Fakta Sosok Laella Pengantin yang Viral, Mahar dan Seserahan Rubicon Hingga Ekskavator Total Rp6 M
Murhan August 10, 2026 05:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sosok Laella mendadak menjadi perbincangan di media sosial. Hal ini terjadi setelah prosesi pernikahannya berlangsung meriah pada Sabtu (8/8/2026). 

Laella Nur Fadhillah nama lengkapnya. Dia merupakan wanita asal Dusun Larangan, Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Penyebabnya, dia dipinang oleh kekasihnya, Rico Putra Roberto Syah dengan deretan mahar dan hantaran seserahan fantastis yang diangkut menggunakan armada towing dengan pengawalan kepolisian.

Pernikahan bernuansa adat Jawa tersebut mencuri perhatian publik lantaran hadiah-hadiah bernilai tinggi yang diterima Laella . 

Tak tanggung-tanggung, deretan seserahan yang diboyong untuk sang pengantin wanita meliputi satu unit alat berat ekskavator (backhoe), mobil Jeep Wrangler Rubicon warna hitam, Honda Brio, sepeda motor Vespa matic, motor trail Kawasaki KLX, hingga perlengkapan rumah tangga seperti lemari besar dan peralatan memasak.

Baca juga: Asal-usul Uang Mahar saat Nikahi Luna Maya Dibahas, Kondisi Asli Keuangan Maxime Bouttier Dibeberkan

Dalam prosesi akad nikah, Laela tampil begitu anggun dan memesona.

Ia mengenakan kebaya putih berhiaskan payet juntai panjang.

Penampilannya semakin memikat dengan riasan pengantin Jawa Solo Putri lengkap dengan paes, ronce bunga melati yang anggun, serta hiasan cunduk mentul yang berdiri megah di atas hijab putihnya.

Suasana khidmat dan haru membuncah saat sang suami, Rico, mengucapkan ijab kabul secara lancar di hadapan wali dan para saksi.

Kehangatan makin terasa tatkala momen penyerahan hantaran berlangsung, di mana Rico menyerahkan secara langsung kunci kendaraan-kendaraan mewah tersebut kepada Laella sebagai bukti keseriusan dan kasih sayangnya.

Memasuki prosesi resepsi panggih, Laella berganti busana mengenakan kebaya bludur berwarna merah marun (burgundy) yang mewah dengan sulaman benang emas, serasi dengan beskap yang dikenakan Rico.

Momen kebahagiaan keluarga Laela dan Rico makin terpancar saat sesi foto bersama di area outdoor.

Yang menarik dan tak biasa, latar belakang foto keluarga tersebut dihiasi langsung oleh armada hantaran untuk Laela, yaitu mobil Jeep Rubicon hitam serta lengan (arm) alat berat ekskavator berwarna kuning yang dihias pita merah.

Laella beserta keluarga tampak tersenyum sumringah mengabadikan momen langka tersebut.

Sorotan publik terhadap sosok Laella juga memicu rasa penasaran warganet terkait latar belakang pasangan pengantin ini.

Rico, pria yang menikahi Laela, diketahui merupakan warga Teguhan, Purwodadi, disebut berasal dari keluarga pengusaha sukses di bidang kontraktor dan penyewaan alat berat.

Mengenai total nilai seserahan mewah yang diterima Laela, warganet memperkirakan nilainya menembus angka Rp4 miliar hingga Rp6 miliar.

Rincian perkiraan harga unit hantaran tersebut sempat diulas oleh akun @aventra_fx08:

"Kurang lebih kendaraan udah tembus 4-6M an. Excavator mungkin kelas 0,8 ton ± 100jt an, class 1 ton ±225jt, class 1-3 ton ±400jt, Rubicon 2,251M - 2,5M an, Brio ±200jt an, Vesmet ±50 jt an," tulisnya di kolom komentar.

Pernikahan Laela dan Rico kini masih terus menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, dengan potongan video acara yang di tonton ratusan ribu kali dan dibanjiri ucapan doa dari netizen.

Kata Buya Yahya Soal Mahar

Penceramah Buya Yahya menjelaskan hukum mahar dan seserahan hasil berutang.

Diingatkan Buya Yahya, hendaknya kaum muslimin senantiasa menjadikan utang kebiasaan dalam membeli atau memberi sesuatu.

Buya Yahya menuturkan Mahar dan seserahan hasil utang sah-sah saja dilakukan namun sebaiknya tidak dipaksakan.

Mahar atau maskawin adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan pada saat pernikahan.

Sementara seserahan adalah hadiah yang akan diserahkan dari pihak pria sebagai simbol kesanggupan.

Buya Yahya menerangkan mahar maupun seserahan boleh-boleh saja dilakukan dengan cara berutang.

"Hanya saja hendaknya tidak membiasakan berutang, apalagi seserahannya besar dan mahal jutaan rupiah, kemudian resepsinya mahal. Kepada para wali perempuan jika ingin punya menantu laki-laki jangan disiksa dengan hal-hal semacam itu kalau ingin nikah," terang Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Agar pernikahan anak semakin berkah, maka orangtua hendaknya tidak banyak tuntutan.

Namun bagi laki-laki yang mampu hendaknya memuliakan calon istrinya, kalau tidak mampu jangan memaksa dengan cara berutang.

"Kasian, merintis hidup yang harusnya indah jadi susah gara-gara, sehingga yang tadinya bulan madu jadi bulan garam, asin bahkan asam," papar Buya Yahya.

Hukum mahar dan seserahan hasil utang, dikatakan Buya Yahya sah-sah saja namun tidak memaksa dengan cara berutang. Jikalau tidak mampu ya sudah apa adanya.

Para orangtua hendaknya mempermudah urusan mahar dan seserahan bagi para wali perempuan dan jangan dipersulit.

Namun kalau sebagai suami yang mampu dan berpunya tidak apa-apa memuliakan calon istri semulia-mulianya.

"Hal itu diajarkan juga, boleh-boleh saja memberi hadiah atau seserahan yang banyak namun jangan jadi beban, kadang-kadang calon mertua juga menginginkan hadiah yang sama atau mendekati ini yang membuat kacau," ucap Buya Yahya.

Tak jarang hal ini membuat orang tak jadi atau enggan menikah gara-gara seserahan yang mahal atau besar.

Solusinya bisa cari calon mertua yang lain, namun apabila terlanjur mencintai anaknya maka itu kesalahan dari Anda yang mencintai orang yang belum sah menjadi istri.

"Makanya bangunlah cinta di atas pernikahan, bukan bangun pernikahan di atas cinta," tukas Buya Yahya.

(Banjarmasinpost.co.id/TribunSumsel.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.