Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Komisi II DPRD Banggai telah turun lapangan ke PT Koninis Fajar Mineral (KFM) di Desa Tuntung, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Informasi dihimpun TribunPalu.com, turun lapangan dilakukan Komisi II DPRD Banggai, Senin (10/8/2026).
"Kami sdh melakukan investigasi dan hasilnya sdh kami dapatkan tinggal kami rapatkan dengan seluruh anggota dan tim dari Pemkab," jelas Ketua Komisi II DPRD Banggai, Irwanto Kulap, Selasa (12/8/2026).
Irwanto menjelaskan turun lapangan untuk melihat secara langsung situasi di perusahaan.
"Memang sebagian besar lahan di sepanjang jalan koridor perusahaan kiri-kanan jalan dengan radius 50-100 meter hampir secara keseluruhan sudah dinebaskan atau ganti rugi," paparnya.
Politikus Golkar ini mengakui masih ada beberapa belum diganti rugi karena belum ada kesepakatan harga atau tidak berkenan untuk dibebaskan karena masih terdapat tanaman produktif.
Baca juga: PLN UP3 Tahuna Tingkatkan Budaya Peduli Lingkungan melalui Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik
"Ada lahan di luar radius 50-100 meter dari jalan hauling dan ada sisa lahan dari masyarakt belum dibicarakan alias ganti rugi," tuturnya.
Ia memastikan Komisi II akan mencari solusi agar adanya pembicaraan antara perusahaan dan pemilik lahan.
"Nah ini akan kita carikan win-win solusi supaya semua bisa aman dan tidur nyenyak," katanya.
Tambang nikel PT KFM berjarak tiga jam dari Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai.
Turun lapangan dilakukan Komisi II DPRD Banggai setelah rapat dengar pendapat, Senin (3/8/2026). (*)