Berpacu dengan Waktu, Tim Penyelamat Cari Korban di Reruntuhan Gempa Kolombia”
Joanita Ary August 11, 2026 12:35 PM

WARTAKOTALIVECOM -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026).

Gempa kuat tersebut menewaskan sedikitnya 111 orang, melukai puluhan lainnya, serta merusak dan meruntuhkan sejumlah bangunan.

Tim penyelamat bersama relawan hingga Selasa (11/8/2026) masih menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari korban yang kemungkinan masih terperangkap.

Operasi pencarian dilakukan dengan peralatan berat dan secara manual di sejumlah lokasi yang terdampak paling parah.

Badan Geologi Kolombia menyebut gempa tersebut sebagai gempa terkuat yang tercatat di negara itu sepanjang abad ke-21.

Getaran juga diikuti sedikitnya 21 gempa susulan, sehingga operasi penyelamatan dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.

Gempa terjadi di wilayah Chocó, dengan pusat gempa berada di sekitar San José del Palmar.

Data seismologi menyebutkan gempa berada pada kedalaman sekitar 107 kilometer. 

Guncangan terasa hingga sejumlah kota besar, termasuk Cali, Pereira, Armenia, Manizales, bahkan Bogotá.

Dampak kerusakan dilaporkan cukup luas. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat dan sebagian lainnya runtuh.

Rumah sakit di beberapa wilayah terdampak juga mengalami kerusakan, sementara aktivitas masyarakat terganggu akibat kerusakan infrastruktur dan kekhawatiran terhadap gempa susulan.

Di Cali, salah satu kota yang terdampak, otoritas setempat melaporkan puluhan korban meninggal dan ratusan orang mengalami luka-luka.

Sejumlah fasilitas umum turut diperiksa untuk memastikan keamanan sebelum kembali digunakan.

Laporan sementara menyebut sekitar 1.600 bangunan mengalami kerusakan dengan sedikitnya 61 bangunan dilaporkan runtuh sepenuhnya.

Namun, angka tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.

Situasi semakin sulit karena sejumlah bangunan yang roboh menimbulkan tumpukan material yang harus dibongkar secara hati-hati.

Tim penyelamat berupaya mendeteksi kemungkinan keberadaan korban di bawah reruntuhan sebelum melakukan evakuasi.

Dalam sejumlah operasi penyelamatan, petugas dan warga juga dilaporkan berhasil menemukan korban yang masih hidup dari bangunan yang runtuh.

Kondisi tersebut membuat proses pencarian terus dilakukan meskipun gempa susulan masih terjadi.

Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella menetapkan keadaan darurat nasional sebagai respons terhadap bencana tersebut.

Pemerintah mengerahkan aparat keamanan dan tim tanggap darurat untuk membantu proses penyelamatan, penanganan korban, serta pendataan kerusakan.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.

Sejumlah kegiatan publik di wilayah terdampak turut ditunda sebagai bagian dari upaya penanganan situasi darurat.

Gempa tersebut menjadi ujian besar bagi sistem penanggulangan bencana Kolombia. Negara itu berada di kawasan yang memiliki aktivitas tektonik tinggi akibat interaksi sejumlah lempeng bumi.

Wilayah Pasifik dan kawasan Andes termasuk daerah yang memiliki tingkat kerawanan gempa cukup tinggi.

Besarnya dampak gempa kali ini juga mengingatkan Kolombia pada tragedi gempa Armenia pada 1999.

Gempa berkekuatan sekitar magnitudo 6,2 saat itu menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menyebabkan kerusakan besar di wilayah barat-tengah negara tersebut.

Hingga kini, prioritas pemerintah dan tim penyelamat masih terfokus pada pencarian korban, penanganan warga yang terluka, serta memastikan keselamatan masyarakat di tengah kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah karena petugas belum menyelesaikan pemeriksaan seluruh bangunan yang rusak.

Proses pencarian dan pendataan terus dilakukan di sejumlah wilayah yang paling parah terdampak gempa.


Hashtag:
#Colombia #Choco #Cali #SanJoseDelPalmar #Bogota #Gempa #Earthquake

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.