Hamparan Pasir Hitam Pantai Anoi Itam Tarik Wisatawan ke Pulau Weh
Amirullah August 11, 2026 12:39 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Hamparan pasir hitam menjadi daya tarik utama Pantai Anoi Itam di Gampong Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang. Karakter pasir yang berbeda dari sebagian besar pantai di Pulau Weh membuat kawasan ini menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.

Pantai Anoi Itam berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat Kota Sabang. Untuk menuju lokasi, wisatawan dapat menempuh perjalanan sekitar 25 menit menggunakan kendaraan bermotor melalui jalur timur Pulau Weh.

Sepanjang perjalanan, pengunjung disuguhi panorama perbukitan hijau dan laut. Jalan yang berkelok dan menanjak menjadi bagian dari perjalanan sebelum wisatawan tiba di kawasan pantai.

Sesampainya di lokasi, hamparan pasir berwarna hitam menjadi pemandangan yang langsung terlihat. Kontras dengan birunya laut dan hijaunya pepohonan di sekitar pantai, karakter tersebut menjadi ciri khas Pantai Anoi Itam.

Salah seorang wisatawan, Dedi Asrial, mengatakan dirinya tertarik mengunjungi Pantai Anoi Itam karena penasaran dengan keunikan pasir hitam yang dimiliki kawasan tersebut.

“Pantai ini berbeda dari pantai lain karena pasirnya hitam dan terlihat eksotis. Suasananya juga masih alami dan nyaman untuk dinikmati,” ujar Dedi, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, keunikan tersebut menjadi potensi bagi Pantai Anoi Itam untuk semakin dikenal wisatawan yang berkunjung ke Sabang.

Baca juga: Retak Hubungan Netanyahu-Trump: Rencana Gaza Ditolak Mentah-Mentah Jelang Pemilu Israel

“Keindahan alamnya masih terjaga dan memiliki ciri khas yang tidak dimiliki pantai lain. Ini menjadi potensi besar untuk menarik wisatawan,” katanya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Anoi Itam, Suhaimi, mengatakan kawasan pantai masih menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.

Menurutnya, kebersihan dan kenyamanan menjadi hal yang terus diperhatikan bersama masyarakat dan Pokdarwis agar kawasan tersebut tetap menarik bagi pengunjung.

“Kami terus berupaya menjaga kebersihan pantai dan lingkungan sekitar agar wisatawan merasa nyaman saat datang ke Anoi Itam,” ujar Suhaimi.

Ia berharap dukungan terhadap pengembangan fasilitas wisata dapat terus ditingkatkan sehingga kunjungan wisatawan ke kawasan Anoi Itam semakin berkembang.

Nama Anoi Itam berasal dari bahasa Aceh, yakni anoi yang berarti pasir dan itam berarti hitam. Penamaan tersebut merujuk pada karakter pasir di kawasan pantai yang berwarna hitam.

Warna pasir tersebut berkaitan dengan material vulkanik yang terdapat di Pulau Weh. Karakter pasir hitam menjadi pembeda Pantai Anoi Itam dengan sejumlah pantai lain di Sabang yang umumnya memiliki pasir berwarna lebih terang.

Baca juga: Lowongan Kerja Bank Aceh Syariah Dibuka, Lulusan S1 Bisa Daftar! Cek Penempatan di Sejumlah Daerah

Selain menikmati panorama pantai, wisatawan juga dapat melakukan aktivitas rekreasi di kawasan pesisir. Air laut yang jernih dan lingkungan bawah laut di sekitar Pulau Weh menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin snorkeling maupun menyelam.

Keberadaan benteng peninggalan Jepang di kawasan Anoi Itam juga menjadi daya tarik tambahan. Wisatawan dapat menggabungkan kunjungan ke pantai dengan wisata sejarah untuk melihat jejak pertahanan Jepang di Pulau Weh.

Dengan perpaduan pasir hitam, panorama laut, wisata bahari dan peninggalan sejarah, Gampong Anoi Itam memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata khas Kota Sabang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.