Ini Dua Nama Panitia Drag Race Upai yang Diperiksa Penyidik Satreskrim Polres Kotamobagu
Frandi Piring August 11, 2026 02:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - KOTAMOBAGU - Penyidik Polres Kotamobagu memeriksa pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Utara (Sulut) dan panitia pelaksana kegiatan drag race dan drag bike maut yang terjadi di Kotamobagu. 

Pemeriksaan dilakukan di ruang Satreskrim Polres Kotamobagu, Senin, 10 Agustus 2026, dimulai sejak pukul 18.00 Wita hingga Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 01.10 Wita. 

Kecelakaan dalam ajang drag race dan drag bike tersebut menyebabkan delapan orang meninggal dunia serta delapan orang lainnya mengalami luka berat dan ringan. 

Pantauan TribunManado.co.id di Polres Kotamobagu, hingga tengah malam sudah ada dua belas saksi yang diperiksa.

Para saksi tersebut di antaranya ada Ketua Panitia Lucky Sugeha hingga bendahara panitia yang bernama Iren. 

Sedangkan dari pihak IMI Sulut belum diketahui siapa saja yang diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polres Kotamobagu. 

Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi membenarkan pemeriksaan tersebut. 

Menurutnya, pemeriksaan terhadap panitia dan pengurus IMI Sulut merupakan proses dari penyelidikan kasus drag race maut di Kotamobagu. 

"Kita sudah mulai periksa saksi-saksi, dan ini sesuai arahan pak Kapolda Sulut," tegasnya. 

Namun, eks Katim Resmob Polda Sulut tersebut belum membeberkan hasil pemeriksaannya. 

"Intinya kita periksa sampai tengah malam, hasilnya akan kita ungkap ke publik," tegas dia. (nie)

Adapun sebelumnya pihak panitia penyelenggara sudah menyatakan sikap siap memikul tanggung jawab penuh atas seluruh dampak peristiwa nahas tersebut pascakejadian.

Termasuk menanggung sepenuhnya biaya pengobatan para korban yang kini berjuang di rumah sakit. 

“Saya sudah berada di sini, di rumah sakit. Kami siap bertanggung jawab atas para korban yang masih dalam perawatan,” ujar Ketua Panitia Lucky Sugeha, Minggu (9/8/2026), beberapa jam pasca-peristiwa.

Di hadapan deretan korban yang berbaris di ruang perawatan, Lucky tampak terpukul dan menyesali peristiwa yang merenggut nyawa serta melukai puluhan warga itu.

"Intinya kami siap bertanggungjawab penuh atas kejadian ini," ucapnya. 

WAWANCARA - Kolase foto Ketua Panitia Lucky Sugeha Tournament Drag Race saat diwawancara dan mobil yang alami kecelakaan di Upai Kotamobagu.
WAWANCARA - Kolase foto Ketua Panitia Lucky Sugeha Tournament Drag Race saat diwawancara dan mobil yang alami kecelakaan di Upai Kotamobagu. (Tribun Manado/Tribun Manado)

Data Korban dan Kronologi

Berikut update identitas para korban meninggal dan terluka yang diupdate Senin (10/8/2026) pukul 16.00 Wita:

Daftar Korban Meninggal Dunia

Risna Longkun — Perempuan, Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Harianti Mokoginta — Perempuan, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Lisma Mokoginta — Perempuan, 38 tahun, Bilalang III, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Ali Ponamon — Laki-laki, 65 tahun, Desa Pontodon, Kota Kotamobagu.

Bio Mokoagow — Perempuan, 74 tahun, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Nilawati Mokodongan — Perempuan, Pontodon Induk, Kota Kotamobagu.

Rugaina Manangin — Perempuan, Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Ali Jojang — Laki-laki, Bilalang 4, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Daftar Korban Luka

Dirawat di RS Monompia, Kabupaten Bolaang Mongondow:

Murdani Pobela — Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat).

Muxin Dondo — Pontodon Timur, Kota Kotamobagu (luka berat).

Arhan Mokoginta — Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat).

Rapiska Mokodongan — Genggulang (luka berat).

Enjelia Lito — Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat).

Prasetio Mokodongan — Pontodon, Kota Kotamobagu (luka ringan).

Dirujuk ke RSUD Kandou Manado:

Nur Almira Pobela — Perempuan, Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

Hadi Toisi — Pangian Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

Rina Longkun — Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

Kronologi Kejadian

Insiden maut tersebut terjadi pada drag bike yang berlangsung di Kelurahan Ipai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu.

Berjarak sekitar 184 km dari Kota Manado, ibu kota Sulawesi Utara. 

Kejadian Minggu 9 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 WITA. 

Turnamen ini tercatat diikuti 590 starter kelas sepeda motor dan 337 starter kelas mobil.

Sementara mobil yang mengalami kecelakaan tersebut diketahui adalah pebalap dari tim Pangeran 05 McJoe bernama Tian Ngantung.

Ia turun di kelas Free For All (FFA) menggunakan mobil Honda Jazz.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Tian awalnya melaju seperti biasa dalam lintasan balap. 

Tidak terlihat adanya kendala saat mobil melaju menuju garis finis.

Namun, setelah melewati garis finis dan memasuki area pengereman sekitar 100 meter, mobil tersebut mengalami crash dan kemudian menabrak sejumlah penonton yang berdiri di sisi arena.

Benturan tersebut menyebabkan sejumlah penonton menjadi korban.

Pasca-insiden, pelaksanaan drag race di lokasi tersebut dihentikan. 

Para korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

Polisi juga sudah mengamankan mobil jenis Honda Jazz yang terlibat tragedi drag race. 

Mobil milik tim Pangeran 05 McJoe yang dikendarai Tian Ngantung itu kini berada di Mapolres Kota Kotamobagu.

Ketua panitia drag race Lucky Sugeha sempat terlihat mendatangi para korban di RS. 

Lucky Sugeha menegaskan siap bertanggungjawab atas musibah itu. 

Ia juga akan menanggung sepenuhnya biaya pengobatan para korban di rumah sakit.

Lokasi tabrakan maut mobil drag race, Kelurahan Upai ke wilayah Bilalang - Bolmong, desa asal beberapa korban meninggal, berjarak 7,9 kilometer.

Waktu tempuh 18 menit dengan berkendara lewat Jl. A.P. Mokoginta. 

Ke RSUD Kotamobagu, Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, berjarak 7,7 kilometer lewat Jalur Matali - Torosik. Waktu tempuh 16 menit menggunakan kendaraan.

Ke RS GMIBM Monompia, Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Barat, berjarak 2,6 kilometer dengan waktu tempuh 6 menit menggunakan kendaraan lewat Jalan Piere Tendean dan Jalan Kesatria.

Adapun RSUD Kotamobagu dan RS GMIBM Monompia menjadi rumah sakit pertama bagi para korban tragedi drag race di Kelurahan Upai untuk mendapatkan penanganan medis. (nielton/apin/rizali)

Baca juga: Panitia Kegiatan Drag Race Upai Diperiksa Secara Bergilir di Polres Kotamobagu Sulut

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.