Bandara Dhoho Kediri Disiapkan Jadi Embarkasi Haji Jatim, Kemenhaj Matangkan Konsep Pelayanan Jamaah
faridmukarrom August 10, 2026 06:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Rencana menjadikan Bandara Dhoho Kediri sebagai salah satu embarkasi haji di Jawa Timur terus dimatangkan.

Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Kediri bersama Pemerintah Kabupaten Kediri dan sejumlah pihak terkait mulai menyusun konsep pelayanan bagi jamaah haji apabila Bandara Dhoho resmi ditetapkan sebagai embarkasi.

Langkah persiapan dilakukan melalui studi banding ke sejumlah lokasi yang telah memiliki sistem pelayanan embarkasi haji. Hasil studi tersebut nantinya akan menjadi bahan penyusunan konsep pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan jamaah haji di wilayah Mataraman Jawa Timur.

Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Kediri, PT Surya Dhoho Investama dan sejumlah instansi terkait telah melakukan studi banding ke beberapa lokasi.

Baca juga: Perceraian Akibat Judi di Kabupaten Kediri Melonjak Tajam, PA Catat 24 Kasus dalam Enam Bulan

Beberapa tempat yang dikunjungi antara lain Kantor Wilayah Kemenhaj, Yogyakarta, serta Yogyakarta International Airport (JIA).

"Prinsipnya luar biasa dan beberapa hal nanti barangkali bisa diadopsi," kata Kholiq saat ditemui, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, berbagai sistem pelayanan yang telah berjalan di lokasi tersebut akan menjadi referensi dalam menyiapkan konsep embarkasi haji di Bandara Dhoho.

Masih Menunggu Sinkronisasi dengan Embarkasi Surabaya

Kholiq menjelaskan, hasil studi banding tidak akan langsung diterapkan begitu saja. Konsep pelayanan yang disiapkan masih harus disinergikan dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya.

Pasalnya, apabila Bandara Dhoho nantinya digunakan sebagai embarkasi, operasionalnya tetap menjadi bagian dari Embarkasi Surabaya.

Karena itu, pihak Kemenhaj Kabupaten Kediri bersama pemerintah daerah masih menyusun formula pelayanan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan jamaah.

"Kita akan sinergikan dan kita cari formula maupun pelayanan nanti yang terbaik dari beberapa hasil kita studi," jelasnya.

Masih Menunggu Regulasi dari Pemerintah Pusat

Meski berbagai persiapan mulai dilakukan, Kholiq menegaskan seluruh rencana tersebut masih menunggu regulasi dan keputusan dari pemerintah pusat.

Selain itu, petunjuk teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menjadi salah satu faktor penting sebelum operasional embarkasi dapat direalisasikan.

Menurutnya, sejumlah pembahasan lanjutan dan simulasi teknis masih perlu dilakukan untuk memastikan kesiapan pelayanan di lapangan.

"Ini semuanya masih merupakan rencana yang barangkali bisa kita terus kita kawal sehingga nanti bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada jamaah haji, khususnya dari wilayah Mataraman Jawa Timur pada umumnya," jelasnya.

Karena itu, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai waktu operasional embarkasi haji di Bandara Dhoho.

"Belum, belum. Itu nanti kan masih perlu dicek dari Jakarta, masih perlu ada perencanaan, ada macam-macam. Saya rasa ini kita masih menunggu dulu dari Jakarta," tegasnya.

Pemkab Kediri Siapkan Hotel Haji Dekat Bandara Dhoho

Sejalan dengan rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri mulai menyiapkan fasilitas pendukung untuk menunjang pelayanan jamaah haji.

Salah satu proyek yang diproyeksikan adalah pembangunan hotel haji di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito sebelumnya telah meninjau langsung lahan yang disiapkan untuk pembangunan hotel haji pada 21 Juli 2026.

Lahan seluas sekitar 55.000 meter persegi itu berada tidak jauh dari Bandara Dhoho dan dinilai strategis untuk mendukung pelayanan calon jamaah haji.

"Kalau nanti disetujui oleh Kementerian Haji itu akan dijadikan hotel haji," kata Mas Dhito saat meninjau lahan tersebut.

Dalam peninjauan tersebut, Mas Dhito didampingi perwakilan Kemenag Kabupaten Kediri, PT Surya Dhoho Investama, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Infrastruktur Pendukung Jadi Perhatian
Selain menyiapkan lahan hotel haji, Pemerintah Kabupaten Kediri juga mulai memetakan kebutuhan infrastruktur penunjang lainnya.

Akses jalan menuju lokasi menjadi salah satu perhatian utama karena diperkirakan akan menampung mobilitas kendaraan dalam jumlah besar saat musim haji.

Penerangan jalan serta berbagai fasilitas pendukung lainnya juga masuk dalam perencanaan agar pelayanan jamaah dapat berjalan optimal.

Mas Dhito menegaskan hotel haji yang direncanakan tidak hanya digunakan saat musim haji berlangsung, tetapi juga harus memberikan manfaat sepanjang tahun.

"Harus dipikirkan juga di luar season haji supaya tidak hanya sekadar bangunan yang berdiri melayani musim haji. Begitu musim haji selesai kan juga harus tetap bermanfaat," ungkapnya.

Berpotensi Layani Jamaah Haji Wilayah Mataraman

Rencana menjadikan Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji sebelumnya telah dibahas dalam rapat koordinasi di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 1 Juli 2026.

Dalam pembahasan tersebut, Bandara Dhoho Kediri masuk dalam opsi untuk melayani keberangkatan jamaah haji dari wilayah Mataraman Jawa Timur.

Apabila nantinya mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat, Bandara Dhoho berpotensi melayani keberangkatan jamaah haji dari sekitar 10 hingga 12 kabupaten/kota di wilayah Mataraman.

Keberadaan embarkasi haji di Kediri diharapkan dapat mempermudah akses jamaah, mengurangi waktu perjalanan menuju titik keberangkatan, serta meningkatkan kualitas pelayanan haji bagi masyarakat Jawa Timur bagian barat.
 
 
 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.