BANGKAPOS.COM, BANGKA — Detik-detik penemuan diduga tengkorak manusia di Desa Tumbak Petar, Kecamatan Jebus, Bangka Barat masih teringat jelas di benak Suryadi.
Pria 42 tahun itu ingat betul kronologi ditemukannya tengkorak tersebut saat dirinya sedang pergi mencari udang satang (udang galah) bersama rekan-rekannya.
Peristiwa itu bermula pada Rabu (5/8/2026) malam. Saat itu Suryadi pergi ke Sungai Siding di Dusun Tumbak, Desa Tumbak Petar sekira pukul 20.00 WIB.
Perjalanan dilakukan menggunakan sepeda motor dari desa dengan menempuh waktu sekitar 20-25 menit.
Motor yang mereka gunakan diparkir di suatu tempat dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri pinggir sungai dan memasuki hutan.
“Lokasi ketemu tengkoraknya itu jauh, sekitar 30 menit lagi dari jalan kaki itu. Dan itu hutannya masih hutan besar dan di pinggir sungai,” kata Suryadi kepada Bangkapos.com, Senin (10/8/2026).
Malam itu, dia bersama abang dan rekannya sedang mencari udang seperti biasa. Bukan dipancing atau pakai perangkap, mereka mencari udang menggunakan panah yang dibuat dari lidi besi.
Hal itu memang biasa dilakukan Suryadi dan rekan-rekannya ketika air Sungai Siding sedang pasang. Dari pinggir sungai, mereka memanah udang satang. Cara ini dilakukan dengan berpindah-pindah dan menyisiri pinggir sungai.
Namun, saat baru berjalan menyusuri sungai sekitar 30 menit, Suryadi dan rekannya dikejutkan dengan temuan benda misterius berbentuk tengkorak. Berbekal lampu penerangan di kepala, mereka pun mendekat.
“Sekitar jarak 2 meter lah kami lihat itu kayak tengkorak manusia,” jelasnya.
Kendati demikian, mereka tidak ada yang berani menyentuh tengkorak tersebut. Mereka pun awalnya belum yakin bahwa benda itu adalah tengkorak manusia.
Akan tetapi, saat diperhatikan lebih lanjut, mereka melihat ada dua gigi di bagian rahang sebelah kanan tengkorak tersebut.
“Pas kita lihat ada giginya 2, itu kita sudah yakin (tengkorak manusia-red) dan langsung kita pulang,” ucapnya.
Sebelum pulang, mereka pun sempat membuat tanda menggunakan kayu di dekat tengkorak tersebut dengan tujuan akan kembali keesokan harinya.
Niat awalnya yang ingin mencari udang hingga tengah malam itupun terpaksa diurungkan.
Keesokan harinya, Kamis (6/8/2026), Suryadi kembali ke lokasi tersebut bersama orang yang lebih banyak, termasuk kehadiran Kepala Desa dan Bhabinkamtibmas setempat untuk mengamankan lokasi.
Lebih lanjut, Suryadi menyebut bahwa lokasi penemuan tengkorak tersebut merupakan titik yang biasanya terendam air sungai ketika sedang pasang maksimal.
“Kalau lagi pasang penuh, di lokasi itu bisa tenggelam sekitar 1 meter dan kami biasanya lewat lain untuk nyari udang. Tapi malam itu, air baru mau pasang, makanya kami lewat situ dan ternyata nemu tengkorak,” ujarnya.
Namun yang membuatnya heran, selain tengkorak tersebut, tidak ada barang atau benda-benda lainnya yang di temukan di sana, baik itu bekas pakaian ataupun tulang belulang lain.
“Enggak ada, kami udah cari-cari di sekitar itu enggak ada apa-apa, cuma tengkorak itulah,” imbuhnya.
Kini, diketahui bahwa tengkorak sudah dievakuasi dan diamankan oleh Tim Inafis Polres Bangka Barat untuk diperiksa dan diteliti lebih lanjut.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah benda tersebut benar tengkorak manusia atupun benda lainnya.
Posisi tengkorak tersebut terlihat menyamping dengan warna tulang tengkorak yang sudah tampak kekuningan dan tergelatak di atas tanah dan dedaunan kering.
Peristiwa penemuan tengkorak tersebut pun dibenarkan oleh Kapolsek Jebus, AKP Ogan Arif Teguh Imani saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Kamis (6/8/2026).
“Belum bisa dipastikan itu tengkorak apa, karena perlu pengecekan dari Unit Iden (identifikasi-red), unit iden juga turun,” kata AKP Ogan.
Dia menyebut, saat ini penanganan dari peristiwa penemuan tengkorak tersebut sudah ditangani oleh Satreskrim Polres Bangka Barat.
Adanya penemuan tengkorak ini mulanya ditemukan oleh warga sekitar yang kemudian melaporkan kepada Bhabinkamtibmas setempat tadi siang.
Kendati demikian, dirinya menyebut bahwa dalam beberapa waktu terakhir, tidak ada laporan orang hilang di Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.
“Di Jebus tidak ada laporan orang hilang. Terakhir ada itu di Kelapa tanggal 4. Selebihnya nanti tanya ke Reskrim Polres, saya cuma membenarkan ada temuan tengkorak,” ujarnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)