Gangguan Internet Sebabkan Antrean Panjang Kendaraan di SPBU Bener Meriah
Mawaddatul Husna August 11, 2026 03:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Antrean puluhan kendaraan roda empat meluber hingga ke bahu jalan di kawasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Selasa (11/8/2026).

Antrean panjang ini dipicu oleh gangguan jaringan internet mendadak yang menghentikan total proses pemindaian (scanning) kode QR (barcode) Subsidi Tepat Pertamina.

​Akibat terputusnya akses ke server pusat, mesin pembaca kode QR milik petugas tidak dapat beroperasi.

​Pantauan wartawan TribunGayo.com di lokasi menunjukkan bahwa kelumpuhan jaringan ini membuat pelayanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi terhenti sementara.

Alhasil, para pengendara terpaksa tertahan hingga berjam-jam di dalam kendaraan mereka.

"Saya sudah mengantre hampir dua jam. Petugas bilang sistem tidak bisa memindai barcode karena sinyal hilang total," ujar salah satu pengemudi di lokasi.

Jaringan Lambat, Sistem Barcode Digital tak Dapat Diakses

​Sementara itu, Pengawas SPBU Pante Raya, Idiyar, menjelaskan bahwa gangguan terjadi pada sistem barcode digital yang wajib digunakan konsumen setiap kali membeli BBM bersubsidi. 

Sistem ini terkoneksi secara daring dengan pusat data nasional.

Namun, sejak pagi jaringan mengalami penurunan kecepatan ekstrem, bahkan sempat tidak dapat diakses sama sekali.

"Kami tidak bisa menginput data kendaraan karena jaringan lambat.

Kendala ini sebenarnya sudah berlangsung sejak pukul 10.00 WIB, maka sementara kita bisa melakukan pengisian, belum tahu sampai jam berapa, yang jelas sampai jaringan bagus," kata Idiyar.

Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Alami Hambatan

Disisi lain, layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute, Kabupaten Bener Meriah, juga mengalami hambatan akibat dampak gangguan jaringan internet mendadak sejak Selasa pagi.

Direktur RSUD Muyang Kute melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pelayanan, Busyra Wanranto, membenarkan terjadinya kendala teknis yang berdampak langsung pada alur pelayanan pasien tersebut.

​"Betul, ada terkendala pelayanan karena masalah gangguan jaringan internet dari pagi," ujar Busyra saat dikonfirmasi wartawan TribunGayo.com.

Sementara guna mencegah penumpukan antrean dan memastikan pasien tetap mendapatkan penanganan medis.

Pihak manajemen rumah sakit merespons cepat dengan mengalihkan seluruh sistem operasional digital ke prosedur manual.

Tak berhenti di situ, untuk mengembalikan stabilitas sistem serta menjamin kontinuitas pendaftaran berbasis elektronik, manajemen rumah sakit juga mengaktifkan perangkat backup jaringan satelit Starlink.

Langkah darurat ini diambil agar seluruh database pasien dan koneksi rekam medis elektronik (RME) dapat kembali pulih secepatnya tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jaringan kabel lokal yang sedang bermasalah.

​"Saat ini, sedang dilakukan pelayanan secara manual sementara agar pasien tidak menunggu terlalu lama, lalu kita juga mencoba backup gunakan starling," demikian pungkasnya. (*)

Baca juga: Terganggu Jaringan Internet, Pelayanan RSUD Muyang Kute Bener Meriah Beralih ke Manual

Baca juga: Polres Bener Meriah Ringkus Seorang Pria di Gajah Putih, 29 Paket Sabu dan 70 Gram Ganja Disita

Baca juga: Harga Emas di Bener Meriah Kembali Naik, London dan Murni Menguat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.