Sikap KSOP Usai Heboh Rombongan Artis Jessica Mila di Pulau Padar NTT saat Larangan Berlayar
Achmad Maudhody August 11, 2026 11:47 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sikap KSOP usai heboh rombongan artis Jessica Mila di Pulau Padar Nusa Tenggara Timur (NTT) saat larangan berlayar.

Media sosial belakangan tengah diramaikan dengan perbincangan terkait sosok artis Jessica Mila.

Penyebabnya sederhana, sederet foto Jessica Mila dan rombongan saat berada di Pulau Padar yang dikenal dengan wisata Pink Beach.

Foto dan video tersebut diunggah di akun instagram Jessica Mila lewat fitur story.

Aktivitas wisata itu diduga dilakukan pada Minggu (9/8/2026).

Sekilas, tak ada yang aneh dari foto dan video yang merekam momen liburan tersebut.

Namun yang jadi perbincangan netizen, perjalanan sang artis dan rombongan tersebut diduga dilakukan di tengah pemberlakuan larangan pelayaran karena faktor cuaca buruk.

Hal ini membuat banyak netizen dan pelaku pariwisata mendesak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk buka suara.

Jadi perhatian masyarakat luas di media sosial, KSOP Kelas III Labuan Bajo akhirnya buka suara.

Melansir Kompas.com, KSOP Kelas III Labuan Bajo mengungkap, kapal pesiar atau yacht Grand Maoloekoe yang diduga membawa rombongan artis Jessica Mila ke Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, hanya memiliki izin berlayar menuju Pulau Rinca.

Kepala KSOP Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengatakan, yacht Grand Maoloekoe yang membawa rombongan Jessica Mila hanya mendapat izin berlayar menuju Pulau Rinca.

SPB kapal diterbitkan KSOP Labuan Bajo pada Jumat petang (7/8/2026).

Jarak laut dari Pulau Rinca ke Pulau Padar membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan kapal, dengan jarak lintasan air sekitar 10 hingga 15 kilometer yang dipisahkan oleh perairan Selat Lintah

"SPB untuk kapal tersebut memang ada. Tapi sesuai maklumat pelayaran, hanya tujuan Rinca. Akan kita sanksi," kata Stephanus, Senin (10/8/2026), dilansir dari Kompas.com, Selasa (11/8/2026).

Atas dugaan pelanggaran itu, KSOP Labuan Bajo telah melayangkan surat panggilan kepada tiga nakhoda kapal yang diduga tetap berlayar ke Pulau Padar.

Ketiga nakhoda tersebut berasal dari dua kapal wisata, yakni King Nepthune dan Sea Safari, serta satu kapal pesiar atau yacht, Grand Maoloekoe.

"Terhadap kapal-kapal yang tidak mematuhi notice to mariner mengenai penutupan Padar dan Komodo, kapal apa pun itu kami akan lakukan penindakan. Jadi terkait dengan permasalahan ada beberapa kapal yang naik ke sana, kami mendapat informasi dari pelaku usaha pariwisata dan kami sudah panggil," terang Stephanus.

Namun, ketiga nakhoda tersebut belum memenuhi panggilan KSOP pada Senin. Menurut Stephanus, mereka masih melakukan pelayaran wisata di kawasan Taman Nasional Komodo.

Baca juga: Tempat Tinggal Nathalie Holscher Usai Menikah Disorot, Kondisi Asli Rumah Aripat Diperlihatkan

Terkait sanksi, Stephanus mengatakan, bentuk hukuman akan disesuaikan dengan jenis dan frekuensi pelanggaran yang dilakukan.

"Bisa suspend terhadap nakhoda tersebut. Bisa di-suspend dua minggu, satu minggu. Tergantung kesalahannya," tukasnya.

Pelaku Pariwisata Tuntut Klarifikasi

Sejumlah pelaku usaha perjalanan wisata di Labuan Bajo mempertanyakan rombongan aktris Jessica Mila saat berada di Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jessica Mila mengunggah momen aktivitasnya di Pulau Padar melalui media sosial Instagram pada Minggu (9/8/2026).

Unggahan tersebut menjadi perhatian, karena pada saat itu pelayanan pelayaran menuju Pulau Padar dan Pelabuhan Komodo masih dalam masa penutupan sementara berdasarkan maklumat yang diterbitkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.

KSOP sebelumnya menerbitkan Maklumat Pelayaran Nomor 02/MP-VIII/2026 pada 7 Agustus 2026.

Dalam maklumat tersebut, pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dengan tujuan Pulau Padar dan Pelabuhan Komodo ditutup sementara mulai 7 hingga 10 Agustus 2026.

Penutupan dilakukan karena kondisi cuaca yang dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Dalam maklumat itu disebutkan kecepatan angin mencapai 26 knot dan tinggi gelombang hingga 2,6 meter.

Pada Minggu (9/8/2026), ketika Jessica Mila mengunggah aktivitasnya di Pulau Padar, ketentuan penutupan tersebut masih tercantum berlaku.

Unggahan itu kemudian mendapat perhatian dari sejumlah pelaku usaha perjalanan wisata yang menyampaikan pertanyaan melalui kolom komentar akun Instagram resmi KSOP Labuan Bajo.

Salah satunya akun @yogandflores "Hallo itu lagi rame ada artis Jessica Mila masuk ke Padar kemarin. Kok bisa? Bukannya ga bisa ke sana karena cuaca buruk?" tulis akun tersebut pada 9 Agustus 2026.

Pertanyaan serupa disampaikan akun @jhimmytali yang meminta KSOP memberikan klarifikasi mengenai aktivitas rombongan artis di kawasan Taman Nasional Komodo.

"KSOP tolong klarifikasi terkait kunjungan artis Taman Nasional Komodo (Padar, Pink Beach) yang lagi marak beredar di social media," tulis akun tersebut.

Pelaku usaha perjalanan wisata juga mempertanyakan penerapan maklumat penutupan tersebut karena selama masa penutupan, perjalanan wisata menuju sejumlah destinasi harus menyesuaikan dengan ketentuan keselamatan pelayaran.

Klarifikasi Jessica Mila

Artis Jessica Mila akhirnya angkat bicara setelah unggahan liburannya bersama keluarga di Pulau Padar, Labuan Bajo, menjadi sorotan.

Unggahan Jessica Mila menjadi sorotan karena rombongan sang artis diduga masuk ke kawasan Pulau Padar ketika lokasi tersebut dalam status ditutup untuk wisatawan karena cuaca buruk.

Sebelumnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menerapkan pembatasan pelayaran wisata ke Pulau Padar dan Pulau Komodo pada 7-10 Agustus 2026.

Melalui akun Instagram pribadinya @jscmila, dikutip Selasa (11/8/2026), Jessica Mila lantas menyampaikan klarifikasi mengenai ramainya pembahasan tersebut.

"Hi semua, sehubungan dengan trip kami ke Labuan Bajo kemarin, dan ada yang menuduh kami mengabaikan larangan untuk berlayar karena cuaca buruk, berikut sedikit penjelasan ya," ujarnya, dikutip Selasa (11/8/2026).

Bintang sinetron Ganteng Ganteng Serigala ini menegaskan, dirinya dan keluarga sangat mengutamakan keamanan serta keselamatan saat berpergian.

Terlebih dalam perjalanannya tersebut, Jessica Mila turut mengajak putri semata wayangnya, Kyarra. Selain itu, ada pula sejumlah anak-anak lainnya dalam rombongannya.

Adapun pemilihan rute perjalanan ia serahkan kepada kapten kapal.

"Aku dan keluarga sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam berpergian, apalagi dengan adanya Kyarra dan anak-anak lain di rombongan kami."

"Untuk penentuan rute perjalanan ini, tentu kami menyerahkan sepenuhnya ke Captain kapal karena seluruh tanggung jawab dan keputusan mengenai rute, keamanan dan keselamatan kami adalah tanggung jawab Captain kapal," ucap Mila sapaannya.

"Dan kami pun tidak ada kecurigaan sama sekali sepanjang perjalanan karena ada banyak kapal-kapal lain dan turis-turis lain yang bersandar dan naik ke Pulau Padar pada hari itu dan cuaca relatif baik,” terangnya.

Ibu satu anak ini mengatakan dirinya dan keluarga tak akan mengambil risiko apabila mengetahui soal larangan berlayar tersebut.

Sebab baginya, keamanan dan keselamatan keluarga merupakan yang terpenting.

"Seandainya kami tahu bahwa ada larangan berlayar karena cuaca buruk sebelumnya."

"Tentu aku dan keluarga tidak akan mengambil risiko yang bisa membahayakan keamanan dan keselamatan keluarga kami dengan tetap berangkat, dan pasti kami akan menunda keberangkatan kami," kata Jessica Mila.

Dalam klarifikasi tersebut, Mila secara tegas membantah tuduhan yang menyebut pihaknya telah mengetahui Surat Edaran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) dan tetap memaksakan kehendak untuk berangkat.
 
“Aku sangat paham perasaan dan berempati kepada teman-teman turis dan agents yang harus menunda pelayaran dan dirugikan karena adanya surat edaran mengenai cuaca buruk dari DJPL tersebut, namun adalah TIDAK BENAR."
 
“Dan merupakan fitnah kalau ada yang mengatakan kami telah mengetahui mengenai surat edaran tersebut dari sebelumnya dan seakan-akan kami tetap mengabaikannya, apalagi ada tuduhan bahwa kami memaksakan kehendak untuk tetap berangkat,” jelasnya.

Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak terkait, khususnya para kapten kapal, agar lebih terbuka dalam menyampaikan informasi keselamatan kepada penumpang guna mencegah kerugian dan kesalahpahaman.
 
“Jadi, mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders khususnya para Captain kapal untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpangnya untuk menjaga keselamatan dan menghindari kesalahpahaman dan kerugian bagi berbagai pihak."
 
“Aku mendoakan semua untuk tetap aman dan dalam penyertaan Tuhan dimanapun kalian berada,” tuturnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.