Menteri Budaya, Fadli Zon, ungkap tantangan yang akan dihadapi di bidang ilmu sosial humaniora era (AI), berupa ambil alih pekerjaan. Menurutnya, tantangan ini akan terasa oleh pekerja budaya dan ekonomi kreatif.
"Tantangannya memang mungkin dalam waktu dekat ini ada sejumlah kerja-kerja budaya atau kerja-kerja kreatif yang diambil alih oleh AI," ujarnya ditemui usai Simposium Nasional Guru Besar Humaniora di Kampus FIB UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026).
Untuk menghadapi situasi ini, Fadli Zon mendorong para praktisi budaya dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan keterampilan dan kebaruan inovasi.
"Ini juga satu tantangan tersendiri bagi para praktisi budaya, praktisi bidang ekonomi kreatif juga, agar tentu meningkatkan dan mencari kebaruan, inovasi, dari bidangnya masing-masing," ungkapnya.
Era AI Tidak Bisa Dihindari
Lebih lanjut, Fadli Zon menilai era AI tidak bisa dihindari. AI akan menjadi alat untuk membantu kehidupan sehari-hari, tapi tidak menggantikan manusia.
" yang kita ciptakan itu akan harus kita tempatkan sebagai alat, sebagai instrumen untuk kepentingan kita, jangan justru mereka yang menjadi pemikir utama," ujarnya.
Ke depan, Fadli Zon melihat AI masih belum bisa masuk dalam persoalan nilai-nilai kemanusiaan, peradaban, hingga bidang lain-lain yang terkait dengan pengetahuan.
"Kita jadikan bahwa AI itu juga perangkat untuk memajukan kebudayaan, dan saya kira itu mempercepat proses. Kita harus melihat dari sisi positif," tegasnya.





