TRIBUNKALTIM.CO, NUSANTARA - Sebanyak 82 siswa memulai perjalanan sebagai angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 3 Ibu Kota Nusantara (IKN).
Mereka terdiri dari 41 siswa SMP dan 41 siswa SMA yang mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Berbeda dari pengenalan sekolah pada umumnya, lima hari pertama di SNT 3 IKN tidak hanya diisi dengan pengenalan lingkungan belajar.
Para siswa juga mulai diperkenalkan dengan sejumlah kompetensi yang menjadi bagian dari pola pendidikan di sekolah tersebut, mulai dari robotika, pemilahan sampah hingga perencanaan dan pembangunan IKN.
MPLS berlangsung hingga 14 Agustus 2026. Para siswa berasal dari keluarga yang tinggal dan bekerja di kawasan IKN, serta masyarakat di sekitar wilayah penyelenggaraan SNT.
Baca juga: Mengarungi Gunung Parung Kaltim, Perjalanan Jiwa Menikmati Rona Alam IKN Nusantara
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, SNT 3 IKN diarahkan menjadi sekolah unggulan dengan kualitas pembelajaran yang dapat bersaing hingga tingkat nasional.
“Saya ingin SNT 3 ini menjadi sekolah unggulan tidak hanya di Kaltim tapi di nasional. Semua fokus pada tupoksinya, mata pelajarannya, cara mengajarnya, menjadi sekolah unggulan,” ungkapnya, Selasa (11/8/2026).
Model pendidikan di SNT 3 IKN tidak hanya bertumpu pada pelajaran akademik.
Sekolah ini menggunakan kurikulum nasional yang diperkaya dengan pendekatan science, technology, engineering, arts and mathematics (STEAM), olahraga, serta penguatan kemampuan bahasa asing.
Pengembangan tersebut juga mencakup pembinaan karakter, pengembangan talenta dan peningkatan kompetensi guru.
Baca juga: Jadwal Bus Rute Balikpapan ke IKN dan Sebaliknya Lengkap Harga Tiket
Fasilitas sekolah dirancang untuk mendukung proses pembelajaran, sekaligus menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan mutu.
Bagi siswa angkatan pertama, pola pendidikan tersebut membuka ruang untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran kelas.
Davina Ruth Stefany, salah seorang siswa SMA SNT 3 IKN, mengatakan dirinya ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan bakat dan mengikuti kompetisi.
“Saya berharap bisa mengembangkan bakat saya dan mengikuti kompetisi tingkat nasional dan internasional serta mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris,” ujar Davina.
Program Pendidikan Nasional
SNT 3 IKN merupakan bagian dari Program SNT yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan.
Baca juga: Perjuangan Forum IUP-IKN Mulai Menemui Titik Terang, Kepastian Regulasi Izin Masih Godok Pemerintah
Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 17 SNT mulai memberikan layanan pendidikan di 14 provinsi. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan siswa, guru dan kepala daerah yang terlibat dalam program tersebut memiliki peran penting dalam pelaksanaan penguatan akses pendidikan bermutu.
“Kalian semua para murid, guru dan kepala daerah adalah pionir dan mitra kami untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya. (*)