Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan sistem pengelolaan dan pasokan sampah untuk mendukung pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Lampung Raya.
Baca Juga: 51 Persen Tenaga Kerja PSEL Lampung Ditargetkan dari Tenaga Kerja Lokal
PSEL Lampung Raya membutuhkan pasokan sampah sekitar 1.168 ton per hari yang berasal dari wilayah aglomerasi, yakni Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Lampung Timur.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Junaedi Rahmad, mengatakan, pada prinsipnya sampah organik maupun anorganik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku PSEL.
"Kalau prinsipnya semua sampah bisa digunakan, yang penting bukan jenis kaca, besi, dan barang-barang seperti itu," kata Junaedi usai mengikuti rapat Program Strategis Energi Terbarukan di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Senin (10/8/2026).
Menurut Junaedi, pengelolaan sampah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku PSEL nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan sistem pelayanan di masing-masing kabupaten/kota.
Masing-masing pemerintah daerah akan mengatur teknis pengumpulan dan pengangkutan sampah sebelum dibawa menuju fasilitas PSEL.
"Manajemennya nanti di masing-masing kabupaten/kota terkait teknisnya," ujarnya.
Junaedi mengatakan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah juga terus dilakukan di wilayah yang akan menjadi sumber pasokan PSEL.
Termasuk mengenai kemungkinan penambahan Tempat Penampungan Sementara (TPS), hal tersebut masih akan disesuaikan berdasarkan hasil identifikasi di lapangan.
Jika terdapat wilayah yang belum memiliki layanan pengangkutan sampah, pemerintah kabupaten/kota akan melakukan pemetaan untuk menentukan kebutuhan titik pengumpulan maupun TPS.
"Kalau tidak ada layanan, nanti dikolek di TPS. Apakah ada penambahan TPS, itu nanti kabupaten/kota yang mengidentifikasi," jelasnya.
Ia menambahkan, koordinasi teknis antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota akan terus dilakukan untuk memastikan sistem pengumpulan sampah berjalan dan mampu memenuhi kebutuhan PSEL.
Dengan kebutuhan mencapai 1.168 ton sampah per hari, kesiapan sistem pengangkutan dan pengumpulan menjadi salah satu faktor penting agar pasokan bahan baku PSEL Lampung Raya dapat berlangsung secara berkelanjutan.
PSEL Lampung Raya sendiri ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal IV 2028. Proyek tersebut diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik bagi daerah.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)