke Puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong saat mendapat penanganan medis," ungkap Mustawa.
Mustawa mengaku tidak mengetahui secara persis kronologi terjadinya kecelakaan tersebut.
Jajaran Satlantas Polres Bireuen yang dipimpin langsung Kasat Lantas AKP Irwansyah Nasution tiba di lokasi beberapa saat usai kejadian guna melakukan olah TKP, menghimpun keterangan saksi, serta mengurai penumpukan kendaraan.
Kepala DLHK Bireuen, Zaldi AP, S.Sos., beserta jajaran instansi juga langsung turun ke tempat kejadian perkara untuk memantau kondisi armada serta mendampingi para korban.
Saat ini, kasus kecelakaan maut tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polres Bireuen guna memastikan penyebab pasti peristiwa memilukan ini.
(Serambinews.com/Yusmandin Idris)
Baca juga: Kecelakaan Depan Kantor Bupati Aceh Tamiang, Staf Ahli Bupati Luka Serius Usai Tabrakan dengan Truk
Baca juga: 65 Kasus Kecelakaan dalam Dua Bulan, 8 Orang Meninggal Dunia di Jalan Raya Aceh Timur
Sumber: SerambiNews.com