Pelajar Tewas Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu , Video TikTok Diduga Milik Korban Jadi Sorotan
Bobby Wiratama August 11, 2026 03:33 AM

 

TRIBUNNEWS.COM – Suasana duka menyelimuti Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (10/8/2026) sore.

Seorang pelajar SMA perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami insiden tertemper Kereta Rel Listrik (KRL).

Kejadian tragis yang melibatkan seorang siswi tersebut sontak menyita perhatian publik dan petugas di lokasi kejadian.

Peristiwa ini terjadi di tengah aktivitas lalu lintas kereta yang sibuk. Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polres Metro Tangerang Selatan masih berupaya keras untuk mengumpulkan keterangan serta bukti-bukti yang valid mengenai duduk perkara insiden tersebut.

Unggahan Reels Tiktok Korban Jadi Sorotan

Di media sosial, sempat beredar informasi yang menyebutkan bahwa sejumlah saksi mata di lokasi melihat korban sengaja menjatuhkan diri ke rel saat kereta mendekat.

KRL yang melintas dikabarkan langsung melindas korban sebelum akhirnya petugas keamanan dalam (PKD) mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan.

Dugaan sengaja menjatuhkan diri pun makin ramai dibicarakan di media sosial setelah unggahan yang diduga berasal dari akun TikTok milik korban ikut viral di media sosial.

Baca juga: Viral KDMP Berdiri di Tengah Pasar Papahan Karanganyar, Ternyata Ini Alasan Lokasinya Dipilih

Di unggahannya trersebut, korban membagikan gambar kereta sembari menulis pesan yang diduga mengarah pada aksi mengakhiri hidup sendiri dengan latar background abu-abu.

Menanggapi beredarnya dugaan bahwa korban sengaja mengakhiri hidupnya, pihak kepolisian buka suara.

Hingga kini, aparat kepolisian menegaskan bahwa hal tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.

Proses pengecekan di lapangan masih terus berjalan untuk memastikan fakta-fakta objektif.

"Belum bisa diketahui dulu ya, kita lagi mengecek," kata  Kapolres Metro Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo saat memberikan keterangannya terkait perkembangan penanganan kasus ini, Senin (10/8/2026).

Kronologi Kejadian Masih Didalami

Insiden maut ini dilaporkan terjadi pada sore hari, tepatnya sekitar pukul 16.45 WIB.

Saat kejadian, situasi di stasiun sempat menjadi perhatian banyak mata karena melibatkan perjalanan KRL yang sedang beroperasi.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kronologi yang sebenarnya, termasuk mencari tahu bagaimana korban bisa berada di jalur perlintasan kereta saat rangkaian KRL melintas.

Kapolres Metro Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, memberikan keterangannya terkait perkembangan penanganan kasus ini.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan apapun terkait motif atau penyebab utama mengapa korban berada di jalur kereta.

"Saya baru dapat laporan awal. Sekitar pukul 16.45 kalau tidak salah kejadiannya," ujarnya.

Proses Identifikasi dan Penanganan Korban

Pasca-kejadian, penanganan terhadap jasad korban langsung dilakukan dengan cepat oleh pihak berwenang.

Jasad korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut serta keperluan identifikasi.

Kepolisian saat ini tengah bekerja melakukan serangkaian prosedur hukum, mulai dari pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga memintai keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.

"Identifikasi, identitas, lagi ngecek TKP segala macam juga. Tadi kalau enggak salah mayat sudah dibawa ke RSUD. Ada juga pihak keluarga," kata Boy.

Baca juga: Pelajar Terserempet Kereta dan Jatuh ke Rel di Stasiun Jurangmangu Tangsel, Korban Sempat Teriak

AKBP Boy Jumalolo menegaskan kembali bahwa kesimpulan mengenai penyebab pasti insiden ini baru bisa disampaikan kepada publik setelah seluruh rangkaian penyelidikan rampung.

Pihaknya meminta agar masyarakat bersabar dan tidak terburu-buru mengambil asumsi.

"Nanti kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya, baru kita bisa menyimpulkan apa ini," tuturnya.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

(Tribunnews.com/Bobby/Reynas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.