Sutrimo Pulang Kampung Sebelum Wafat, Diminta Febrie Adriansyah Balik ke Jakarta, Ditemani 2 Orang
ninda iswara August 11, 2026 03:06 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Sebelum ditemukan meninggal dunia di Jakarta Selatan, Sutrimo ternyata sempat kembali ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah.

Ia pulang ke Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, setelah sebelumnya menjalani aktivitasnya di Jakarta.

Kepulangan tersebut terjadi sehari setelah rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah digeledah oleh pihak berwenang.

Informasi mengenai kepulangan Sutrimo disampaikan pengacara keluarga korban, Aan Rohaeni.

Namun, Aan mengaku belum mengetahui secara pasti tanggal Sutrimo meninggalkan Jakarta menuju Banyumas.

Meski demikian, ia memastikan Sutrimo memang sempat berada di kampung halamannya sebelum kembali ke Jakarta.

Aan menyebut kepulangan itu bukan atas keinginan Sutrimo sendiri, melainkan karena adanya permintaan dari atasannya.

"Pulang tanggal persisnya kita tidak tahu, tapi memang dia pulang pada saat sehari setelah penggeledahan (rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah). Memang disuruh pulang sama bosnya," kata Aan kepada wartawan, Senin (10/8/2026).

Baca juga: Polisi akan Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Keberadaan Ponsel Masih Misteri, Susno Duadji: Ada Jejak

Keterangan tersebut menambah rangkaian informasi mengenai aktivitas Sutrimo sebelum ditemukan meninggal dunia.

Perjalanan Sutrimo ke Banyumas menjadi salah satu bagian yang kini diperhatikan keluarga korban.

Terlebih, kepulangannya disebut terjadi setelah adanya penggeledahan di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Keluarga pun masih berupaya menyusun kembali rangkaian kejadian yang dialami Sutrimo sebelum kematiannya.

Sutrimo diketahui ditemukan meninggal dunia di wilayah Jakarta Selatan setelah sebelumnya sempat berada di Banyumas.

Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu kejelasan mengenai sejumlah hal yang berkaitan dengan kematian Sutrimo.

Keterangan dari pihak keluarga dan pengacara diharapkan dapat membantu mengungkap secara lebih jelas rangkaian peristiwa sebelum Sutrimo ditemukan meninggal.

Kembali ke Jakarta Ditemani 2 Orang

Setelah beberapa hari berada di kampung halaman, Sutrimo kemudian kembali ke Jakarta atas perintah atasannya melalui sambungan telepon.

"Pengakuan saksi, Sutrimo pulang (kembali ke Jakarta) ditelepon sama bosnya, yang intinya bosnya telepon katanya 'kamu pulang aja'," ujar Aan.

Sutrimo sempat mengaku tidak memiliki uang untuk biaya perjalanan ke Jakarta.

Namun, atasannya disebut telah menyiapkan tiket kereta api dari Stasiun Purwokerto menuju Jakarta.

"Sutrimo menyampaikan 'enggak punya uang bos' gitu kan, 'tiketmu sudah disiapkan, uang sudah ditransfer, lalu juga kamu ditemani oleh dua orang nanti dari Stasiun Purwokerto'," kata Aan menirukan percakapan Sutrimo dengan atasannya.

Baca juga: Misteri Kematian Sutrimo Karumga Febrie Adriansyah, Keluarga Curiga Tak Wajar, Rumor Sengaja Diracun

PENJAGA RUMAH FEBRIE - (kiri) Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, (kanan) Sutrimo, penjaga rumah Febrie Adriansyah ditemukan meninggal dengan mulut dan telinga berbusa (Tribunnews.com/Jeprima | Instagram Kementerian Kurangajar)

Ditemani dua orang

Namun, Aan mengaku tidak mengetahui identitas dua orang yang disebut menemani perjalanan Sutrimo kembali ke Jakarta.

"Tidak kami ketahui siapanya. Cuma menurut saksi itu memang Pak Febri nyuruh pulang (ke Jakarta), sekaligus sudah disiapkan tiketnya dan ditemani orang katanya. Bilangnya orang dari Cilacap, entah orang dari Cilacap itu orang mau kerja di Jakarta bersamaan kami enggak tahu, karena tidak ada yang menyaksikan," ujar Aan.

Saat berada di kampung halaman, Sutrimo hanya menyampaikan kepada keluarganya bahwa ia diminta pulang sementara oleh atasannya.

"Ya ceritanya pada umumnya, cuma memang lagi huru-hara kayak gitu jadi disuruh pulang. Beberapa (pekerja yang lain) memang ada yang disuruh pulang juga selain Pak Sutrimo, katanya," pungkasnya.

Sutrimo kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Banyumas pada malam hari.

Keluarga Sutrimo akhirnya melaporkan kematian korban ke Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/797/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH. Laporan dibuat untuk meminta kepastian mengenai penyebab kematian Sutrimo.

(TribunTrends/TribunJakarta)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.