BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru menyampaikan update data kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kepala BPBD Banjarbaru, Zaini, mengungkapkan sepanjang tahun 2026 telah terjadi sebanyak 119 kali kejadian karhutla di Ibu Kota Provinsi Kalsel ini.
Akibat dari rentetan kejadian itu, sekitar 664 hektare luasana lahan sudah hangus terbakar di wilayah ini.
“Kondisi update data dari kebakaran hutan dan lahan di Kota Banjarbaru sampai saat ini berjumlah 664 hektar yang terjadi di Kota Banjarbaru. Ini terdiri dari 119 kali kejadian nah di 5 kecamatan,” ungkapnya.
Baca juga: Penyebab Karhutla di Perbatasan HSU dan Balangan, Ada Indikasi Disengaja untuk Pembukaan Lahan
Zaini menyebut kejadian karhutla yang terparah saat ini yaitu di wilayah Landasan Ulin atau bagian Selatan Banjarbaru.
“Sampai saat ini masih berada di Landasan Ulin Selatan di bagian selatannya. Nah, sekarang kita menjadi perhatian kita di bagian utaranya. Nah, di bagian utara ini juga lahan gambut, termasuk di ring 1 Bandara Syamsudin Noor,” katanya.
Zaini juga mengungkapkan penanganan karhutla saat ini mai terkendala oleh debit air yang berkurang di sekitar lokasi, sehingga membutuhkan banyak suplai tangki air.
Baca juga: 12 Hotspot Terdeteksi di Banjar, BPBD Perkuat Pemantauan Karhutla
Di tengah musim kemarau, masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu karhutla yang lebih luas serta menbuat timbulnya kabut asap.
“Pembukaan lahan ada hal-hal lain yang sangat efektif lagi. Karena dengan cara membakar ini memang instan, tetapi dampaknya luar biasa dari kesehatannya, bahkan saat ini juga data ISPA kita sudah mulai meningkat,” ujarnya.(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)