Liputan6.com, Jakarta - Resep awug gula merah bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin membuat jajanan tradisional dengan bahan sederhana. Kudapan khas Sunda ini memiliki perpaduan rasa gurih dari kelapa dan manis legit dari gula merah yang membuatnya cocok disajikan sebagai teman minum teh atau kopi.
Awug umumnya dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan kelapa parut dan gula merah. Adonan tersebut kemudian dikukus hingga matang sehingga menghasilkan tekstur lembut, sedikit padat, tetapi tetap mudah dikunyah. Aroma kelapa dan gula merah yang keluar selama proses pengukusan juga menjadi salah satu daya tarik jajanan ini.
Meski terlihat sederhana, membuat awug membutuhkan beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama dalam mengatur kelembapan adonan dan proses pengukusan. Jika adonan terlalu basah atau terlalu kering, awug dapat sulit dibentuk, mudah hancur, atau justru menghasilkan tekstur yang terlalu keras. Lantas, seperti paa resep awug gula merah ini? Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (11/8), berikut resep lengkap yang bisa dicoba di rumah.

Sebelum membuat resep awug gula merah, pastikan seluruh bahan sudah tersedia agar proses pembuatannya lebih mudah dan teratur. Bahan utama yang digunakan sebenarnya cukup sederhana, yaitu tepung beras, kelapa parut, dan gula merah. Ketiga bahan tersebut menjadi penentu cita rasa sekaligus tekstur awug setelah dikukus.
Selain bahan, alat yang digunakan juga perlu dipersiapkan sejak awal. Proses pembuatan awug membutuhkan kukusan agar adonan matang secara perlahan dengan uap panas. Penggunaan wadah atau cetakan yang sesuai juga membantu mempertahankan bentuk awug sehingga tidak mudah berantakan ketika sudah matang.
Bahan yang Perlu Disiapkan:
Alat yang Perlu Disiapkan:

Setelah seluruh bahan dan alat disiapkan, proses pembuatan awug dapat dimulai. Tahapan ini perlu dilakukan secara berurutan, terutama saat memberikan air pada tepung beras karena tingkat kelembapan adonan akan sangat memengaruhi tekstur akhir.
Awug yang enak memiliki tekstur lembut dan cukup padat sehingga tidak mudah hancur ketika dikeluarkan dari cetakan. Karena itu, perhatikan jumlah air, cara menyusun adonan dengan gula merah, serta suhu kukusan agar seluruh bagian awug matang secara merata.
Masukkan tepung beras ke dalam wadah, lalu tambahkan air sedikit demi sedikit. Aduk menggunakan tangan hingga tepung terasa lembap dan membentuk butiran kecil ketika diremas. Hindari menambahkan air terlalu banyak karena adonan yang terlalu basah dapat membuat awug mudah hancur setelah matang.
Setelah tepung memiliki tingkat kelembapan yang sesuai, masukkan kelapa parut dan garam. Aduk perlahan menggunakan tangan hingga seluruh bahan tercampur rata dan tidak ada bagian tepung yang terlalu kering. Jangan menguleni adonan seperti membuat roti karena awug membutuhkan tekstur berbutir agar hasilnya tidak terlalu padat.
Panaskan kukusan terlebih dahulu hingga air di dalamnya mendidih dan menghasilkan uap yang cukup banyak. Lapisi cetakan atau wadah dengan daun pisang agar adonan tidak menempel sekaligus membantu memberikan aroma khas pada awug. Pastikan tutup kukusan terpasang dengan baik sehingga uap tidak banyak keluar selama proses memasak.
Masukkan sebagian adonan tepung ke dalam cetakan, lalu ratakan secara perlahan tanpa menekannya terlalu kuat. Taburkan gula merah yang sudah disisir di bagian tengah, kemudian tutup kembali dengan adonan tepung. Susunan berlapis seperti ini membantu gula merah tersebar di bagian dalam awug dan menghasilkan rasa manis yang lebih merata.
Masukkan cetakan ke dalam kukusan yang airnya sudah mendidih, kemudian kukus menggunakan api sedang selama kurang lebih 30–45 menit, tergantung ukuran cetakan. Hindari terlalu sering membuka tutup kukusan karena perubahan suhu dapat membuat proses pematangan menjadi kurang merata.
Setelah awug matang, matikan api dan biarkan selama beberapa menit sebelum dikeluarkan dari cetakan. Jangan langsung memotong awug ketika masih sangat panas karena teksturnya belum sepenuhnya kokoh sehingga lebih mudah hancur. Setelah suhunya sedikit turun, keluarkan secara perlahan dan sajikan.

Membuat awug tidak hanya membutuhkan bahan yang tepat, tetapi juga teknik agar hasil akhirnya memiliki tekstur yang kokoh tanpa menjadi keras. Beberapa kesalahan kecil, seperti terlalu banyak air atau terlalu kuat menekan adonan, dapat membuat bentuk awug mudah rusak ketika sudah matang.
Selain menjaga tekstur, pemilihan bahan juga berpengaruh terhadap rasa dan aroma. Kelapa parut yang segar, gula merah berkualitas, serta proses pengukusan yang tepat dapat membuat awug terasa lebih gurih, legit, dan harum ketika disajikan.
Air sebaiknya tidak langsung dituangkan dalam jumlah banyak ke dalam tepung beras. Tambahkan secara bertahap sambil diaduk dan diremas hingga tepung cukup lembap. Adonan yang tepat akan terasa lembap dan dapat menggumpal ketika diremas, tetapi masih memiliki tekstur berbutir dan tidak berubah menjadi adonan cair.
Saat memasukkan tepung ke dalam cetakan, ratakan dengan lembut tanpa memadatkannya secara berlebihan. Tekanan yang terlalu kuat dapat membuat butiran tepung menyatu terlalu padat sehingga tekstur awug menjadi keras. Cukup tekan ringan agar lapisan tetap tersusun dan bentuknya dapat bertahan selama dikukus.
Gula merah sebaiknya disisir tipis atau dipotong kecil sebelum digunakan sebagai isian. Gula yang berukuran lebih kecil akan lebih mudah terkena panas dan meleleh selama proses pengukusan. Selain membuat rasa manis lebih merata, cara ini juga membantu mencegah terbentuknya bagian gula yang terlalu besar di dalam awug.
Kelapa parut segar memberikan rasa gurih dan aroma yang lebih kuat pada awug. Hindari menggunakan kelapa yang sudah terlalu lama disimpan karena dapat mengurangi kualitas rasa dan aroma. Jika ingin tekstur yang lebih lembut, pilih kelapa yang tidak terlalu tua dan parut bagian dagingnya secara merata.
Awug sebaiknya dimasukkan ketika kukusan sudah menghasilkan uap yang cukup. Suhu yang stabil membantu adonan matang secara perlahan dan merata. Gunakan api sedang selama proses pengukusan agar bagian luar tidak terlalu cepat matang sementara bagian dalam masih belum cukup kokoh.
Awug yang baru keluar dari kukusan masih memiliki tekstur yang cukup lunak. Biarkan beberapa saat hingga suhunya turun dan strukturnya menjadi lebih stabil sebelum dipindahkan atau dipotong. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga bentuk awug agar tetap utuh dan tidak mudah hancur ketika disajikan.
1. Apa bahan utama untuk membuat awug gula merah? Bahan utamanya adalah tepung beras, kelapa parut, gula merah, garam, dan air.
2. Berapa lama awug gula merah dikukus? Awug umumnya dikukus sekitar 30–45 menit, tergantung ukuran dan ketebalan cetakan.
3. Mengapa awug gula merah mudah hancur? Awug bisa mudah hancur jika adonannya terlalu basah, terlalu sedikit dikukus, atau langsung dikeluarkan saat masih panas.
4. Apakah gula merah harus disisir terlebih dahulu? Ya. Gula merah sebaiknya disisir atau dipotong kecil agar lebih mudah meleleh dan menyebar saat dikukus.
5. Bagaimana agar awug tetap lembut tetapi tidak mudah hancur? Tambahkan air sedikit demi sedikit, jangan memadatkan adonan terlalu kuat, dan biarkan awug agak dingin sebelum dikeluarkan dari cetakan.