TRIBUNJAMBI.COM - Guna mengantisipasi potensi penyebaran penyakit menular termasuk Hantavirus, masyarakat di Provinsi Jambi diimbau untuk lebih mewaspadai keberadaan hewan pengerat seperti tikus di lingkungan sekitar.
Keberadaan tikus dan mencit kerap membawa Hantavirus, yakni kelompok virus yang dapat memicu gangguan kesehatan serius pada manusia, terutama serangan organ ginjal hingga paru-paru.
Spesialis penyakit dalam dari RS JIH Solo, dr Ahmad Akbar Sp PD, menerangkan Hantavirus sebenarnya bukanlah jenis patogen baru karena sudah terdeteksi sejak lama.
Namun, istilah penamaannya baru mulai populer di dunia medis sekitar tahun 1976.
“Diberi nama Hantavirus itu karena virus ini ditemukan di dekat sungai Hantan di Korea,” jelas dr. Ahmad dalam wawancara program Healthy Talk di kantor redaksi Tribunnews Solo di Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip pada Selasa (11/8/2026).
Sebagai inang alami, hewan pengerat dapat membawa Hantavirus tanpa menunjukkan tanda-tanda sakit.
Virus ini kemudian dikeluarkan melalui kotoran, urine, maupun air liur.
Proses pembersihan ruangan yang lama terbengkalai menjadi titik kritis penularan.
Kotoran tikus yang mengering di gudang atau bangunan tua akan bercampur dengan debu.
Oleh sebab itu, warga sangat dilarang langsung menyapu kering lokasi bersarangnya tikus.
Baca juga: Bahaya Hantavirus Mengintai, WHO Minta Waspadai Debu yang Terkontaminasi
Baca juga: Teka-Teki Kematian Karumga Eks Jampidsus Febrie: Terkuak 3 Kejanggalan
Kendati demikian, dr Ahmad Akbar menegaskan bahwa kasus penularan antarmanusia sangat jarang terjadi.
Risiko penularan meningkat pada profesi atau aktivitas tertentu, seperti warga yang membersihkan gudang lama, petani di area perkebunan dan gudang hasil panen, pekerja bangunan tua.
Kemudian, petugas kebersihan, pemilik peliharaan rodentia seperti hamster, hingga masyarakat yang bermukim di lingkungan padat populasi tikus.
Masa inkubasi Hantavirus berkisar antara satu hingga delapan minggu setelah paparan. Pada fase awal, gejalanya sangat mengecoh karena menyerupai flu biasa atau masuk angin, meliputi:
- Demam tinggi
- Rasa mual
- Pegal-pegal di sekujur tubuh
- Sakit kepala hebat
Jika tidak segera ditangani, gejala awal tersebut akan berkembang memburuk sesuai dengan jenis Hantavirus yang menginfeksi organ tubuh.
Untuk memutus rantai penularan di lingkungan permukiman, masyarakat dianjurkan menerapkan tindakan pencegahan berikut:
- Menutup rapat akses dan lubang masuknya tikus ke dalam rumah.
- Menjaga kebersihan hunian serta tidak menumpuk barang bekas.
- Membersihkan area rumah dan kandang hewan pengerat secara berkala.
- Hindari menyapu kering kotoran tikus; basahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan.
- Mencuci tangan dengan sabun usai beraktivitas di area kotor serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Masyarakat diminta tidak panik namun tetap ekstra waspada.
Jika mendapati gejala menyerupai flu yang tak kunjung membaik setelah beberapa hari—terutama bila memiliki riwayat kontak dengan area berpopulasi tikus tinggi—segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara dini.
Baca juga: Jaksa Masih Susun Dakwaan 3 Tersangka Korupsi DAK Disdik Jambi Varial Cs
Baca juga: Kebakaran Gambut di Muaro Jambi Meluas, WARSI Soroti Tata Kelola Kawasan
Baca juga: Dokter Tifa Mengaku Jadi Korban Penganiayaan dan Siap Gelar Konpers