Krisis Air Bersih Makin Parah, Warga di Pulau Rhun Nyuci Pakai Air Laut
Fandi Wattimena August 11, 2026 09:52 AM

‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Krisis air bersih semakin memberatkan warga di Pulau Rhun, Kecamatan Banda, Maluku Tengah.

Selain minimnya ketersediaan air bersih dari sumur milik warga, stok air hujan pada bak penampung air hujan juga semakin menipis.

Alhasil, tak sedikit warga kini memanfaatkan air laut untuk mencuci pakaian hingga peralatan dapur.

‎‎"Kondisi ini sudah berlangsung beberapa bulan terakhir. Warga terpaksa menggunakan persediaan air hujan yang ditampung untuk kebutuhan masak dan minum. Jika stok air hujan warga yang habis, warga atau tetangga lainnya ikut berbagi," kata Pejabat Negeri Pulau Rhun, Haris, Senin (10/8/2026)

‎Ia menjelaskan, di Pulau Rhun terdapat sejumlah sumur milik warga. Namun, air yang dihasilkan memiliki rasa payau sehingga tidak layak dikonsumsi sebagai air minum.

Sementara itu, curah hujan semakin berkurang, bahkan sebulan terakhir nihil.

Alhasil bak penampung hampir kehabisan stok air.

Baca juga: Dihadapan Hakim, Hartini Bantah Kepemilikan 46 Karung Sianida: Betul Ruko itu Milik Saya

Baca juga: Guru di Ambon Ngaku Ditipu Oknum TNI, Baru Bayar 5 Juta Langsung Putus Komunikasi

‎"Warga disini bergantung juga dengan air hujan. Jika panas berkepanjangan dan sampai sampai bulan Desember dan menimbulkan kekeringan, akan berdampak fatal bagi masyarakat disini," tambahnya.

‎Pemerintah desa bersama sejumlah pihak sebelumnya telah melakukan peninjauan dan menentukan titik atau lokasi yang akan dijadikan tempat pengeboran maupun penggalian sumber air bersih.

‎Namun hingga kini, rencana tersebut belum juga ditindaklanjuti sehingga masyarakat masih harus bertahan dengan kondisi yang ada.

‎"Lokasi untuk pengeboran sebenarnya sudah dipatok bersama beberapa pihak, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Masyarakat masih berharap adanya realisasi agar persoalan air bersih ini bisa segera teratasi," ungkapnya.

‎Atas kondisi tersebut, Pemerintah Negeri Pulau Rhun berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah maupun Pemerintah Provinsi Maluku untuk menghadirkan solusi permanen terhadap krisis air bersih yang dialami masyarakat.

‎"Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah nyata agar masyarakat Pulau Rhun tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih, sebab Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga persoalan ini sangat mendesak untuk ditangani," harap Haris.

‎Pembangunan sarana penyediaan air bersih maupun pengeboran sumber air dapat segera direalisasikan, sehingga masyarakat Pulau Rhun tidak lagi bergantung pada pasokan air dari pulau lain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.