TRIBUNKALTIM.CO - Trip Jessica Mila bersama keluarga ke Pulau Padar, Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak menjadi sorotan.
Di medsos ramai beredar tudingan Jessica Mila nekat berlayar dan mengabaikan larangan pelayaran akibat cuaca buruk sementara banyak turis dan agen travel yang membatalkan jadwal.
Menanggapi berbagai tudingan soal tripnya ke Pulau Padar, Jessica Mila akhirnya angkat bicara.
Dalam klarifikasinya, Jessica Mila membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa keputusan teknis pelayaran sepenuhnya menjadi wewenang kapten kapal.
Baca juga: Ramai Disorot, Jessica Mila Wisata ke Pulau Padar saat Ditutup hingga Dituding Pakai Ordal
Berikut 5 poin klarifikasi lengkap Jessica Mila:
1. Mengutamakan Keselamatan Keluarga
Keamanan jadi prioritas utama Jessica Mila, terlebih dalam rombongan ini terdapat Kyarra—anak Jessica dan Yakup Hasibuan, serta anak-anak lainnya.
Ia menegaskan tak mungkin sengaja mengambil risiko yang bisa membahayakan nyawa.
Soal rute, ia menyerahkan semuanya kepada kapten kapal yang berwenang menilai keamanan di lapangan.
"Aku dan keluarga sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam bepergian," ujar Jessica Mila.
"Apalagi dengan adanya Kyarra dan anak-anak lain di rombongan kami," terusnya.
2. Tak Pernah Mendapat Informasi Larangan Berlayar
Jessica meluruskan bahwa ia tidak pernah diinformasikan soal larangan berlayar oleh pihak kapal.
Saat keberangkatan, kondisi cuaca yang ia lihat juga relatif baik.
Ia pun tak memiliki kecurigaan lantaran menyihat kapal-kapal lain dan wisatawan yang tetap bersandar atau naik ke Pulau Padar.
"Bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar," sambung Jessica.
3. Pastikan Tak Akan Berangkat Jika Tahu Ada Larangan
Membantah anggapan memaksakan diri, Jessica menegaskan bahwa keluarganya pasti akan membatalkan perjalanan andai saja mengetahui adanya larangan sejak awal.
Keselamatan jadi alasan utama penolakan tersebut.
"Seandainya kami tau bahwa ada larangan berlayar karena cuaca buruk sebelumnya, tentu aku dan keluarga tidak akan mengambil risiko yang bisa membahayakan keamanan dan keselamatan keluarga kami dengan tetap berangkat," ujar Jessica.
4. Bantah Tahu Soal Surat Edaran DJPL
Jessica menepis tudingan bahwa ia dan keluarga mengetahui dan mengabaikan surat edaran cuaca buruk dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL).
Ia mengaku berempati terhadap turis dan agen travel yang dirugikan akibat penundaan pelayaran tersebut, serta membantah keras telah memaksakan kehendak agar tetap berangkat.
"Aku sangat paham perasaan dan berempati kepada teman-teman turis dan agents yang harus menunda pelayaran dan dirugikan karena adanya surat edaran mengenai cuaca buruk dari DJPL tersebut," kata Jessica.
5. Minta Kapten Kapal Lebih Terbuka soal Kondisi Pelayaran
Dari insiden ini, Jessica berharap ada evaluasi dan pembelajaran bagi seluruh stakeholder pelayaran, khususnya kapten kapal.
Komunikasi yang transparan mengenai cuaca, aturan, dan risiko dinilai penting agar penumpang bisa mengambil keputusan tepat dan terhindar dari kesalahpahaman.
"Jadi, mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders khususnya para Captain kapal untuk memberikan informasi yang lebih terbuka," tuturnya.
"Kepada penumpangnya untuk menjaga keselamatan dan menghindari kesalahpahaman dan kerugian bagi berbagai pihak," kata Jessica Mila.
Menutup pernyataannya, Jessica Mila turut mendoakan keselamatan bagi semua pihak yang sedang melakukan perjalanan.
"Aku mendoakan semua untuk tetap aman dan dalam penyertaan Tuhan di manapun kalian berada," ungkap Jessica Mila.
Baca juga: Ini Pekerjaan Suami Jessica Mila, Ternyata Yakup Hasibuan Punya Lebih dari Satu Pabrik Uang
(*)