Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Hamparan sawah seluas lima hektare di Desa Aki Jaya, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mulai menghasilkan panen perdana, Senin (10/8/2026).
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan, panen perdana di Aki Jaya menunjukkan bahwa lahan pertanian di SBT memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
“Panen perdana ini bukan hanya menjadi simbol keberhasilan produksi pertanian, tetapi juga merupakan bukti bahwa Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, khususnya tanaman pangan,” ujarnya.
Baca juga: Tingkatkan Literasi Keimigrasian, UNY Rangkul Naresuan University Thailand Bentuk Kader Young Blood
Baca juga: Jelang HUT ke-81 RI, PLN Imbau Masyarakat Waspadai Bahaya Listrik Saat Memasang Atribut Kemerdekaan
Menurut Fachri, hasil panen tersebut merupakan bagian dari kerja keras petani yang mendapat dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak.
Ia menyebut pendampingan TNI-Polri, penyuluh pertanian serta dukungan pihak terkait diperlukan agar pengelolaan lahan pertanian dapat terus ditingkatkan.
“Dengan kerja keras para petani, dukungan pemerintah, pendampingan TNI-Polri, penyuluh pertanian serta seluruh pihak terkait, kita optimistis potensi lahan pertanian di daerah ini dapat terus dikembangkan,” jelasnya.
Dirinya berkomitmen agar panen perdana tersebut dapat menjadi awal untuk memperluas pengembangan pertanian di SBT.
Ia meminta kegiatan serupa tidak berhenti di Desa Aki Jaya, tetapi dapat mendorong desa-desa lain untuk mengembangkan potensi lahan pertanian yang dimiliki.
Menurutnya, peningkatan produksi pertanian harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
“Kita ingin para petani semakin produktif, kesejahteraannya meningkat, dan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri,” katanya.
Fachri juga meminta agar keberhasilan panen di Aki Jaya dapat menjadi contoh bagi kelompok tani dan masyarakat di desa lainnya.
“Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi tersebut terus dipertahankan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lahan.
Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum panen perdana sebagai dorongan untuk memperluas areal tanam dan meningkatkan semangat bertani.
“Mari kita jadikan panen perdana ini sebagai momentum untuk meningkatkan semangat bertani, memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan lahan pertanian,” pintanya.
Dengan pengembangan lahan dan peningkatan produktivitas secara berkelanjutan, Fachri berharap sektor pertanian SBT semakin kuat dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Ia optimistis sinergi pemerintah, petani dan seluruh pihak dapat mendorong SBT memberikan kontribusi terhadap terwujudnya swasembada pangan nasional.(*)